Diikuti Ribuan Peserta, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Gelar webinar Nasional Kesehatan Ginjal

Diikuti Ribuan Peserta, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Gelar webinar Nasional Kesehatan Ginjal

RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito menggelar web-seminar (Webinar) kesehatan ginjal mengusung tema “Kesehatan Ginjal Untuk Semua : Mempersiapkan Yang Tak Terduga, Mendukung Yang Rentan” pada hari Kamis (02/03/23). Webinar ini merupakan dalam rangka Hari Ginjal Dunia (World Kidney Day) yang jatuh setiap hari kamis minggu kedua bulan Maret. Webinar yang juga di siarkan secara streaming melalui youtube chanel rspau hardjolukito ini diikuti oleh ribuan peserta diantaranya Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Pia Ardhya Garini, Kadiskesau, Kadinkes DIY, Kadinkes Bantul, jajaran TNI AU seluruh Indonesia, RSAU se-Indonesia, RS dan Puskesmas se DIY, dan masyarakat umum. Pada webinar kali ini hadir pula Kepala Dinas Kesehatan TNI angkatan Udara Marsma TNI dr. Swasono R, Sp.THT-KL., M.Kes memberikan sambutan.

Dalam sambutannya dr. Berlian sapaan akrab Kepala RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito mengungkapkan webinar ini selain dalam rangka menyambut Hari Ginjal Dunia (World Kidney Day) tahun 2023 juga sejalan dengan Misi RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito .

“Sesuai dengan salah satu Misi RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito yaitu meningkatkan kemampuan SDM kesehatan yang unggul dengan pengembangan pendidikan dan kegiatan preventif untuk seluruh anggota militer, PNS dan keluarganya serta masyarakat umum. Kami tidak bosan-bosannya untuk terus mengupdate ilmu kesehatan saat ini dengan secara rutin menyelenggarakan atau memberikan informasi tentang tren kesehatan yang sedang terjadi saat ini salah satunya melalui webinar”, ungkap Marsma TNI dr. Muktii Arja Berlian, Sp.PD., Sp.KP., MM.

Pada webinar kali ini pula hadir memberikan sambutan, Kepala Dinas Kesehatan TNI angkatan Udara Marsma TNI dr. Swasono R, Sp.THT-KL., M.Kes. Di Momen peringatan Hari Ginjal Dunia tahun 2023 ini beliau mengajak seluruh peserta webinar untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan tubuh terutama kesehatan ginjal.

“Mengingat kesehatan ginjal sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup kita, untuk itu, pada momentum peringatan Hari Ginjal Sedunia 2023 ini saya mengajak, mari bersama-sama kita tingkatkan kepedulian untuk lebih mengenal, menjaga dan mempersiapkan hal yang tidak terduga serta mendukung kesadaran masyarakat tentang masalah dan pengobatan yang berhubungan dengan ginjal dan dampaknya terhadap kesehatan”, kata Kadiskesau Marsma TNI dr. Swasono R, Sp.THT-KL., M.Kes.

Beliau juga menyampaikan bahwa Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Udara dibawah Dinas Kesehatan TNI Angkatan Udara senantiasa bersinergi untuk turut berperan aktif dalam menyukseskan program pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

            Webinar ini menghadirkan empat narasumber yaitu  Dr. dr. Ida Gunawan, MS., Sp.GK(K), FINEM (Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia Cabang DKI Jakarta), dr. Iri Kuswadi, Sp.PD-KGH, FINASIM (Ketua Korwil Pernefri Daerah Istimewa Yogyakarta), Dr. dr. Maruhun Bonar Hasiholan Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM (Kepala Divisi Ginjal Hipertensi Departemen Penyakit Ginjal FKUI-RSCM), dr. Afiatin, Sp.PD-KGH, FINASIM (Ketua Indonesia Renal Registry)

