Daftar Berita

Merajut Sinergi, Merawat Kesehatan: RSPAU dan PPAU Bersatu

Dalam semangat mempererat persaudaraan dan menjaga kesehatan keluarga besar TNI Angkatan Udara, RSPAU dr. S. Hardjolukito menyelenggarakan Senam Bersama dan Pemeriksaan Kesehatan dalam rangka HUT ke-27 Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) Cabang 03 Yogyakarta. Dengan tema “Merajut Sinergi, Merawat Kesehatan: RSPAU dan PPAU Bersatu”, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan para purnawirawan dan keluarga besar TNI AU.

Bertempat di Gedung Siaga Bencana RSPAU, kegiatan dihadiri oleh Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., Wakil Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Kolonel Kes dr. Dedy Afandi C. N., Sp. A., M. Sc., jajaran pejabat RSPAU, Ketua PPAU Cabang 03 Yogyakarta Marsekal Muda Purn R. Agus Barnas, Wakil Ketua PPAU Cabang 03 Yogyakarta Marsekal Muda Purn Anton Munada beserta pengurus dan anggota PPAU. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga kesehatan dan memperkuat kebersamaan lintas generasi.

Kegiatan senam dan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara bersamaan. Musik senam yang bersemangat memandu gerakan peserta, sementara di sisi lain tim medis RSPAU melaksanakan pemeriksaan kesehatan yang mencakup pemeriksaan umum, pemeriksaan laboratorium dan rekam jantung (EKG). Peserta dapat bergantian antara berolahraga dan memeriksakan kesehatan, sehingga keduanya berjalan efektif tanpa mengurangi makna acara. 

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur dan kepedulian. 

“Merawat kesehatan adalah bentuk syukur atas nikmat kehidupan. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menjaga tubuh tetap bugar, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan,” ungkap Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Bagi RSPAU, kegiatan ini tidak hanya sekadar memeriahkan HUT PPAU, tetapi juga menjadi bagian dari misi rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan preventif yang berkualitas. Sinergi antara RSPAU dan PPAU yang terjalin melalui kegiatan ini diharapkan terus berlanjut, memperkuat semangat kebersamaan sekaligus memastikan seluruh keluarga besar TNI Angkatan Udara tetap sehat dan bugar. Humas RSPAU

RSPAU Satukan Tenaga Kesehatan Indonesia Untuk Mewujudkan Pelayanan Aman dan Berkualitas

Keselamatan pasien adalah janji yang dipegang teguh oleh setiap tenaga kesehatan. Janji untuk menjaga, melindungi, dan mengembalikan harapan setiap orang yang datang mencari kesembuhan. Kesadaran inilah yang menjadi latar belakang RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito menyelenggarakan Webinar Nasional Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), yang berhasil menghadirkan ratusan peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan pengetahuan, pengalaman, dan kepedulian.

Webinar dibuka secara resmi oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pencegahan insiden memerlukan perpaduan antara kepatuhan terhadap standar prosedur, komunikasi efektif antarprofesi, dan keberanian untuk melaporkan setiap kejadian maupun near miss.

Mengusung tema “Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien yang Berkualitas: Mengintegrasikan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP), Membangun Budaya Keselamatan dan Analisis Akar Masalah (RCA)”, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman yang tak hanya membagikan pengetahuan, tetapi juga menularkan semangat pengabdian. dr. Dion Sulistyo, M.P.H., Direktur SDM dan Umum RS Panti Rapih Yogyakarta, menguraikan pentingnya membangun budaya keselamatan pasien sebagai pondasi mutu layanan. Letkol Kes Anang Yulianto, S.Kep., SKM., SH., MM., CRM., FISQua, Surveyor Akreditasi Puskesmas dan Klinik, mengupas tuntas manfaat pelaporan insiden sebagai langkah perbaikan sistem, bukan ajang mencari kesalahan. Sementara itu, Agnes Nurlita Esti Rahayu, S.Tr.TLM., Ketua Komite Mutu RS Panti Rapih, memaparkan strategi penerapan analisis akar masalah untuk menemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan.

