Daftar Berita

Saatnya Menghentikan Hubungan Toksik dengan Rokok

Rokok bukanlah sekadar lintingan tembakau yang dibakar. Rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya, dan di antaranya lebih dari 70 zat bersifat karsinogenik atau penyebab kanker. Ketika seseorang merokok, ia tidak hanya menghisap nikotin untuk memuaskan kecanduan, tetapi juga menelan perlahan ancaman terhadap paru-paru, jantung, otak, bahkan sistem reproduksi. Merokok bukan hanya kebiasaan, tapi bentuk perlahan-lahan menyakiti tubuh sendiri, tanpa terasa hingga akhirnya tubuh tak lagi mampu bertahan.

Data dari WHO (World Health Organization) menunjukkan bahwa merokok membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahun di seluruh dunia. Dari angka itu, sekitar 1,2 juta adalah perokok pasif—orang-orang yang tidak merokok, namun menghirup asap rokok orang lain. Artinya, rokok tak hanya menyakiti diri sendiri, tapi juga orang-orang terdekat: pasangan, anak-anak, orang tua, teman kerja, bahkan masyarakat umum. Jadi, ketika seseorang memilih untuk berhenti merokok, ia tidak hanya menyelamatkan dirinya, tapi juga menyelamatkan orang lain.

Berhenti merokok bukan hal yang mudah, apalagi jika sudah menjadi kebiasaan bertahun-tahun. Namun, bukan berarti mustahil. Langkah awalnya adalah kesadaran bahwa merokok bukanlah bagian dari gaya hidup sehat, dan bahwa tubuh kita layak untuk dicintai dan dijaga. Tubuh yang bebas dari nikotin memiliki kemampuan luar biasa untuk memulihkan diri. Dalam waktu 20 menit setelah berhenti merokok, denyut jantung mulai kembali normal. Dalam 12 jam, kadar karbon monoksida dalam darah turun. Dalam waktu beberapa minggu, fungsi paru-paru membaik, dan risiko serangan jantung mulai menurun.

Berhenti merokok adalah bentuk self-love. Sama seperti ketika kita meninggalkan hubungan toksik yang merusak jiwa, meninggalkan rokok adalah cara kita mengatakan: “Saya layak hidup sehat.” Ini bukan soal larangan, bukan pula sekadar tuntutan kesehatan, melainkan sebuah keputusan penuh cinta kepada tubuh yang telah bekerja keras setiap hari menopang aktivitas kita.

Sayangnya, banyak orang masih terjebak dalam persepsi bahwa merokok adalah cara menghilangkan stres, bersosialisasi, atau bahkan terlihat “dewasa.” 

Lansia Sehat, Lansia Bahagia: Membangun Kualitas Hidup di Usia Senja

Kualitas Hidup

Quality of life adalah suatu terminologi yang menunjukkan tentang kesehatan, fisik, sosial dan emosi seseorang serta kemampuannya melaksanakan tugas sehari-hari (Cummins dalam Imanda, 2016). Kualitas hidup didefinisikan sebagai kondisi hidup yang baik yang bersama-sama dengan kesejahteraan subjektif positif (Zapf dalam Noll, 2012). Kualitas hidup didefinisikan sebagai hubungan antara dua elemen subjektif atau berbasis manusia dan satu set keadaan obyektif (Noll, 2012). Jadi kualitas hidup adalah persepsi atau pandangan subjektif individu terhadap kehidupannya dalam konteks budaya dan nilai yang dianut oleh individu dalam hubungannya dengan tujuan personal, harapan, standar hidup dan perhatian yang mempengaruhi kemampuan fisik, psikologis, tingkat kemandirian, hubungan sosial dan lingkungan   

Lansia

Lansia (lanjut usia) adalah proses alamiah yang terjadi pada seseorang karena telah memasuki tahap akhir dari siklus hidupnya. Fase ini ditandai dengan perubahan-perubahan yang memengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan, yang dikenal sebagai proses penuaan atau aging process.

 

Menurut Undang-Undang No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, lansia adalah seseorang yang, karena usianya, mengalami perubahan biologis, fisik, kejiwaan, dan sosial. Perubahan ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan. Oleh karena itu, kesehatan lansia memerlukan perhatian khusus agar mereka dapat terus hidup secara produktif dan berperan aktif dalam pembangunan, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

 

Menurut Fatmah (2010), lansia merupakan proses alamiah yang terjadi secara berkesinambungan pada manusia dimana ketika menua seseorang akan mengalami beberapa perubahan yang pada akhirnya akan mempengaruhi keadaan fungsi dan kemampuan seluruh tubuh. Sedangkan menurut Wahyudi (2008), lansia adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupan. Kelompok yang dikategorikan lansia ini akan mengalami suatu proses yang disebut Aging Process atau proses penuaaan.

 

Menurut Maryam (2008), terdapat beberapa istilah lanjut usia, antara lain manusia lanjut usia (manula), manusia usia lanjut (lansia), usia lanjut (usila), serta ada yang menyebut golongan lanjut umur (glamur). Menurut Undang-undang No.13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia, seseorang dikatakan lanjut usia apabila telah mencapai usia 60 (enam puluh tahun) ke atas. Sedangkan menurut World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masa lansia dibagi menjadi 4 golongan, yaitu usia pertengahan (Middle Age), yaitu kelompok dengan rentang usia 45-59 tahun, usia lanjut (Elderly), yaitu kelompok dengan rentang usia antara 60-70 tahun, lanjut usia tua (Old), yaitu kelompok dengan rentang usia antara 75-90 tahun, dan usia sangat tua (Very Old) kelompok dengan rentang usia 90 tahun ke atas.

Adanya peningkatan populasi lanjut usia (lansia) dikarenakan menurunnya angka kematian serta penurunan jumlah kelahiran, menyebabkan terjadinya perubahan struktur demografi. Seperti Negara-negara lain dikawasan Asia Pasifik, Indonesia akan mengalami penuaan penduduk dengan amat sangat cepat. Populasi lansia yang meningkat menuntut pemerintah untuk mengambil kebijakan dan program yang ditujukan kepada lansia, agar mereka tetap dapat memiliki peran dalam masyarakat. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga mereka dapat menjalani masa tua dengan sehat dan bahagia.

Upaya kesehatan lansia dimulai sejak seseorang mencapai usia 60 tahun, dengan tujuan menjaga kesehatan agar tetap hidup sehat, berkualitas, dan produktif. Upaya ini mencakup pemeliharaan kebersihan diri, konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik rutin, kehidupan sosial yang aktif, kesempatan berkarya, serta lingkungan yang ramah bagi lansia.

Hal penting lainnya adalah imunisasi untuk mencegah penyakit dan deteksi dini termasuk skrining. Upaya rehabilitatif, seperti fisioterapi, psikoterapi, dan pemberian obat-obatan, juga diberikan sebagai lanjutan dari pelayanan kuratif. Sementara itu, upaya paliatif bertujuan mengurangi keluhan yang dialami lansia, agar mereka dapat menjalani akhir kehidupan dengan bermartabat.

