RSPAU dr. S. Hardjolukito memperingati Hari Bela Negara ke-77 dengan melaksanakan upacara pada 19 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh insan RSPAU untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian dalam melayani sesama sebagai wujud nyata bela negara di bidang kesehatan.
Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan upacara RSPAU ini diikuti oleh seluruh civitas hospitalia RSPAU. Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, yang mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesiapsiagaan, ketangguhan, dan kepedulian satu sama lain.
Waka RSPAU dr. S. Hardjolukito Kolonel Kes dr. Dedy Afandi C.N., Sp.A., MSc., selaku Inspektur upacara membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, menyampaikan bahwa setiap tanggal 19 Desember bangsa Indonesia mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948. Peristiwa bersejarah ini menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan dan ancaman, semangat persatuan dan pengabdian mampu menjaga Indonesia tetap berdiri.
Presiden RI juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berbentuk ancaman fisik, tetapi juga hadir dalam wujud perang siber, disrupsi teknologi, penyebaran informasi yang menyesatkan, hingga bencana alam yang semakin sering terjadi dan kerap menguji rasa kemanusiaan kita. Pada momentum Hari Bela Negara ke-77 ini, Presiden turut mengajak seluruh bangsa untuk menaruh kepedulian kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana alam, sebagai panggilan moral untuk hadir, membantu, dan menguatkan satu sama lain. Dalam situasi tersebut, semangat bela negara harus hidup sebagai kesadaran kolektif untuk saling menjaga, saling membantu, dan saling menguatkan.
Bagi civitas hospitalia RSPAU, peringatan bela negara dimaknai sebagai panggilan untuk hadir memberikan pelayanan kesehatan yang tulus, cepat, dan penuh empati. Dalam konteks kebencanaan, RSPAU senantiasa menyiapkan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta sistem pelayanan yang siap digerakkan untuk mendukung penanganan darurat, evakuasi medis, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Setiap senyum, setiap sentuhan pelayanan, dan setiap upaya menyelamatkan nyawa merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa, sekaligus wujud kepedulian terhadap kemanusiaan.
Upacara ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar seluruh insan RSPAU dan bangsa Indonesia senantiasa diberikan kekuatan, keselamatan, dan keteguhan hati. Momentum Hari Bela Negara ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai ujian, semangat kemanusiaan, solidaritas, dan kehadiran nyata bagi sesama adalah wujud bela negara yang paling bermakna, demi Indonesia yang kuat, maju, dan berperikemanusiaan. Humas RSPAU

Komentar