Ketepatan dan kecepatan penanganan menjadi kunci utama dalam menyelamatkan pasien pada kondisi kegawatdaruratan. Menyadari pentingnya hal tersebut, RSPAU dr. S. Hardjolukito menyelenggarakan Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) yang berlangsung pada 3–8 Maret 2026 di lingkungan RSPAU dr. S. Hardjolukito.
Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito pada Selasa (3/3/2026) dan diikuti oleh tenaga kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani kasus trauma dan kegawatdaruratan kardiovaskular secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Dalam sambutannya, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas, khususnya dalam penanganan kasus kegawatdaruratan yang memerlukan respons cepat dan tindakan yang tepat.
“Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan, sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ungkap Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito.
Pelayanan kegawatdaruratan merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa pasien. Penanganan yang cepat dan tepat pada kasus trauma maupun gangguan kardiovaskular menjadi faktor penentu dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pasien. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memiliki kompetensi yang memadai serta keterampilan yang terstandar dalam melakukan penanganan awal pasien.
Melalui pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) ini, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanganan kegawatdaruratan akibat trauma maupun gangguan kardiovaskular. Kegiatan ini juga menghadirkan instruktur yang kompeten dan berpengalaman di bidang kegawatdaruratan, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga keterampilan praktik melalui berbagai simulasi penanganan kasus.
Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi Bantuan Hidup Dasar (BHD), triage pasien, penilaian dan penatalaksanaan awal (initial assessment), penanganan gangguan jalan napas dan pernapasan (airway and breathing), penatalaksanaan trauma pada kepala dan spinal, thoraks dan abdomen, musculoskeletal serta luka bakar, penanganan gangguan sirkulasi, kegawatdaruratan kardiovaskular, hingga prosedur evakuasi dan transportasi pasien. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait etik dan aspek legal keperawatan gawat darurat serta Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan kemampuan dalam melakukan penilaian klinis secara cepat, mengambil keputusan yang tepat, serta memberikan tindakan penyelamatan jiwa secara optimal baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di lapangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen RSPAU dr. S. Hardjolukito dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta kesiapsiagaan tenaga kesehatan demi memberikan pelayanan terbaik bagi prajurit TNI, keluarga, dan masyarakat. Humas RSPAU

Komentar