Kesehatan fisik dan mental menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan pada lansia. Orang yang sudah memasuki masa lansia perlu memperhatikan asupan makanan yang sehat dan seimbang serta menjaga berat badan agar tidak terlalu tinggi atau rendah. Selain itu, lansia juga perlu melakukan aktivitas fisik yang teratur, seperti jalan kaki atau olahraga ringan, untuk menjaga kesehatan jantung, paru-paru, otot, dan tulang.

Pencegahan penyakit juga krusial pada lansia, mengingat risiko terhadap penyakit jantung, diabetes, dan stroke meningkat seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, lansia perlu menghindari faktor risiko seperti merokok, konsumsi alkohol, dan pola makan tidak sehat. Pemeriksaan kesehatan berkala juga penting untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus seperti pemeriksaan kesehatan mata, gigi, dan telinga.

Kesehatan mental tidak kalah pentingnya. Lansia harus waspada terhadap tanda-tanda depresi dan segera mencari dukungan jika diperlukan. Kesehatan fisik dan mental yang terjaga akan meningkatkan kualitas hidup lansia dan memperpanjang harapan hidup mereka.

Perawatan jangka panjang diperlukan bagi lansia yang membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat keterbatasan fisik, mental, atau intelektual. Peran keluarga sangat penting dalam mendukung lansia untuk tetap sehat, aktif, dan terlibat dalam kegiatan sosial, serta dalam memberikan pendampingan bagi mereka yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Lansia

      Peningkatan kualitas hidup lansia dapat dicapai dengan menerapkan tujuh dimensi lansia tangguh, yang diharapkan dapat mencegah kerentanan lansia yang ditimbulkan oleh berbagai perubahan yang dialami, meliputi:

<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]--> Dimensi Spiritual Melalui pembinaan dimensi spiritual, diharapkan akan mengurangi kecemasan yang dirasakan oleh lansia. Melalui bimbingan agama, Lansia melatih diri untuk bisa mengetahui arti dan tujuan hidupnya, mencintai dan merasa dicintai serta memiliki rasa keterikatan dengan Tuhan, dan pemenuhan kebutuhan    untuk    mendapatkan aman.

<!--[if !supportLists]-->2.    <!--[endif]-->Dimensi Intelektual memberi dan Lansia harus terus menstimulasi kerja otak untuk mengantisipasi melambatnya kerja otak, serta meminimalisir timbulnya gangguan karena menurunnya fungsi intelektual. Dengan menjaga dimensi intelektual diharapkan lansia terhindar dari macam-macam penurunan fungsi intelektual. Menstimulasi kerja otak bisa dilakukan dengan menulis, membaca, bermain alat musik, dll. 
<!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
<!--[endif]-->

<!--[if !supportLists]-->3.      <!--[endif]-->Dimensi fisik Peningkatan populasi lansia tentunya juga akan diikuti dengan peningkatan risiko menderita berbagai penyakit kronis. Adanya   penyakit   kronis pada   lansia dapat    menurunkan    kualitas    hidup    khususnya dimensi   kesehatan   fisik, oleh karena itu, menjaga kesehatan lansia sangat penting dilakukan, seperti menjaga pola makan dan sesuai keadaannya. Kontrol monitor rutin kesehatannya

4.  Asupan gizi, istirahat yang cukup, dan olahraga ringan seperti jalan-jalan sore.

5. Dimensi Emosional Kondisi emosional Lansia merupakan keadaan psikologis Lansia meliputi aspek kemampuan berpikir, perasaan, maupun sikap yang tampak melalui perilaku yang dapat dilihat. lansia dibantu dengan keluarga untuk menstabilkan emosinya, dihrapkan agar lansia mampu memahami emosi, mengontrol emosi diri, serta mampu melakuakan hubungan sosial yang baik.

6. Sosial Kemasyarakatan Pembangunan dimensi sosial kemasyarakatan dimaksutkan untuk membangun keluarga yang bisa mendampingi, dan merawat lansia, karena tempat terbaik bagi Lansia adalah keluarga. Diharapkan keluarga dan masyarakat mampu memperhatikan, memberikan pelayanan, memberikan bantuan sosial, da pemberdayaan lansia. Dimensi Profesional Vokasional Merupakan kondisi kemampuan lansia dalam mengembangkan dirinya. Bertujuan untuk mencapai derajat kemandirian dan kualitas hidup yang prima. Indikator dari dimensi profesional vokasional adalah pengembangan usaha ekonomi oleh lansia. Usaha ekonomi produktif yang bisa dilakukan seperti membatik, bidang kuliner, dan bidang industri rumah tangga

7. Dimensi Lingkungan kondisi lansia dalam berpartisipasi di lingkungan sekitarnya. Indikator dari dimensi   lingkungan berupa partisipasi lansia dalam  kegiatan lingkungan fisik dan non fisik. Bertujuan agar terciptanya kondisi lingkungan yang kondusif di lingkungan sekitar lansia meliputi: lingkungan beraktivitas, lingkungan bersih dan sehat, lingkungan mental spiritual dan lingkungan sosial budaya

Daftar Pustaka

  • Fatmah. 2010. Gizi Usia Lanjut. Jakarta: Erlangga.
  • Wahyudi, Nugroho. 2008. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Jakarta: EGC.
  • Maryam, Siti. 2008. Menengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika.
  • Stanley, M., dan Patricia, G.B. 2007. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC.
  • Imanda, Raisa. N. (2016). Strategi Peningkatan Quality of Urban Life (QoUL) dengan Pertimbangan Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kota Tempat Tinggal. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2016.
  • Juczynski, Zygfryd. (2016). Health Related Quality Of Life: Theory And Measurement. Acta Universitatis Lodziensis Folia Psychologica. Health Psychology Department.
  • Noll, Heinz-Herbert. (2012). Social Indicators And Quality Of Life Research: Background, Achievements And Current Trends. Advances In Sociological Knowledge Over Half A Century. Paris: International Social Science Council. Published In: Genov, Nicolai Ed 2012.

 

 

Mengatasi Stres Dan Kecemasan : Panduan Kesehatan Mental Untuk Semua Usia

            Kesehatan mental atau yang juga dikenal dengan istilah mental health adalah kondisi kesehatan yang berkaitan dengan aspek kejiwaan, psikis, dan emosional seseorang. Mental Health mencerminkan keadaan kesehatan mental seseorang, termasuk tingkat keseimbangan emosional, kemampuan mengatasi tekanan dan kualitas hubungan interpersonal. Seseorang dapat dikatakan memiliki good mental health adalah apabila memiliki ketenangan jiwa dalam menjalani hidupnya. Sebaliknya seseorang yang kesehatan mentalnya terganggu akan merasa kesulitan dalam mengendalikan emosinya bahkan dapat mempengaruhi hubungan dengan orang lain, kemampuan dalam berfikir atau bahkan memicu munculnya keinginan untuk melukai diri. Oleh karena itu betapa pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari – hari.

