Siapkan Dokter Tangguh Di Situasi Kritis RSPAU dr. S. Hardjolukito Gelar ATLS 2026
RSPAU dr. S. Hardjolukito terus melangkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan tenaga medis menghadapi situasi kegawatdaruratan trauma. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Advanced Trauma Life Support (ATLS) Tahun 2026 bekerjasama dengan KONTRASIA, sebuah program pelatihan terstandar internasional yang dirancang untuk membekali para dokter dengan kemampuan penanganan trauma yang cepat, tepat, dan terkoordinasi demi keselamatan pasien.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 7–8 Februari 2026 ini secara resmi dibuka langsung oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito di Ruang Garuda 1 RSPAU dr. S. Hardjolukito. Dalam sambutannya, Kepala RSPAU dr. S. hardjolukito Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., menekankan bahwa pelatihan ATLS merupakan bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan trauma.
“Pelatihan ATLS tidak hanya menekankan pada penguasaan prosedur medis, tetapi juga kemampuan berpikir cepat, pengambilan keputusan yang tepat, serta kerja sama tim yang solid dalam menghadapi situasi kritis,” kata Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito.
Pelatihan ATLS ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari para dokter dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Agenda pelatihan dirancang secara komprehensif dengan memadukan pembelajaran teori, diskusi interaktif, serta praktik keterampilan dan simulasi penanganan kasus trauma.
Pelatihan dipimpin oleh Course Director Dr. dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS., Subsp. Neurospine, SpKP, AAK dengan Co-Course Director dr. Trisula Utomo, Sp.U (K). Para peserta mendapatkan pembekalan materi dari para instruktur ATLS berpengalaman, yaitu dr. Sigit Jatmika, Sp.B; dr. Hertanto Budiwidjaja, Sp.B; dr. Rubiyanto, Sp.B., Subsp. BD(K); Dr. dr. Arie Ibrahim, Sp.BS (K) Ped; serta dr. Guntur Surya Alam, Sp.B, Sp.BA Subsp. D.A (K), MPH, SH.
Materi pelatihan meliputi berbagai topik penting, antara lain Initial Assessment and Management, Airway and Ventilatory Management, Shock, Thoracic Trauma, Abdominal and Pelvic Trauma, Head Trauma, Spine and Spinal Cord Trauma, Musculoskeletal Trauma, serta Thermal Injury. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi Surgical Skills Station dan Initial Assessment Team Training yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan klinis serta koordinasi tim dalam penanganan kasus trauma.
Memasuki hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan topik khusus seperti Pediatric Trauma, Geriatric Trauma, Trauma in Pregnancy and Intimate Partner Violence, serta Transfer to Definitive Care. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test dan ujian penilaian awal pasien trauma guna mengukur pemahaman dan kemampuan peserta dalam menerapkan prinsip ATLS secara menyeluruh.
Dengan suksesnya penyelenggaraan pelatihan ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pelayanan kesehatan yang berkomitmen dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan kegawatdaruratan trauma yang profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Humas RSPAU