Dipandu oleh dr. Liskanita Nur Fitriana, M.M., suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta dari berbagai profesi mulai dari dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker, fisioterapis, akademisi, hingga tenaga teknologi laboratorium medik tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berbagi pengalaman dan bertukar pandangan. Setiap cerita yang disampaikan menjadi pengingat bahwa keselamatan pasien adalah hasil dari kerja sama, saling percaya, dan komitmen bersama.

Lebih dari sekadar forum ilmiah, webinar ini menjadi momentum penguatan ikatan hati para tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. Melalui pengetahuan yang dibagikan dan inspirasi yang terbangun, RSPAU dr. S. Hardjolukito menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor edukasi, inovasi, dan pelayanan yang aman serta bermutu. Humas RSPAU

Di Balik Panasnya Persaingan Pertandingan, RSPAU Jadi Penjaga Nyawa Atlet SIRNAS A Yogyakarta 2025

Gelaran Sirkuit Nasional (SIRNAS) A Yogyakarta 2025 yang berlangsung di GOR Amongraga pada 11–16 Agustus 2025, tidak hanya menjadi panggung bagi para atlet bulutangkis terbaik tanah air, tetapi juga melibatkan peran penting tim kesehatan untuk menjaga keamanan dan kelancaran pertandingan. Dalam kegiatan ini, Dukkes RSPAU dr. S. Hardjolukito dipercaya sebagai tim medis, bekerja sama dengan RS Happy Land.

Selama enam hari penuh, mulai pukul 08.00 hingga 23.00 WIB, tim kesehatan Dukkes RSPAU berada di lapangan untuk memberikan pelayanan medis kepada atlet, panitia, maupun penonton yang membutuhkan. Kehadiran Tim Dukkes RSPAU memastikan bahwa setiap kendala kesehatan yang muncul dapat ditangani secara cepat, tepat, dan profesional.

Adapun peran dan tugas Dukkes RSPAU mencakup penanganan medis langsung bagi atlet, memberikan saran medis bagi pemain yang mengalami kendala kesehatan ringan, hingga melakukan rujukan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPAU bagi mereka yang memerlukan perawatan lebih lanjut. Selain itu, tim kesehatan juga selalu siaga di sekitar arena pertandingan, bekerja sesuai arahan panitia, dan memberikan observasi di ruang medis yang telah disiapkan.

Dipercayakannya Dukkes RSPAU sebagai tim kesehatan dalam ajang berskala nasional ini bukan tanpa alasan. Reputasi Dukkes yang selalu mengedepankan profesionalisme, standar medis yang tinggi, serta didukung tenaga dokter dan perawat berpengalaman, menjadi dasar utama kepercayaan panitia penyelenggara.

Kabiddukkes RSPAU dr. S. Hardjolukito, Kolonel Kes dr. Ketut Sutaendy, Sp. An-KIC, menyampaikan bahwa keikutsertaan Dukkes dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian RSPAU dalam mendukung olahraga nasional. 

“Kami hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik, sehingga para atlet dapat fokus bertanding tanpa khawatir terhadap kondisi medis. Dukkes RSPAU siap mendukung setiap event nasional dengan semangat pelayanan AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis),” ungkapnya.

Dengan kesiapsiagaan penuh dan koordinasi yang baik, kehadiran Dukkes RSPAU menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran SIRNAS A Yogyakarta 2025. Tidak hanya memastikan keamanan kesehatan para atlet yang berlaga, tetapi juga menjaga kenyamanan seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi bergengsi ini. Humas RSPAU

“Dirgahayu Wanita TNI Angkatan Udara Ke-62”

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito beserta Ketua PIA AG Anak Ranting 001-05-3 RSPAU dan seluruh Civitas Hospitalia RSPAU mengucapkan :
“Dirgahayu Wanita TNI Angkatan Udara Ke-62”
Dengan semangat Kanya Bhakti Sakti Sejati, prajurit Wara siap mewujudkan TNI AU yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis.
Semoga Wara terus menjadi teladan dalam pengabdian, menginspirasi generasi penerus, serta memberikan kontribusi terbaik bagi TNI AU, bangsa dan negara. ????????????✈️