            Fenomena saat ini banyak meningkatnya stresor dalam kehidupan sehari – hari sehingga berdampak  yang sebelumnya banyak penyakit fisik menjadi bergeser ke penyakit jiwa. Saat ini banyak orang yang sudah pandai untuk menjaga kesehatan fisiknya dengan berolahraga (lari, bersepeda, renang, dll)  secara mandiri. Banyak fasilitas tempat kesehatan dibangun yang bisa dipakai untuk sarana olah raga seperti sarana jogging track, tempat nge-gym, kolam renang untuk umum, persewaan tempat olahraga sudah ada dimana - mana sehingga banyak orang yang sudah bisa menjaga kesehatan fisiknya secara mandiri. Hal ini berbanding terbalik dengan stresor yang dihadapi dalam kehidupan sehari - hari. Kita lihat di medsos, berita televisi, dll dari pagi sampai malam menampilkan banyak sekali informasi yang membuat kita semua menjadi stres. Belum masalah kehidupan yang lain misalnya biaya hidup mahal, biaya sekolah mahal, sulitnya mencari pekerjaan,dll yang semuanya bisa menjadi pencetus timbulnya stres. Oleh karena itu saat ini banyak penyakit fisik yang bergeser menjadi penyakit jiwa (potensi timbulnya penyakit jiwa lebih banyak daripada penyakit fisik).

Angka Kejadian / Prevalesi gangguan jiwa sebenarnya tinggi di masyarakat. Kasus yang paling trend di masyarakat yaitu Skizofrenia (Gila) mengenai sekitar 5% populasi di Indonesia. Kasus yang tidak kalah juga yang sering datang berobat ke dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis saraf dan psikiater adalah gangguan cemas dan depresi yang prevalensinya sekitar 10 – 15?ri populasi global. Sehingga sejak tahun 2020 WHO menetapkan gangguan depresi menempati penyakit peringkat ke 2 dunia setelah gangguan jantung dan pembuluh darah. Hampir semua penyakit fisik ujung – ujungnya bermuara menjadi sakit jiwa. Apalagi kalau penyakit fisik tersebut harus menjalani terapi seumur hidup misalnya Kencing manis, darah tinggi, gagal ginjal, stroke, kanker dan lain – lain. Hal tersebut semuanya membutuhkan Psikiater dalam kolaborasi terapi dengan spesialis dibidang lain.

Mungkin kita sering mendengar di lingkungan kita orang yang mengeluh penyakit yang bermacam – macam dan berpindah – pindah seperti maag yang hilang timbul, sering kepala pusing, pegal – pegal, badan terasa tidak enak, sampai sering lemes dan keluar keringat dingin sampai susah tidur tetapi saat periksa ke dokter dan sudah dilakukan bermacam – macam pemeriksaan penunjang semua hasilnya normal sehingga dokter mengatakan tidak sakit. Pasti pasiennya jengkel dan tidak percaya sehingga pasien akan berpindah – pindah dokter untuk periksa (shooping dokter).

            Hal tersebut di atas yang disebut psikosomatis atau dalam bidang kesehatan jiwa disebut gangguan somatoform. Psikosomatis / gangguan somatoform sebenarnya disebabkan oleh gangguan cemas dan depresi (stres). Gangguan ini ditandai dengan adanya suatu keluhan fisik yang berulang yang disertai dengan permintaan pemeriksaan medis meskipun sudah berkali – kali dilakukan hasilnya normal tetapi pasien tetap saja minta dilakukan pemeriksaan penunjang. Kalaupun kebetulan ada kelainan yang bissa diketemukan saat dilakukan pemeriksaan penunjang tetapi hasil tersebut tidak bisa menjelaskan hubungannya dengan keluhan yang dikemukakan pasien. Mengapa bisa seperti itu? karena gangguan psikosomatis atau gangguan somatoform penyebabnya adalah gangguan pikiran / psikis ( cemas dan depresi ) atau dalam bahasa awam sering disebut stres bukan karena kelainan di organ / fisiknya, jadi kelainannya ada di program pikirannya ( Mind Set ) yang dimanifestasikan ke badan makanya disebut Psikosomatis. Psiko artinya psikis, Somatis artinya badan. Jadi Psikosomatis artinya gangguan dipsikis yang manifestasi sakitnya dirasakan dibadan. Karena penyebabnya psikis sehingga saat dilakukan pemeriksaan penunjang misalnya laboratorium, EKG, USG, ronsen, CT Scan, MRI, dll semuanya normal.

Mengapa saat terjadi psikosomatis keluhannya bisa bermacam-macam ?

Di saat orang mengalami gangguan cemas dan depresi (stres) maka ada 3 sistem tubuh yang merespon dan masing – masing respon akan menimbulkan manifestasi keluhan yang berbeda – beda di badan yaitu :

<!--[if !supportLists]-->1.    <!--[endif]-->Ketegangan motorik

Manifestasi keluhan di badan berupa :

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Otot sering kedutan / otot seperti bergerak - gerak sendiri

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Otot tegang dari tengkuk sampai kepala ( nyeri kepala )

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Cemas / gelisah

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Mudah lelah walau sedang tidak bekerja berat

<!--[if !supportLists]-->2.    <!--[endif]-->Hiperaktivitas saraf otonom

Manifestasi keluhan di badan berupa :

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Nafas pendek dan berat ( nyesek )

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Jantung berdebar / sering deg deg an

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Telapak tangan basah dan dingin

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Mulut kering ( sering haus )

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Pusing melayang / vertigo

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Maag yang tidak sembuh – sembuh kadang sampai sering diare ( lebih banyak dikenal di masyarakat dengan nama GERD )

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Sering kencing walau tidak banyak minum dan tidak memiliki rawat diabet

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Sukar menelan padahal tidak sedang radang tenggorokan

<!--[if !supportLists]-->3.    <!--[endif]-->Kewaspadaan berlebihan dan penangkapan yang berkurang

Manifestasi keluhan di badan berupa :

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Badan sering sakit – sakit semua sehingga penginnya dipijit terus

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Mudah kaget

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Sulit konsentrasi / mudah lupa

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Sulit tidur / insomnia

<!--[if !supportLists]-->-       <!--[endif]-->Mudah tersinggung / sering marah - marah

Semuanya apabila ditotal ada 17 keluhan, banyaknya keluhannya tergantung dari derajatnya apakah ringan atau sedang atau berat  psikosomatinya. Semakin berat psikosomatis maka semakin banyak keluhan yang muncul ( jadi indikator di atas bisa dijadikan cek lis untuk mengetahui berat ringannya keluhan, semakin berat berarti semakin banyak cek lis yang positif / muncul dirasakan oleh pasien sehingga itu akan mencerminkan berat ringannya gangguan cemas dan depresi / stres yang diderita oleh pasien )

Apa yang harus dilakukan ?

Pasien yang mengalami psikosomatis dapat segera datang ke poli psikiatri. Mengapa tidak ke poli umum atau poli penyakit dalam atau poli saraf ? karena pasien psikosomatis memerlukan penegakan diagnosa dengan tes psikometri bukan pemeriksaan penunjang dengan mengguanakan alat medis saja, juga pasien psikosomatis memerlukan konseling telaah penyebab cemas dan depresi / stres bukan hanya sekedar di anamnesa biasa, juga pasien psikosomatis tidak cukup dengan menggunakan obat saja tetapi memerlukan pengobatan dengan pendekatan psikoterapi yang tentunya semua itu hanya bisa dilakukan oleh Psikiater.