Dr. dr. Ida Gunawan, MS., Sp.GK(K), FINEM menjelaskan tentang “Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Kesehatan Ginjal”. Penyakit ginjal kronis adalah penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di dunia  yaitu sebesar 74 ?ri seluruh global kematian, oleh sebab itu untuk mencegah penyakit ginjal kita harus menerapkan gaya  hidup sehat yaitu dengan diet yang seimbang dan olah raga teratur, kendalikan berat badan, istirahat cukup, tidak merokok kendalikan stress serta medical chekup secara berkala

Sebagai narasumber kedua dalam kegiatan webinar ini dr. Iri Kuswadi, Sp.PD-KGH, FINASIM, beliau membawakan materi tentang “Deteksi Dini Penyakit Ginjal dan Pilihan Terapinya”. Dijelaskan bahwa deteksi dini penyakit ginjal memerlukan anamnesis mengenai gejala, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang. Penyebab penyakit ginjal yang paling banyak adalah diabetes, hipertensi dan juga auto imun. Tanda dan gejala yang sering ditemui pada penyakit ginjal yaitu tekanan darah tinggi, perubahan dan frekuensi buang air kecil dalam sehari. Selanjutnya modalitas terapi pengganti ginjal pada gagal ginjal kronik adalah tindakan hemodialisis, dialisis peritoneal dan hingga transplantasi ginjal.

Kemudian narasumber ketiga Dr. dr. Maruhun Bonar Hasiholan Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM memberikan informasi tentang “Transplantasi Ginjal, Amankah Bagi Pasien Donor Darah?”. Transplantasi ginjal merupakan salah satu penanganan yang dilakukan pada pasien penyakit gagal ginjal kronis dengan cara pencakokkan ginjal dari orang hidup maupun orang yang sudah meninggal, transplantasi ginjal lebih disarankan karena hasil perawatan dapat meningkatkan kualitas hidup sebanyak 95?ri hemodialisis namun sebelum dilakukan transplantasi ginjal akan dilakukan pengukuran dan persiapan terlebih dahulu baik pasien maupun pendonor dan juga dilakukan informed concent kepada kedua belah pihak namun tidak komersial dan yang paling penting adalah kecocokan genetik.

Narasumber terakhir yaitu dr. Afiatin, Sp.PD-KGH, FINASIM membagikan tips-tips “sehat traveling bagi pasien ginjal kronis”. Paisen gagal ginjal kronis stadium 5 memiliki keterbatasan saat traveling seperti kondisi fisik serta beberapa batasan yang harus dipatuhi. Kemudain persiapan yang dilakukan pasien dengan hemodialisis atau cuci darah  yaitu harus mempersiapkan perencanaan minimal 4 minggu sebelumnya serta mencari informasi untuk hemodialisis di tempat traveling dan mencari tempat penginapan yang mempunyai akses unit dealisis di tempat tersebut. Disamping itu pasien juga harus mencari penginapan dengan akses yang mudah dan cepat ke hemodialisis serta booking ke tempat terkait, tidak lupa pasien hemodialisa wajib membawa berkas terkait tentang kondisi medis juga peresepan hemodialisa rutinya dan pasien dengan CAPD harus membawa alat serta cairanya

Antusias peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar kesehatan ginjal dan perawatan gagal ginjal kepada para narasumber webinar. Para peserta webinar akan mendapatkan e-sertifikat SKP IDI yang akan dikirim pada email masing-masing peserta.

Diharapkan setelah mengikuti webinar kesehatan ini dapat menambah pengetahuan bagi anggota TNI AU serta masyarakat tentang kesehatan ginjal, bagaimana pencegahan dan pengobatannya. Sehingga anggota dan masyarakat bisa tenang dan tidak panik namun tetap wapada, dan melindungi diri serta keluarga dengan pola hidup sehat serta menjaga kebersihan dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari. Humas RSPAU

 

Tags: Berita

Humas RSPAU

Humas memiliki tugas untuk menyebarkan informasi antara individu atau organisasi dan masyarakat baik melalui sosial media, website atau media apapun.