Jangan Biarkan Asma Menguasai Hidupmu

Bayangkan napas yang tersengal di tengah aktivitas sehari-hari, dada terasa sesak, dan suara napas terdengar seperti peluit kecil. Bagi sebagian orang, momen ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan tanda nyata dari asma, penyakit kronis yang sering diremehkan. Asma adalah kondisi peradangan saluran pernapasan yang menyebabkan penyempitan bronkus, sehingga udara sulit masuk dan keluar dari paru-paru. Gejalanya beragam, mulai dari batuk berkepanjangan, sesak napas, hingga mengi, terutama di malam atau pagi hari. Meskipun tidak selalu tampak dari luar, asma dapat mengganggu kualitas hidup, aktivitas harian, tidur, hingga pekerjaan jika tidak dikelola dengan baik. World Health Organization mencatat lebih dari 300 juta orang di dunia menderita asma, dan prevalensinya terus meningkat. Di Indonesia sendiri, angka penderita asma pada anak dan orang dewasa cukup signifikan, namun kesadaran dan pengelolaan penyakit ini masih terbatas.

Serangan asma dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk alergi, polusi udara, infeksi saluran pernapasan, udara dingin, atau aktivitas fisik yang berlebihan. Tidak jarang penderita merasa cemas atau stres karena takut kambuh di tengah aktivitas penting. Menurut dokter spesialis paru, setiap orang memiliki pemicu yang berbeda, sehingga mengenali dan menghindari pemicu pribadi merupakan langkah awal yang sangat penting untuk mengontrol penyakit ini. Selain itu, gejala asma yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu komplikasi serius, termasuk gangguan tidur, penurunan konsentrasi, bahkan rawat inap akibat serangan akut.

Pengelolaan asma tidak hanya bergantung pada obat-obatan. Rutin mengikuti anjuran medis, termasuk penggunaan inhaler atau obat pereda sesuai petunjuk dokter, menjadi kunci utama. Penderita juga disarankan mengenali pemicu serangan, menjaga pola hidup sehat, berolahraga ringan yang aman, dan membuat rencana aksi asma untuk menghadapi kemungkinan serangan. Dukungan keluarga, teman, serta lingkungan sekolah atau tempat kerja sangat membantu, terutama bagi anak-anak, agar mereka merasa aman dan percaya diri dalam menghadapi kondisi ini. Edukasi lingkungan sekitar tentang asma juga penting agar serangan dapat ditangani dengan cepat tanpa panik.

Cerita nyata muncul dari mereka yang berhasil mengendalikan asma. Seorang pasien RSPAU berusia 32 tahun, menceritakan pengalamannya sejak kecil. Ia sering absen dari sekolah karena serangan asma, bahkan aktivitas sederhana seperti naik tangga membuatnya terengah-engah. Namun, setelah rutin memeriksa kesehatan, memakai inhaler, menghindari pemicu, dan mengubah gaya hidup, ia kini bisa kembali mengajar dan beraktivitas normal. Menurunya, kuncinya adalah kesadaran diri, kepatuhan terhadap pengobatan, dan dukungan orang-orang di sekitarnya. Pengalaman ini membuktikan bahwa asma bukanlah penghalang untuk menjalani hidup normal jika ditangani dengan tepat.

Pencegahan dan deteksi dini juga penting, terutama bagi anak-anak. Orang tua perlu mewaspadai tanda-tanda awal seperti batuk berkepanjangan, sesak napas saat bermain, atau napas berbunyi. Deteksi dini memungkinkan pengelolaan lebih cepat dan efektif, mencegah serangan yang lebih parah. Selain itu, menjaga kualitas udara di rumah dan lingkungan sekitar menjadi langkah preventif yang penting. Mengurangi paparan debu, asap rokok, polusi, dan menjaga kebersihan rumah dapat membantu mengurangi risiko serangan. Olahraga teratur tetap dianjurkan, asalkan dipilih jenis yang aman bagi penderita asma.