Selama ini kebanyakan orang akan merasa tidak nyaman bila berobat ke dokter jiwa atau sering di sebut Psikiater. Hal ini disebabkan karena prasangka dan stigma dari masyarakat terhadap orang – orang yang berobat ke dokter jiwa / Psikiater. Masyarakat kita kebanyakan menganggap orang sakit jiwa berat alias Gila yang datang ke dokter jiwa / psikiater. Pendapat ini tentunya salah besar. Tidak salah memang dokter jiwa / psikiater dikatakan mengobati pasien sakit jiwa berat alias Gila atau dalam bahasa kedokterannya Skizofrenia. Tetapi pasien skizofrenia hanyalah sebagian kecil dari pasien yang datang ke dokter jiwa / psikiater. Selebihnya adalah pasien – pasien yang mengalami gangguan cemas, depresi / stres, masalah pribadi / sosial, pasien – pasien sakit fisik yang mengalami gangguan psikologis akibat sakit kronik yang dideritanya, termasuk juga pasien dengan Psikosomatis adalah ranah terapinya dokter jiwa / Psikiater.

Cobalah mulai sekarang memakai panduan 17 keluhan di atas apabila ada pasien dengan keluhan mulai dari 1 keluhan yang paling ringan sampai 17 keluhan yang paling berat dan saat dilakukan  pemeriksaan dengan alat medis ( pemeriksaan penunjang ) normal semua maka pasien tersebut masuk katagori menderita PSIKOSOMATIS yang disebabkan oleh gangguan cemas dan depresi / stres serta jangan malu / takut untuk berobat ke Psikiater. Karena untuk menyembuhkan gangguan jiwa tidak cukup hanya dengan meningkatkan ibadah ( mendekatkan diri kepada Allah ), rekreasi, berolah raga, meditasi dan lain – lain.

Departemen Jiwa RSPAU dr. S. Hardjolukito mempunyai sarana dan prasarana yang cukup lengkap serta representatif dalam penanganan penyakit – penyakit  dengan gangguan jiwa maupun penyakit – penyakit fisik yang kombinasi ke gangguan jiwa juga. Di Poli Psikiatri melayani mulai dari pelayanan Tes Psikometri ( untuk mendukung penegakan diagnosa gangguan jiwa dan men skor berat ringannya penyakit jiwa, MMPI tes ( tes untuk masuk TNI / POLRI / PNS atau jabatan – jabatan strategis lainnya ), surat keterangan bebas narkoba, surat keterangan sehat mental dan konseling. Poli Psikiatri RSPAU dr. S. Hardjolukito mempunyai fasilitas yang sangat nyaman dan exclusive dan menerapkan sistem pelayanan One Top Service ( semua proses pelayanan dari mulai pendaftaran, konseling, apotik dan pembayaran berada dalam satu tempat pelayanan) sehingga pasien tidak perlu mondar mandir kemana – mana. Untuk pasien yang harus rawat inap karena kondisi gangguan jiwa yang berat, Paviliun Psikiatri RSPAU dr. S. Hardjolukito juga bisa merawat dengan fasilitas yang cukup nyaman dan lengkap karena di Paviliun Psikiatri mempunyai bangunan yang masih baru, bagus, minimalis modern sehingga tidak terkesan angker dengan demikian pasien tidak merasa dikucilkan atau diisolasi selama dalam perawatan.

 

 

RSPAU Gelar Pengantar Purna Tugas Ka RSPAU ke 11

RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar acara pengantar purna tugas bagi Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B., yang telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Kepala RSPAU ke-11. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (28/5/25), dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan kontribusi beliau. Acara diawali dengan Apel Luar Biasa Undur Diri yang diikuti oleh seluruh anggota rumah sakit, di mana beliau menyampaikan salam perpisahan dan rasa terima kasih atas kebersamaan yang terjalin selama masa tugasnya.

Rangkaian acara dilanjutkan di Ruang Garuda Satu, yang dihadiri oleh pejabat rumah sakit serta pengurus PIA Ardhya Garini 001-05-3 RSPAU dr. S. Hardjolukito. Dalam sambutannya, Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B., mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan memimpin RSPAU, meskipun dalam waktu singkat sejak Maret hingga Mei 2025. Beliau menitipkan harapan besar agar transformasi dan inovasi yang telah dimulai terus dilanjutkan oleh generasi penerus dengan semangat profesionalisme dan pengabdian tulus kepada bangsa dan negara.

Meski hanya menjabat selama dua bulan, Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto Sp.B., telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memajukan RSPAU. Beliau aktif mendorong peningkatan tata kelola rumah sakit, memperkuat koordinasi lintas bidang, serta mendukung program-program unggulan termasuk pengembangan sarana dan prasarana medis. Acara juga diwarnai pemberian cinderamata, sesi foto bersama, serta ramah tamah yang menggambarkan kehangatan dan kedekatan antara beliau dan seluruh civitas hospitalia.

Sebagai simbol penghormatan, foto Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B., dipasang di Galeri Kepala RSPAU, menandai estafet kepemimpinan dalam sejarah rumah sakit. Prosesi jajar pengantar pun dilaksanakan untuk mengiringi kepergian beliau secara resmi. Sebelumnya, penyerahan jabatan kepada Kadiskesau telah dilangsungkan secara resmi di Jakarta, didahului exit briefing dan laporan akhir masa jabatan. Seluruh keluarga besar RSPAU menyampaikan terima kasih dan doa terbaik, mengenang beliau sebagai pemimpin yang bersahaja, berdedikasi, dan menjadi bagian penting dalam perjalanan RSPAU menuju pelayanan yang terbaik.

Bahaya Judi Online: Ancaman Nyata Bagi Prajurit TNI dan Masa Depan Bangsa

Di tengah kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat, kemudahan akses internet telah membawa banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia militer. Namun, di balik manfaat tersebut, terselip ancaman serius yang dapat merusak tatanan disiplin dan moral seorang prajurit, salah satunya adalah judi online. Fenomena ini tidak hanya mengganggu stabilitas ekonomi dan psikologis individu, tetapi juga dapat menghancurkan karier dan kehidupan seorang anggota militer. RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito sebagai bagian dari TNI AU berkomitmen untuk turut memberikan sosialisasi tentang bahaya judi online, terutama bagi para prajurit TNI yang memiliki tanggung jawab dan kehormatan untuk dijaga.

Judi online bukan sekadar hiburan digital. Di balik kemasannya yang menarik dan menjanjikan keuntungan cepat, tersimpan risiko kecanduan yang tinggi. Seorang prajurit yang terjerat judi online perlahan akan kehilangan fokus, loyalitas, dan kedisiplinan, yang notabene adalah fondasi utama dalam kehidupan militer. Seperti yang disampaikan oleh Kababinkum TNI Laksamana Muda Kresno Buntoro, sanksi tegas berupa pemecatan akan dijatuhkan kepada prajurit TNI yang terbukti terlibat dalam aktivitas ini. Ini bukan sekadar ancaman, melainkan bentuk nyata dari komitmen TNI dalam menjaga integritas dan kehormatan institusi.

