Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia, dengan henti jantung mendadak sebagai salah satu kondisi paling fatal yang membutuhkan pertolongan cepat, tepat, dan terstandar. Dalam situasi kritis tersebut, kemampuan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) menjadi kompetensi esensial bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien. Menjawab kebutuhan ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito menyelenggarakan Pelatihan ACLS pada 2–4 Desember 2025 sebagai upaya strategis meningkatkan kompetensi tenaga medis, baik dari lingkungan RSPAU maupun dari berbagai fasilitas kesehatan lainnya. Pelatihan ini sekaligus menunjukkan peran aktif RSPAU sebagai rumah sakit pusat rujukan dalam memperkuat kualitas SDM kesehatan secara berkelanjutan.
Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., pada Selasa (2/12/25). Dalam sambutannya, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito menekankan bahwa kemampuan tenaga medis dalam menangani kegawatdaruratan jantung tidak dapat dinegosiasikan, mengingat penyakit jantung masih mendominasi angka kematian nasional maupun global. Tenaga medis perlu terlatih, sigap, dan mampu bekerja mengikuti algoritma ACLS terkini serta terampil menggunakan berbagai peralatan emergensi seperti defibrilator, airway management, dan monitoring kardiovaskular. Pada kesempatan tersebut, hadir pula Management of Training, dr. Lidwina Tarigan, Sp.JP(K), yang memberikan dukungan atas penyelenggaraan pelatihan dan menegaskan pentingnya standarisasi kompetensi klinis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Pelatihan yang terselenggara melalui kerja sama RSPAU dr. S. Hardjolukito dan PERKI Cabang Yogyakarta ini diikuti oleh 30 peserta dari beragam institusi, terdiri dari dokter serta perawat jantung yang sehari-hari bertugas di unit ICU dan ICCU. Selama tiga hari, para peserta memperoleh materi dan praktik mendalam mengenai berbagai tatalaksana emergensi kardiovaskular, meliputi BHD dengan AED, tatalaksana henti jantung, acute coronary syndrome, edema paru akut, hipotensi dan syok, interpretasi EKG, tatalaksana aritmia, airway management, serta terapi listrik dan penggunaan defibrilator. Peserta juga dibekali penanganan pasca henti jantung sebagai bagian dari rantai keselamatan yang komprehensif. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Ruang Garuda 1–3 RSPAU dengan dukungan instruktur profesional dari PERKI serta fasilitas pembelajaran yang lengkap dan terstandar.
Dengan terselenggaranya pelatihan ACLS ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito kembali menegaskan komitmennya dalam melakukan transformasi dan inovasi pelayanan, sekaligus memperluas kontribusinya dalam pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di Indonesia khususnya wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Diharapkan peserta dapat mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing, sehingga kualitas penanganan kegawatdaruratan jantung semakin meningkat dan lebih banyak nyawa dapat diselamatkan melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional. Humas RSPAU

Komentar