Asma memang tidak bisa sepenuhnya disembuhkan, namun dapat dikontrol sehingga penderitanya tetap bisa menjalani kehidupan normal. Jangan biarkan asma menguasai hidupmu. Kenali gejala, patuhi pengobatan, ubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dan edukasikan diri serta orang-orang di sekitarmu. Setiap napas yang tenang adalah hak setiap orang, dan setiap langkah untuk mengelola asma adalah investasi bagi kualitas hidup yang lebih baik. Dengan perhatian dan pengelolaan yang tepat, serangan asma tidak lagi menjadi penghalang aktivitas, produktivitas, maupun kebahagiaan. Jangan tunggu hingga serangan berat terjadi; mulailah dari sekarang demi hidup yang lebih bebas, sehat, dan penuh energi. Humas RSPAU

RSPAU Bakar Lapangan, Kala Berjuang Di Ajang Hospital Merdeka Cup

Semangat juang membara terpancar di lapangan GOR Jawara Kalasan pada akhir pekan lalu. Tim Badminton RSPAU dr. S. Hardjolukito berhasil mengharumkan nama rumah sakit dengan meraih Juara 2 kategori ganda putra pada ajang bergengsi Hospital Merdeka Cup se-rumah sakit yang berlokasi di wilayah Sleman Timur, yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 9–10 Agustus 2025.

Turnamen yang digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80 ini dipimpin oleh Ketua Panitia dr. Iqbal, Sp.An., dan sukses menciptakan atmosfer kompetisi yang penuh energi. Total peserta terdiri dari 20 pasangan ganda putra, 12 pasangan ganda putri, dan 8 pasangan ganda medis spesialis, yang saling beradu taktik dan strategi di setiap pertandingan.

Sejak babak penyisihan, tim RSPAU menunjukkan performa gemilang. Serangan tajam, pertahanan kokoh, dan koordinasi yang solid mengantar mereka melaju mulus hingga ke partai final. Riuh sorakan penonton di tribun menambah panas suasana, membakar semangat para atlet untuk memberikan penampilan terbaik.

Laga final berlangsung sengit. Meski harus mengakui keunggulan lawan dan meraih posisi kedua, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa RSPAU tidak hanya unggul di bidang pelayanan kesehatan, tetapi juga tangguh di medan olahraga.

"Kami bangga atas perjuangan tim. Kemenangan ini bukan hanya soal medali, tapi tentang semangat pantang menyerah dan kebersamaan luar biasa," ungkap perwakilan tim RSPAU usai pertandingan.

Hospital Merdeka Cup tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar-tenaga kesehatan, menumbuhkan sportivitas, serta menghidupkan semangat kemerdekaan melalui kegiatan positif dan sehat.

Dengan prestasi ini, Tim Badminton RSPAU bertekad terus berlatih, mempertajam strategi, dan siap kembali mengukir kemenangan di turnamen-turnamen berikutnya. Humas RSPAU

Kebiasaan Mengorek dan Dampaknya pada Telinga

Setiap orang pasti pernah merasa gatal atau ada rasa tidak nyaman di telinga, dan secara refleks, kita kerap mengambil cotton bud atau benda lain untuk membersihkannya. Namun, kebiasaan yang tampak sepele ini ternyata menyimpan risiko besar bagi kesehatan telinga. Mengorek telinga terlalu sering atau dengan cara yang salah bisa menyebabkan cedera pada saluran telinga, bahkan infeksi serius yang memengaruhi pendengaran. Banyak orang mengira bahwa telinga harus selalu bersih dari kotoran, padahal sebenarnya, kotoran telinga atau serumen memiliki fungsi penting: melindungi telinga dari debu, bakteri, dan benda asing yang masuk ke saluran telinga. Dengan mengorek telinga, kita justru mendorong kotoran lebih dalam ke dalam liang telinga, sehingga meningkatkan risiko tersumbatnya saluran telinga dan gangguan pendengaran.