Dampak negatif dari judi online sangat luas dan serius. Pertama, kecanduan adalah konsekuensi utama yang sering terjadi. Kecanduan ini bersifat psikologis dan dapat memengaruhi perilaku serta pengambilan keputusan seorang prajurit, sehingga berisiko menurunkan kinerja dan semangat juang. Dalam jangka panjang, kecanduan judi online juga dapat menimbulkan gangguan kejiwaan seperti kecemasan berlebihan, depresi, bahkan dorongan untuk menyakiti diri sendiri.

Kedua, judi online seringkali mendorong individu untuk melakukan tindakan kriminal. Ketika uang habis dan kecanduan tak tertahankan, sebagian orang nekat mencari jalan pintas dengan mencuri, menipu, atau bahkan meminjam uang dari rentenir. Hal ini tentu bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran dan kehormatan yang dijunjung tinggi dalam dunia militer.

Ketiga, risiko terhadap keamanan siber juga menjadi perhatian serius. Situs judi online ilegal kerap menjadi pintu masuk bagi malware dan peretasan data pribadi. Informasi sensitif yang mungkin dimiliki oleh seorang prajurit, jika jatuh ke tangan yang salah, bisa menjadi ancaman terhadap keamanan negara.

Keempat, dampak finansial dari judi online sangat destruktif. Uang gaji yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan keluarga dan masa depan malah dihabiskan untuk taruhan yang tidak pasti. Akibatnya, kondisi ekonomi keluarga terganggu, bahkan bisa menyebabkan konflik rumah tangga yang berujung pada perceraian atau keretakan hubungan sosial.

Kelima, selain dampak keuangan, judi online juga berpengaruh terhadap kesehatan mental. Perasaan bersalah, tekanan karena hutang, dan rasa malu karena ketergantungan terhadap judi dapat menyebabkan gangguan psikologis berat. Dalam kondisi tertentu, prajurit yang tertekan bisa kehilangan kendali, bahkan mengancam keselamatan diri dan orang lain.

Yang paling fatal, terlibat dalam judi online dapat mengakibatkan pemecatan dari dinas militer. Hal ini bukan hanya mengakhiri karier seorang prajurit, tetapi juga mencoreng nama baik pribadi, keluarga, dan satuan tempatnya bertugas. TNI sebagai institusi pertahanan negara tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran moral dan hukum, termasuk keterlibatan dalam praktik judi online.

RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito bersama TNI AU terus berkomitmen dalam memberikan edukasi, pencegahan, serta pendampingan bagi prajurit yang berpotensi atau telah terpapar bahaya judi online. Kami mengajak seluruh elemen TNI dan masyarakat untuk bersama-sama memerangi bahaya judi online. Lindungi diri, keluarga, dan institusi dari kehancuran yang disebabkan oleh kebiasaan berjudi. Bangun kesadaran, mulai dari lingkungan terkecil, untuk menciptakan budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Ingatlah, kehormatan seorang prajurit adalah segala-galanya. Jangan gadaikan masa depan demi kesenangan sesaat. Judi online bukan solusi, melainkan jebakan yang siap menghancurkan. Mari kita jaga komitmen, integritas, dan semangat juang dalam bingkai disiplin dan tanggung jawab. Karena satu langkah salah hari ini, bisa jadi menghapus seluruh prestasi yang telah diperjuangkan selama ini. Humas RSPAU

Akhiri Masa Jabatan, Kepala RSPAU Serahkan Tugas Kepada Kadiskesau

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito melaksanakan acara penyerahan jabatan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito kepada Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Udara (Kadiskesau) dalam sebuah upacara resmi yang berlangsung di Diskesau, Jakarta, pada Senin (26/5/25). Penyerahan jabatan ini dilakukan seiring berakhirnya masa pengabdian Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B yang akan memasuki masa purna tugas. Hingga saat ini, belum ada penunjukan resmi pejabat baru sebagai Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito. Oleh karena itu, untuk menjaga kesinambungan tugas dan fungsi kepemimpinan di RSPAU dr. S. Hardjolukito, tanggung jawab jabatan sementara diserahkan kepada Kadiskesau.

Kadiskesau Marsma TNI dr. Agung Maryanto, SpB., SubspBD(K)., FINACS, FICS., FISA., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam menjaga mutu layanan kesehatan di lingkungan TNI AU. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B., selama menjabat sebagai Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito.

“Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B., atas segala bentuk dedikasi, komitmen, dan pengabdian yang luar biasa selama menjabat sebagai Kepala RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito.,” ungkap Kadiskesau.

Dalam suasana haru dan penuh kekeluargaan, Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B., bersama Ibu Liliek Aplin Ismunanto turut menyampaikan pamit purna tugas kepada segenap jajaran Diskesau dan keluarga besar kesehatan TNI AU. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan selama menjalankan amanah sebagai Kepala RSPAU.

Pada kesempatan ini Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk memimpin RSPAU serta menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Diskesau, civitas hospitalia RSPAU, dan mitra kerja atas dukungan dan sinergi selama masa jabatannya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kadiskesau atas kepercayaan, bimbingan, serta arahan yang senantiasa diberikan selama saya menjalankan tugas. Dukungan dari Kadiskesau beserta jajaran menjadi kekuatan tersendiri bagi saya dan seluruh civitas hospitalia RSPAU dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan kesehatan terbaik bagi keluarga besar TNI AU maupun masyarakat umum. Saya mohon doa restu dari Kadiskesau, seluruh pimpinan, rekan-rekan, dan keluarga besar Diskesau, karena mulai saat ini saya akan memasuki masa purna tugas dan kembali ke masyarakat. Namun begitu, hati saya akan tetap bersama TNI Angkatan Udara, terutama keluarga besar Diskesau yang telah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian saya selama ini,” kata Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penyerahan jabatan Ketua PIA Ardhya Garini Anak Ranting 001-05-3 RSPAU dr. S. Hardjolukito kepada Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 05-3 Diskesau Gabungan Mabesau, sebagai bagian dari rangkaian serah terima jabatan.

Acara berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan jabat tangan dan foto bersama sebagai bentuk penghormatan dan kenangan atas dedikasi Marsma dr. Aplin, Sp.B selama memimpin RSPAU dr. S. Hardjolukito. Humas RSPAU

Dukung Layanan Kesehatan Berkualitas: Beri Review Positif untuk RSPAU dr. S. Hardjolukito di Google

Dalam era digital seperti saat ini, reputasi dan kepercayaan terhadap suatu institusi tidak hanya dibangun dari layanan langsung, tetapi juga melalui jejak digital yang terekam secara luas di internet. Menyadari pentingnya hal tersebut, Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr. S. Hardjolukito mengajak seluruh masyarakat dan pengguna layanan untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan ulasan (review) di platform Google.

