Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, RSPAU dr. S. Hardjolukito menyelenggarakan Webinar Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dengan tema “Health Care Failure Mode and Effect Analysis (HFMEA) dan Manajemen Risiko dalam Peningkatan Mutu di Fasyankes.” (23/10/25). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang profesi dan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., menegaskan bahwa peningkatan mutu dan keselamatan pasien merupakan proses yang berkelanjutan dan memerlukan kesadaran kolektif dari seluruh tenaga kesehatan.
“HFMEA bukan hanya alat analisis, tetapi filosofi kerja yang mengajarkan kita untuk berpikir preventif, membangun sistem yang tangguh, dan menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan di setiap lini pelayanan,” kata Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman yang memberikan paparan komprehensif terkait strategi penerapan HFMEA dan manajemen risiko di fasilitas pelayanan kesehatan. Narasumber pertama, dr. Dion Sulistyo, M.P.H., selaku Direktur SDM dan Umum RS Panti Rapih Yogyakarta, menyampaikan materi berjudul “Analisis HFMEA dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien.”
Dalam paparannya, dr. Dion menjelaskan langkah-langkah sistematis dalam pelaksanaan HFMEA, mulai dari identifikasi proses kritis, penilaian risiko potensial, hingga penentuan prioritas perbaikan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dan dukungan manajemen dalam membangun budaya keselamatan pasien yang kuat. Menurutnya, keberhasilan HFMEA tidak hanya bergantung pada metode, tetapi juga pada komitmen organisasi untuk menjadikan keselamatan pasien sebagai nilai utama.
Selanjutnya, Letkol Kes Anang Yulianto, S.Kep., SKM., SH., MM., CRM., FISQua, seorang Surveyor Akreditasi Puskesmas dan Klinik, membawakan materi “Manajemen Risiko dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien serta Implementasi HFMEA dan Manajemen Risiko di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Beliau memaparkan bahwa manajemen risiko yang efektif harus terintegrasi dalam seluruh proses pelayanan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dengan menggunakan pendekatan HFMEA, fasilitas kesehatan dapat mengantisipasi potensi kegagalan layanan sebelum terjadi, sehingga mencegah insiden keselamatan pasien. Letkol Kes Anang juga berbagi contoh nyata implementasi HFMEA di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk strategi untuk memastikan keberlanjutan proses perbaikan melalui pelibatan seluruh staf dan monitoring yang konsisten.
Kegiatan ini dipandu oleh Letkol Kes drg. Enny Yuliati, Sp.KG., selaku Kasub Komite Mutu RSPAU dr. S. Hardjolukito, yang berperan sebagai moderator dan berhasil mengarahkan diskusi secara interaktif serta menggali berbagai perspektif dari peserta.
Peserta yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mendalam terkait penerapan HFMEA dalam konteks pelayanan kesehatan masing-masing. Sebagian besar peserta merupakan tenaga medis, paramedis, dan pengelola mutu dari rumah sakit, puskesmas, dan klinik yang berkomitmen memperkuat budaya keselamatan pasien di instansinya.
Melalui kegiatan ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito menegaskan perannya sebagai rumah sakit pusat TNI AU yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tetapi juga aktif dalam pendidikan dan pengembangan sistem mutu kesehatan nasional. Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan nilai-nilai AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) yang selalu menjadi dasar dalam setiap langkah pengabdian RSPAU. Humas RSPAU

Komentar