Menurut para ahli kesehatan, serumen yang menumpuk sebenarnya bukan masalah jika tidak menimbulkan rasa sakit, gatal, atau gangguan pendengaran. Tubuh secara alami akan mengeluarkan kotoran telinga melalui proses normal yang disebut migrasi epitel. Mengorek telinga secara paksa bisa merusak lapisan kulit halus di dalam saluran telinga, menyebabkan luka, pendarahan, hingga infeksi telinga luar atau otitis eksterna. Gejala infeksi ini bisa berupa nyeri, kemerahan, gatal yang semakin parah, atau bahkan keluarnya cairan dari telinga. Ironisnya, kebiasaan mengorek telinga yang dilakukan untuk merasa “bersih” justru dapat membuat kondisi telinga menjadi lebih berbahaya.

Kasus cedera akibat mengorek telinga sering ditemui di rumah sakit, mulai dari luka ringan hingga perforasi gendang telinga. Perforasi ini tidak hanya menimbulkan rasa sakit yang intens, tetapi juga dapat menurunkan kemampuan pendengaran secara permanen jika tidak ditangani dengan tepat. Dokter THT menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menghentikan kebiasaan ini. Cara paling aman membersihkan telinga adalah dengan membiarkan telinga melakukan proses pembersihan alami. Jika ada gangguan serius atau kotoran telinga menumpuk sehingga menimbulkan gangguan pendengaran, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter THT untuk dilakukan tindakan profesional, seperti irigasi atau penyedotan kotoran telinga.

Selain risiko cedera dan infeksi, kebiasaan mengorek telinga juga dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri atau jamur. Saluran telinga yang terganggu atau luka akibat alat pengorek bisa menjadi lingkungan ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi yang membutuhkan antibiotik, bahkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Tak jarang, anak-anak menjadi kelompok yang paling berisiko, karena mereka sering mengorek telinga sendiri dengan benda-benda kecil, tanpa pengawasan orang dewasa. Orang tua sebaiknya mengedukasi anak untuk tidak mengorek telinga dan mengenalkan cara menjaga kesehatan telinga yang benar.

Masyarakat juga perlu menyadari bahwa rasa “gatal” atau “ada sesuatu di telinga” biasanya bersifat sementara dan tubuh mampu menanganinya sendiri. Mengubah kebiasaan kecil ini sebenarnya tidak sulit. Misalnya, cukup membersihkan bagian luar telinga dengan kain lembut atau tisu, dan menghindari memasukkan benda apapun ke dalam liang telinga. Kesadaran ini, meski terlihat sederhana, memiliki dampak besar terhadap kesehatan pendengaran jangka panjang. Dengan menghentikan kebiasaan mengorek telinga, risiko cedera, infeksi, dan gangguan pendengaran bisa diminimalkan. Pada akhirnya, tindakan preventif yang sederhana ini akan membantu kita menjaga telinga tetap sehat, aman, dan berfungsi optimal sepanjang hidup. Humas RSPAU

 

RSPAU Teguhkan Komitmen Anti Fraud melalui Penandatanganan Pakta Integritas

RSPAU Teguhkan Komitmen Anti Fraud melalui Penandatanganan Pakta Integritas

Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap tata kelola pelayanan kesehatan yang bersih, transparan, dan akuntabel, RSPAU dr. S. Hardjolukito melaksanakan penandatanganan dan pelaksanaan Pakta Integritas Pencegahan Kecurangan (fraud) dalam Program Jaminan Kesehatan bagi seluruh pegawai, termasuk unsur pimpinan, bertempat di lingkungan RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang profesional serta bebas dari segala bentuk kecurangan, khususnya dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penandatanganan pakta integritas dilakukan oleh jajaran pimpinan, tenaga kesehatan, tenaga administrasi, hingga seluruh unsur pegawai sebagai simbol kesungguhan dalam menjunjung tinggi integritas dan etika pelayanan.