Melalui kampanye “Review Kami di Google”, RSPAU dr. S. Hardjolukito berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta membangun citra layanan kesehatan yang transparan, profesional, dan terpercaya. Partisipasi Anda sangat berperan dalam membantu calon pasien mendapatkan gambaran yang jelas tentang kualitas pelayanan yang tersedia di rumah sakit ini.

Cara Memberikan Review

Memberikan ulasan sangat mudah dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Anda dapat:

Scan QR Code yang tersedia di poster atau banner resmi rumah sakit.

Atau kunjungi tautan langsung berikut: https://bit.ly/Review_RSPAU_Hardjolukito

Setelah itu, pilih jumlah bintang yang sesuai dengan kepuasan Anda terhadap layanan beri bintang 5 (★★★★★) jika Anda merasa puas.

Tambahkan komentar atau ulasan singkat yang menggambarkan pengalaman Anda selama menggunakan layanan di RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Mengapa Ulasan Anda Penting?

Ulasan yang Anda berikan bukan sekadar angka atau komentar biasa. Setiap bintang dan kalimat yang Anda tulis akan membantu:

  • Calon pasien untuk merasa lebih yakin memilih rumah sakit ini.
  • Tim manajemen rumah sakit dalam mengevaluasi dan meningkatkan mutu layanan.
  • RSPAU dr. S. Hardjolukito untuk tumbuh menjadi rumah sakit unggulan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Semakin banyak ulasan positif yang diberikan, semakin tinggi kepercayaan publik terhadap pelayanan yang ada. Ini juga menjadi salah satu bentuk penghargaan bagi tenaga kesehatan yang telah bekerja keras memberikan layanan terbaik.


Dukungan kecil Anda lewat ulasan bisa memberikan dampak besar bagi banyak orang.
Beri bintang 5 hari ini, karena suara Anda adalah semangat kami untuk terus melayani!

 

Bersih Dari Gratifikasi: Komitmen RSPAU Untuk Pelayanan yang Berkualitas dan Bermartabat

Dalam dunia pelayanan publik, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama yang tak ternilai. Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr. Suhardi Hardjolukito menyadari sepenuhnya bahwa membangun dan menjaga kepercayaan itu membutuhkan integritas yang kokoh, transparansi dalam tata kelola, serta komitmen untuk menjunjung tinggi etika profesi. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah penolakan tegas terhadap praktik gratifikasi dalam bentuk apa pun. Melalui kampanye “Bersih dari Gratifikasi, Berkualitas dalam Melayani”, RSPAU tidak hanya menegaskan integritas lembaganya, tetapi juga membangun budaya pelayanan publik yang sehat, profesional, dan berorientasi kepada kepuasan pasien dan keluarganya.

Gratifikasi, yang seringkali dipahami sebagai pemberian dalam bentuk uang, barang, atau fasilitas kepada penyelenggara pelayanan, dapat merusak sendi-sendi profesionalisme dan keadilan dalam layanan publik. Praktik semacam itu cenderung menciptakan ketimpangan perlakuan, menurunkan kualitas layanan, dan yang lebih parah, mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan negara. RSPAU memandang bahwa gratifikasi adalah bentuk penyimpangan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai militer, moral kedokteran, serta prinsip tata kelola yang baik (good governance). Oleh karena itu, seluruh civitas hospitalia RSPAU, mulai dari tenaga medis, paramedis, hingga staf administratif, diingatkan untuk selalu menolak segala bentuk gratifikasi dan fokus memberikan layanan yang tulus dan berkualitas tanpa pamrih.

Komitmen ini diperkuat dengan implementasi program pengendalian gratifikasi yang terintegrasi ke dalam sistem manajemen rumah sakit. Dalam pelaksanaannya, RSPAU membentuk mekanisme pelaporan gratifikasi, menyediakan sarana pengaduan masyarakat, serta melaksanakan sosialisasi internal secara berkala. Tujuannya adalah membangun kesadaran kolektif bahwa integritas adalah pondasi utama dari profesionalisme. Dengan budaya organisasi yang bersih dan transparan, seluruh proses pelayanan—mulai dari administrasi pasien, konsultasi medis, tindakan medis, hingga perawatan lanjutan—dilakukan secara objektif, adil, dan berbasis standar prosedur yang ditetapkan.

Tak hanya itu, RSPAU juga menanamkan prinsip pelayanan humanis sebagai bagian dari etos kerja. Pelayanan yang diberikan bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan mencerminkan kepedulian terhadap hak pasien, empati terhadap kondisi mereka, dan keikhlasan untuk membantu pemulihan kesehatan secara optimal. Melalui pendekatan ini, RSPAU terus berupaya menjadi institusi kesehatan militer yang tidak hanya unggul dalam kompetensi medis, tetapi juga menjadi teladan dalam integritas layanan publik.

Sebagai bagian dari TNI Angkatan Udara, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito juga mengusung nilai-nilai “AMPUH” (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) dalam setiap aspek pelayanannya. Dalam konteks ini, “Adaptif” berarti mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan harapan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas layanan kesehatan. “Modern” menandakan bahwa RSPAU senantiasa memperbarui teknologi dan metode pelayanan kesehatan. “Profesional” merujuk pada dedikasi dan kompetensi tenaga medis yang terus ditingkatkan. “Unggul” menunjukkan keunggulan dalam hasil pelayanan, sedangkan “Humanis” menjadi wujud dari komitmen moral untuk melayani dengan hati.

Kampanye “Bersih dari Gratifikasi” bukan sekadar slogan, melainkan manifestasi nyata dari integritas yang dijalankan. Setiap tenaga kesehatan di RSPAU tidak hanya dituntut untuk kompeten secara klinis, tetapi juga berkarakter kuat dalam menjaga amanah pelayanan publik. Dengan demikian, pasien dan keluarganya dapat merasa aman, nyaman, dan dihargai selama menjalani perawatan di rumah sakit ini. Ini adalah bentuk nyata dari pelayanan kesehatan yang bermartabat—di mana keselamatan, hak, dan martabat pasien menjadi prioritas utama.

Akhirnya, melalui upaya ini, RSPAU ingin menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat bahwa institusi ini berkomitmen penuh membangun pelayanan kesehatan yang bersih, transparan, dan profesional. Mari bersama-sama mendukung gerakan anti gratifikasi dalam dunia pelayanan kesehatan, karena pelayanan yang bebas dari gratifikasi adalah pondasi dari layanan yang adil, berkualitas, dan terpercaya. Hanya dengan integritas, kita bisa mewujudkan sistem kesehatan nasional yang unggul dan manusiawi, serta menjadikan RSPAU sebagai rumah sakit militer yang menjadi kebanggaan bangsa dan TNI Angkatan Udara. Humas RSPAU

 

Bijak Mengonsumsi Gula: Antara Segarnya Es Teh Manis dan Keseimbangan Hidup

Dalam kehidupan sehari-hari, es teh manis menjadi salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Rasanya yang menyegarkan, mudah dibuat, dan cocok disajikan di berbagai suasana membuatnya begitu populer di berbagai kalangan. Namun di balik kenikmatan tersebut, tersembunyi risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan jika konsumsi gula tidak dikendalikan.

Gula, secara fisiologis, merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh. Namun, konsumsi gula berlebih, terutama yang berasal dari minuman manis seperti es teh manis, telah terbukti berkontribusi terhadap berbagai penyakit kronis. Diabetes melitus tipe 2, obesitas, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme lainnya menjadi momok yang mengancam kesehatan masyarakat akibat kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan. Menurut rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asupan gula tambahan yang aman bagi orang dewasa sebaiknya tidak melebihi 10?ri total kebutuhan energi harian, atau sekitar 50 gram (12 sendok teh) per hari.

Sayangnya, minuman seperti es teh manis seringkali dikonsumsi tanpa kesadaran akan kandungan gulanya. Dalam satu gelas es teh manis biasa, bisa terdapat hingga 4–6 sendok teh gula, bahkan lebih jika ditambah sirup atau pemanis buatan. Kebiasaan ini tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi bagian dari pola hidup harian—disajikan di pagi hari, siang hari saat makan, atau malam hari saat bersantai. Jika tidak dibarengi dengan aktivitas fisik yang memadai, konsumsi gula seperti ini dapat menjadi sumber “kalori kosong” yang menumpuk dan memicu permasalahan kesehatan jangka panjang.

“Berilah gula secukupnya…” tidak hanya sekadar saran gizi, tetapi juga mengandung nilai kehidupan: bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidak pernah membawa kebaikan. Dalam konteks ini, konsumsi es teh manis adalah simbol dari bagaimana manusia perlu menyeimbangkan kenikmatan dan kesehatan, tanpa mengorbankan salah satunya secara ekstrem.

 “seperti mencintai dia, sewajarnya…”.

Cinta yang tulus dan sehat bukanlah yang berlebihan, posesif, atau tanpa kendali, melainkan yang proporsional dan penuh kesadaran. Begitu pula dengan konsumsi gula. Memberi “rasa manis” pada hidup diperbolehkan, bahkan dibutuhkan, tetapi dalam kadar yang wajar dan terukur. Hal ini penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara tubuh dan apa yang kita konsumsi.

Sebagai institusi kesehatan yang menjunjung tinggi nilai TNI AU AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, Humanis), RSPAU dr. S. Hardjolukito telah membuktikan diri sebagai pelopor edukasi kesehatan yang komunikatif dan membumi. Edukasi ini tidak hanya menyasar aspek medis semata, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan psikologis masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami dan menyenangkan. Dalam era digital saat ini, pendekatan seperti ini jauh lebih efektif dibanding sekadar penyampaian angka atau larangan kaku yang justru sering diabaikan.

Di sisi lain, masyarakat pun perlu berperan aktif dalam menerjemahkan pesan ini ke dalam kebiasaan nyata. Mulailah dengan hal sederhana, seperti mengurangi jumlah gula saat membuat teh, mengganti sebagian konsumsi gula dengan pemanis alami seperti madu, atau lebih sering minum air putih dibanding minuman manis kemasan. Perubahan kecil yang konsisten akan memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Sebagai penutup, mari menjaga kesehatan tubuh dan kehidupan secara umum. Es teh manis memang menyegarkan, tetapi kebijaksanaan dalam menakar gulanya adalah cerminan cinta terhadap diri sendiri. Sama seperti mencintai seseorang, manisnya tidak perlu berlebihan—cukup sewajarnya, agar tidak menyakitkan. Karena kesehatan bukanlah soal larangan, tetapi pilihan cerdas untuk hidup lebih baik. Humas RSPAU

 

 

 

RSPAU Terima Kunjungan dari FK UKDW Yogyakarta

RSPAU dr. S. Hardjolukito menerima kunjungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (FK UKDW) Yogyakarta pada Kamis (22/5/25). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Garuda Satu ini merupakan bagian dari agenda supervisi dan monitoring evaluasi pelaksanaan Kepaniteraan Klinik bagi mahasiswa profesi dokter. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B., yang menyambut hangat kehadiran rombongan dari FK UKDW. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kepercayaan FK UKDW dalam menjadikan RSPAU sebagai salah satu rumah sakit jejaring untuk mendukung pendidikan kedokteran klinis.

Rombongan FK UKDW dipimpin oleh Ketua Program Studi Profesi Dokter, dr. Hariatmoko, Sp.B., FINACS, dan turut serta beberapa perwakilan dari jajaran akademik serta tim Komkordik RS Bethesda Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai aspek evaluasi pelaksanaan kepaniteraan klinik, penyampaian masukan dari rumah sakit jejaring, serta rencana tindak lanjut guna meningkatkan mutu pendidikan klinik di lingkungan FK UKDW.

Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan komitmen bersama untuk terus memperkuat kerja sama strategis antara institusi pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan. Humas RSPAU

Seberapa Penting Medical Chek Up Sebagai Upaya Deteksi Penyakit?

Dalam dekade terakhir, kemajuan teknologi telah membawa perubahan yang luar biasa di berbagai bidang kehidupan kita, tidak terkecuali dalam bidang kesehatan. Teknologi bidang kesehatan berperan penting dalam upaya deteksi dini terhadap permasalahan Kesehatan, penyakit, epidemiologi.

 

Deteksi dini adalah upaya-upaya untuk mengetahui atau mengenali secara awal. Deteksi dini penyakit berarti adalah suatu upaya-upaya untuk mengenali seawal mungkin ada tidaknya suatu penyakit, kelainan atau kerusakan fisik atau gangguan perkembangan mental atau perilaku dengan menggunakan beberapa metode/prosedur.

 

Sehingga deteksi dini juga merupakan bentuk usaha preventif sejak awal terhadap indikasi-indikasi akan terjadinya gangguan atau penyakit. Dengan demikian, berbagai penyakit dapat segera dikenali dan pengobatan juga bisa segera dilakukan sedini mungkin.

Melakukan tindakan pencegahan terhadap penyakit bisa dilakukan dengan secara rutin atau berkala melakukan pemeriksaan kesehatan atau  sering kita kenal dengan MCU ( Medical Chek Up ).

Manfaat Melakukan Deteksi Dini

Dengan melakukan deteksi dini penyakit, kita bisa mendapatkan banyak manfaat, seperti :

  • Mencegah penyakit untuk berkembang lebih parah
  • Lebih mudah diobati
  • Meminimalisir potensi kematian akibat penyakit yang berat
  • Memonitor perkembangan proses tumbuh kembang                                                                                          

Tujuan dan Manfaat MCU Bagi  Kesehatan

Apakah MCU bisa mendeteksi adanya penyakit? Tes MCU adalah serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang secara komprehensif, menyeluruh, dan mendeteksi penyakit sedini mungkin.

Walaupun sedang dalam kondisi sehat, ada banyak manfaat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tes ini sebaiknya dilakukan satu tahun sekali, baik di akhir tahun atau awal tahun, biasanya dilakukan bertepatan pada tanggal dan bulan kelahiran atau dengan kata lain pada saat ulang tahun.