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito dalam sambutannya menyampaikan bahwa pencegahan fraud bukan hanya menjadi kewajiban institusi, namun juga tanggung jawab moral seluruh insan rumah sakit dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

“Integritas merupakan fondasi utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Melalui pakta integritas ini, kita meneguhkan komitmen bersama untuk bekerja secara jujur, profesional, transparan, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Pelaksanaan pakta integritas ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya kerja AMPUH yang diusung RSPAU, yaitu Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis, sekaligus mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Dengan adanya komitmen bersama ini, diharapkan seluruh pegawai RSPAU dr. S. Hardjolukito mampu menjaga mutu pelayanan, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang bersih dan terpercaya bagi masyarakat.

Kenali Risiko Kesehatan di Setiap Usia agar Bisa Dicegah Sejak Dini

Kesehatan adalah investasi sepanjang hayat. Setiap tahap kehidupan, mulai dari bayi hingga lansia, memiliki risiko penyakit yang berbeda-beda. Mengetahui kerentanan ini sejak dini memungkinkan langkah pencegahan yang tepat, sehingga kualitas hidup bisa terjaga di setiap usia.

Pada tahap awal kehidupan, bayi dan anak-anak memiliki sistem imun yang belum matang. Akibatnya, mereka lebih rentan terhadap penyakit infeksi seperti flu, diare, dan infeksi saluran pernapasan. Faktor lingkungan yang kurang bersih, pola makan tidak seimbang, serta imunisasi yang tidak lengkap dapat meningkatkan risiko komplikasi. Orang tua perlu memastikan asupan nutrisi yang memadai, imunisasi lengkap, serta menjaga kebersihan lingkungan agar anak tumbuh sehat. Selain itu, stimulasi fisik dan mental yang sesuai usia juga mendukung perkembangan optimal.

Masa remaja membawa perubahan hormon dan pertumbuhan pesat yang memengaruhi kesehatan. Gangguan hormonal, obesitas, hingga masalah kesehatan mental seperti stres, cemas, dan depresi mulai muncul. Gaya hidup remaja yang kurang sehat—seperti konsumsi makanan cepat saji, kurang olahraga, atau tidur tidak teratur—menjadi faktor risiko tambahan. Edukasi tentang pola makan sehat, aktivitas fisik, serta manajemen stres menjadi kunci menjaga kesehatan mental dan fisik pada tahap ini. Peran orang tua, guru, dan komunitas juga penting untuk mendukung remaja menjalani gaya hidup sehat.

Pada usia dewasa, tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda awal penyakit kronis. Diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung menjadi masalah utama. Faktor risiko utama berasal dari gaya hidup modern, termasuk konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, kurang aktivitas fisik, stres, dan kebiasaan merokok atau minum alkohol. Pemeriksaan kesehatan rutin dan perubahan pola hidup, seperti mengatur menu makan seimbang, rutin berolahraga, serta manajemen stres, menjadi strategi efektif untuk mencegah komplikasi penyakit kronis.

Bagi lansia, tubuh mengalami penurunan fungsi organ, metabolisme melambat, dan daya tahan tubuh menurun. Akibatnya, risiko penyakit degeneratif meningkat, seperti osteoporosis, arthritis, penyakit jantung, dan gangguan kognitif seperti demensia. Lansia juga lebih rentan terhadap infeksi dan komplikasi akibat penyakit yang sebelumnya tidak tertangani dengan baik. Pola makan bergizi, olahraga ringan sesuai kemampuan, stimulasi mental, pemeriksaan kesehatan rutin, dan dukungan sosial menjadi kunci menjaga kualitas hidup di usia lanjut.

Fakta ini menegaskan bahwa pencegahan lebih efektif dibandingkan pengobatan. Mengetahui risiko kesehatan di setiap tahap usia memungkinkan langkah pencegahan yang tepat, mulai dari nutrisi, olahraga, pemeriksaan rutin, hingga manajemen stres. “Kesadaran terhadap kesehatan sejak awal adalah investasi terbesar untuk kualitas hidup jangka panjang,” ujar dr. Andi Prasetyo, pakar kesehatan masyarakat.