Beberapa manfaat tes MCU sebagai berikut :

  • Mengenali adanya masalah kesehatan atau penyakit yang mungkin dimiliki saat ini, sehingga bisa dilakukan Tindakan atau pengobatan sejak dini.
  • Mengidentifikasi gangguan kesehatan apapun yang berpotensi bisa menjadi masalah medis di masa yang akan mendatang.
  • Menilai fungsi atau kemampuan kinerja organ vital pada manusia.
  • Melakukan booster atau perbarui imunisasi bila diperlukan.
  • Membangkitkan semangat atau gairah untuk menerapkan dan menjaga perilaku hidup sehat, beraktifitas positif dan rutinitas dalam olahraga.
  • Menurunkan biaya pengobatan, karena sudah lebih dulu melakukan pencegahan sejak dini sebelum penyakit menjadi parah.
  • Meningkatkan kesehatan tubuh dan harapan hidup pada seseorang yang memiliki penyakit keturunan dari orang tua. 
  • Meningkatkan kualitas hidup seseorang.
  • Mengetahui proses tumbuh kembang anak.
  • Mencegah penurunan penyakit pada anak.                                                                                        

Proses Medical Check Up

Rangkaian atau jenis-jenis pemeriksaan akan tergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan keseluruhan dari pasien.

Berikut ini proses pelaksanaan MCU sebagai berikut:

1. Pemeriksaan Riwayat Kesehatan

Pada tahap ini, dokter atau perawat akan melakukan anamnesa / wawancara terkait keluhan yang sedang atau pernah dialami dan riwayat kesehatan keluarga. Pertanyaan lainnya adalah perihal gaya atau pola hidup tidak sehat / bad habit yang selama ini dikerjakan oleh pasien.

2. Pemeriksaan tanda vital

Tim medis akan melakukan beberapa prosedur pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui:

  • Irama denyut jantung.
  • Jumlah denyut jantung dalam semenit.
  • Jumlah pernapasan dalam semenit.
  • Suhu tubuh.
  • Tekanan darah.

3. Pemeriksaan fisik

Dokter akan meminta pasien untuk berbaring, duduk, atau berdiri. Posisinya akan tergantung pada bagian tubuh mana yang diperiksa. Tim medis juga akan memeriksa kulit, rambut, kuku, telinga,hidung, tenggorok dan mata, pasien.

4. Pemeriksaan penunjang

Beberapa pemeriksaan tambahan yang lakukan, antara lain:

  • Pemeriksaan laboratorium. Caranya dengan mengambil sampel darah, urine, atau tinja pasien guna mendeteksi kelainan.
  • Pemindaian. CT Scan, MRI, BMD, USG, Endoscopy dan foto rontgen untuk melihat kondisi organ dalam tubuh dengan lebih jelas.
  • Pemeriksaan rekam jantung. Gunanya untuk merekam aktivitas listrik jantung dalam posisi istirahat atau saat melakukan aktivitas/ terbebani ( treadmill ), bisa juga perekaman irama jantung selama 24 jam nonstop ( holter ecg ).
  • Pap Smear. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan 3 tahun sekali terhadap wanita yang aktif secara seksual guna mendeteksi kemungkinn adanya kanker serviks.

                                                             <!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]-->

Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum Medical Check Up

Sebelum melakukan rangkaian prosedure tes MCU, diperlukan adanya beberapa persiapan. Antara lain adalah:

  • Istirahat atau tidur yang cukup, minimal 6 jam sebelum pemeriksaan. Sebab, kurang tidur bisa memengaruhi tekanan darah, detak jantung, dan suhu tubuh. 
  • Puasa atau tidak makan atau minum 8-10 jam sebelum pemeriksaan laboratorium. Meski begitu, minum air putih mungkin masih diperbolehkan untuk mencegah dehidrasi pada tes gula darah dan kolesterol.
  • Tidak diperbolehkan minum alkohol 24 jam sebelum jadwal tes. Sebab, alkohol dapat memengaruhi / mengkaburkan hasil dari beberapa pemmeriksaan. 
  • Informasikan kepada pemeriksa terkait semua obat-obatan yang sedang dikonsumsi sebelum pemeriksaan.
  • Untuk wanita, beritahu tim medis jika sedang menstruasi. Sebab, pasien tidak bisa melakukan tes urine, feses, dan pap smear. Darah akan memberikan hasil yang tidak akurat. 
  • Pada Wanita yang sedang mmengandung / hamil, agar  beritahu dokter atau petugas medis untuk membatalkan pemeriksaan dengan X-ray.
  • Kenakan pakaian yang nyaman dan lepaskan perhiasan, riasan, atau aksesoris yang melekat pada tubuh.
  • Mengisi informed concent, persetujuan Tindakan dan kuesioner yang berisi daftar pertanyaan yang mengacu pada kesehatan pasien secara menyeluruh. 

 


 

 

 

RSPAU Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117

RSPAU dr. S. Hardjolukito melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 pada Selasa pagi (20/5/25) di Lapangan RSPAU. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Aplin Ismunanto, Sp.B., dan diikuti oleh seluruh civitas hospitalia RSPAU dengan khidmat dan semangat nasionalisme yang tinggi.

Mengusung tema "Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat", upacara ini menjadi momentum reflektif bagi seluruh angota RSPAU untuk meneladani semangat persatuan dan kebangkitan bangsa yang telah digelorakan sejak berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 silam.

Dalam amanatnya, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito membacakan sambutan resmi dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa peringatan Harkitnas bukan sekedar mengenang tanggal dalam kalender nasional, namun merupakan pengingat akan semangat kebangkitan kesadaran nasional, keberanian, dan semangat untuk menolak penjajahan serta membangun bangsa dengan kekuatan sendiri.

“117 tahun yang lalu, di tengah tekanan kolonialisme, lahir kesadaran baru yang menyulut api perubahan. Melalui Budi Utomo, bangsa ini membangun keyakinan bahwa kemajuan harus bersumber dari kekuatan sendiri,” kata Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito saat membacakan sambutan.

Sambutan tersebut juga menyoroti tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, krisis pangan global, hingga ketegangan geopolitik dan ancaman terhadap kedaulatan digital. Dalam menghadapi semua itu, Indonesia diharapkan mampu tampil sebagai trusted partner di kancah global dengan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Tak hanya di tingkat global, semangat kebangkitan juga terlihat dalam pembangunan nasional, termasuk di bidang kesejahteraan sosial, kesehatan, ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia. Program-program seperti makan bergizi gratis, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penguatan pelatihan vokasi dan talenta digital disebut sebagai fondasi dasar untuk membangun kebangkitan nasional yang berkelanjutan.

Di akhir sambutan, ditekankan pentingnya kontribusi seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang kuat dan mandiri, termasuk di antaranya institusi pelayanan publik seperti rumah sakit TNI yang berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat dan prajurit.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh makna. Semangat kebangkitan nasional yang tercermin dalam amanat dan kehadiran seluruh civitas hospitalia menjadi pengingat bahwa RSPAU sebagai institusi di bidang kesehatan militer dan publik, turut berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, sehat, dan berdaulat. Humas RSPAU