Selain menjaga gaya hidup sehat, edukasi masyarakat tentang risiko kesehatan di tiap usia sangat penting. Program vaksinasi, pemeriksaan kesehatan anak, edukasi pola makan di sekolah, serta kegiatan olahraga komunitas menjadi bagian dari pencegahan. Pada usia dewasa, perusahaan dan lembaga kesehatan mendorong pemeriksaan rutin, konseling gaya hidup sehat, serta manajemen stres di tempat kerja. Bagi lansia, intervensi sosial dan program kesehatan terpadu membantu menjaga fungsi fisik dan mental agar tetap aktif dan produktif.

Dengan memahami kerentanan tubuh di setiap usia, masyarakat dapat mengambil langkah preventif yang tepat dan mengurangi risiko penyakit serius. Dari bayi hingga lansia, tubuh manusia membutuhkan perhatian yang berbeda. Menjaga kesehatan secara konsisten di setiap tahap kehidupan adalah kunci untuk hidup lebih produktif, bahagia, dan berkualitas. Humas RSPAU

 

RSPAU Siap Ledakkan Semangat 17 Agustus! Lomba Merdeka 2025 Bakal Gegerkan Area Rumah Sakit

Dentuman semangat kemerdekaan bersiap menggema di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito! Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, rumah sakit pusat kebanggaan TNI Angkatan Udara ini tengah mempersiapkan serangkaian kegiatan bertajuk “Timeline Lomba Merdeka 17 Agustus 2025” yang akan digelar mulai tanggal 6 hingga 15 Agustus 2025. Kegiatan ini diproyeksikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai momentum pembakar semangat nasionalisme, penguat kekompakan antar unit kerja, serta wujud nyata dari transformasi pelayanan yang menyatu dengan nilai-nilai perjuangan bangsa.

Dengan mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, seluruh civitas hospitalia RSPAU akan terlibat dalam berbagai perlombaan seru dan bermakna. Di antaranya, Lomba Cerdas Cermat “Medika Merdeka” yang akan membuka rangkaian kegiatan pada 6 Agustus, dilanjutkan dengan semifinal pada 7 Agustus dan final pada 8 Agustus 2025. Lomba ini akan menjadi ajang adu pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa, dunia kesehatan, hingga nilai-nilai profesionalisme dalam pelayanan.

Tak kalah menarik, Lomba Menyanyi Lagu Kebangsaan “Harmoni Merdeka” akan digelar dalam dua babak, yakni penyisihan pada 11 Agustus dan final pada 13 Agustus. Ajang ini diharapkan menjadi ruang ekspresi semangat patriotik yang dibalut dalam harmoni suara dan penghayatan terhadap lagu-lagu perjuangan. Selanjutnya, pada 14 Agustus, Lomba Yel-yel Perjuangan antar Unit Kerja akan menjadi ajang adu kreativitas dan kekompakan, menyuarakan semangat kemerdekaan dalam balutan semarak sorak dan semangat gotong royong.

Sebagai puncaknya, Lomba Estafet APD Hazmat akan dilaksanakan pada 15 Agustus 2025 di Lapangan Apel RSPAU. Lomba ini bukan hanya menguji kecepatan dan koordinasi, tetapi juga menjadi simbol kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam situasi darurat. Hari itu juga akan menjadi momentum pengumuman para juara dari seluruh perlombaan, menutup rangkaian kegiatan dengan semarak kemenangan dan kebanggaan bersama.

Kepala RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan, serta menjadi wahana memperkuat jati diri institusi kesehatan militer yang terus bertransformasi.

“Kita tidak hanya mengenang kemerdekaan, kita menjalaninya. Melalui semangat perlombaan, kita bawa nilai perjuangan itu ke dalam setiap pelayanan terbaik yang kita berikan,” ungkapnya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, RSPAU siap menyulut api semangat kemerdekaan di tengah ritme pelayanan yang tetap profesional. Seluruh pegawai pun diimbau untuk berpartisipasi aktif, menjadikan kegiatan ini sebagai momen untuk merekatkan solidaritas dan memperkuat nilai-nilai pengabdian dalam bingkai semangat 17 Agustus. Humas RSPAU

 

Hadirkan Senyum Baru, RSPAU Dampingi Pemulihan Pasien Operasi Bibir Sumbing

Tak ada yang lebih membahagiakan bagi orang tua selain melihat anaknya tersenyum bahagia, lepas dari rasa sakit atau rasa malu. Itulah momen-momen haru yang kembali hadir hari ini di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, saat para pasien bibir sumbing datang untuk menjalani kontrol pasca operasi. Senyum-senyum kecil yang dulu tertahan, kini mulai merekah perlahan, penuh harapan dan penuh kehidupan.

Pasien-pasien ini sebelumnya telah menjalani operasi bibir sumbing pada 26 Juli 2025, dalam program Bakti Sosial Kesehatan memperingati Hari Bakti ke-78 TNI Angkatan Udara, hasil kerja sama antara RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, Smile Train Indonesia dan PABMI DIY dan YSHN.

Hari ini, mereka Kembali bukan untuk tindakan besar, melainkan untuk memastikan bahwa penyembuhan mereka berjalan dengan baik. Dalam suasana penuh kekeluargaan, tim medis RSPAU melakukan evaluasi terhadap luka operasi, memeriksa proses pemulihan, serta memberikan edukasi lanjutan kepada pasien dan orang tua yang mendampingi. Semua dilakukan dengan penuh semangat dan  empati, karena di balik tindakan medis ini, ada harapan besar yang di lambungkan ke langit untuk pulih dan membesarkan kepercayaan diri demi masa depan yang lebih baik.

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., menyampaikan bahwa kontrol hasil operasi ini merupakan bagian penting dari rangkaian layanan terpadu.

 “Baksos bukan hanya tentang tindakan operasi, tetapi juga tentang keberlanjutan pemulihan pasien. Kami ingin memastikan bahwa setiap senyum yang kami bantu pulihkan, bisa tumbuh menjadi kebahagiaan jangka panjang,” ungkapnya.

Sementara itu, dari salah satu orang tua pasien menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. 

Kami tidak tahu harus berterima kasih seperti apa, karena ini bukan sekadar operasi,  ini adalah awal dari hidup baru bagi anak kami,” 

Dengan semangat pelayanan dan pengabdian, RSPAU dr. S. Hardjolukito akan terus berkomitmen memberikan layanan terbaik, tak hanya menyembuhkan secara fisik, tetapi juga memulihkan psikis, memberikan semangat hidup baru. Karena bagi kami, menghadirkan satu senyum berarti menghidupkan sejuta harapan. Humas RSPAU

Memperingati Pekan ASI Sedunia

World Breastfeeding week (Pekan Asi Sedunia) diperingati pada pekan pertama bulan Agustus yaitu tanggal 1 sampai dengan 7 Agustus setiap tahunnya. Merupakan kampanye global untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi pada tema-tema yang berkaitan dengan  ibu menyusui. Pekan ASI sedunia dianggap sebagai salah satu kampanye gabungan terbesar yang dilakukan oleh organisasi internasional, seperti organisasi kesehatan dunia (WHO) dan UNICEF). Pekan ASI Sedunia bertujuan untuk mempromosikan manfaat menyusui.

Tahun ini pekan ASI sedunia mengangkat tema " Invest in breastfeeding Invest in the Future" yang artinya investasi dalam menyusui investasi untuk masa depan. Tema ini menekankan pentingnya menyusui sebagai investasi jangka panjang untuk kesehatan anak, kesejahteraan ibu dan pembangunan bangsa. 

Lalu apa yang dibutuhkan untuk mendukung para ibu menyusui ?

Dukungan bagi perempuan yang menyusui dimana saja dan kapan saja., sehingga menjadi hal yang lumrah dan tidak dikecam dalam lkehidupan publik.

Hal cuti hamil yang efektif yang tidak memaksa perempuan untuk memilih antara keluarga dan pekerjaan mereka.

tenaga kesehatan terlatih yang dapat memberikan dukungan menyusui yang bermanfaat dan  penuh rasa hormat.