Tuberkulosis (TBC) hingga kini masih menjadi masalah kesehatan besar di Indonesia. Berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia menempati posisi kedua dengan estimasi beban TBC tertinggi di dunia setelah India, yaitu sekitar 1.060.000 kasus atau 385 per 100.000 penduduk, dengan angka kematian mencapai 141.000 jiwa atau 51 per 100.000 penduduk. Data final Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) tahun 2023 per 1 Maret 2024 menunjukkan bahwa 821.200 kasus (77%) telah ditemukan, sementara sekitar 238.800 kasus masih belum terdeteksi atau belum dilaporkan, sehingga berpotensi menjadi sumber penularan di masyarakat. Kondisi inilah yang mendorong pemerintah memperkuat upaya deteksi dini melalui strategi Active Case Finding (ACF) untuk menemukan kasus sedini mungkin dan memutus rantai penularan.
Semangat tersebut hadir di jantung kota Yogyakarta pada Sabtu (29/11/25) ketika kegiatan ACF TBC menyasar para abdi dalem serta masyarakat di sepanjang kawasan Malioboro. Dengan cakupan 20 titik skrining dan target 2.000 peserta, kegiatan ini menjadi momentum besar dalam mendukung percepatan program nasional eliminasi TBC.
Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., menyampaikan bahwa RSPAU berkomitmen mendukung percepatan eliminasi TBC melalui deteksi dini dan layanan kesehatan yang profesional. Beliau juga menambahkan bahwa RSPAU akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi keberhasilan program kesehatan nasional.
sementara itu Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyampaikan bahwa penanganan TBC di Provinsi DIY bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Beliau menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan dan pengendalian TBC dapat berjalan lebih efektif. Ni Made menilai bahwa sinergi ini merupakan bagian penting dari komitmen implementatif bersama untuk mewujudkan DIY yang bebas TBC.
pada kesempatan ini, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, turut hadir meninjau proses skrining dan melihat langsung antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini. Dimana sebelum menuju lokasi ACF, Wamenkes melakukan kunjungan ke RSPAU dr. S. Hardjolukito sebagai bentuk apresiasi dan penguatan kolaborasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan terima kasih kepada manajemen rumah sakit serta jajaran TNI atas kontribusi dan konsistensi RSPAU dalam mendukung penuh program-program pemerintah, terutama percepatan pemberantasan TBC. Kunjungan tersebut sekaligus mempertegas kepercayaan pemerintah bahwa RSPAU memiliki kapasitas, kesiapan, serta komitmen yang kuat sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program kesehatan nasional. Kapusterau Marsma TNI Tjahja Elang Migdiawan, S.T., M.M., turut hadir dalam kegiatan tersebut, hal ini menunjukkan dukungan penuh jajaran TNI AU terhadap upaya ini.
Di lapangan, tenaga kesehatan RSPAU hadir dengan peran yang sangat berarti. Tidak hanya melakukan skrining, mereka juga menyapa masyarakat dengan ramah, memberikan penjelasan yang menenangkan, dan mendampingi peserta yang tampak cemas. Para tenaga kesehatan memastikan setiap abdi dalem, pedagang, lansia, hingga wisatawan yang ikut menjalani pemeriksaan merasa dihargai, dilayani, dan dibimbing dengan penuh empati. Bagi RSPAU, setiap warga bukan sekadar bagian dari target skrining, tetapi individu yang perlu didukung dalam menjaga kesehatan mereka.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor diantaranya BB Labkesmas, RSPAU dr. S. Hardjolukito, Dinas Kesehatan DIY, Dinas Pariwisata, TNI dan Keraton Yogyakarta, yang berperan memastikan koordinasi lapangan, kesiapan logistik, serta tindak lanjut pemeriksaan berjalan sesuai standar. Dengan fasilitas RSPAU yang lengkap, tenaga kesehatan yang profesional, serta pengalaman dalam mendukung berbagai kegiatan nasional, proses pelaksanaan ACF berlangsung optimal dan terkoordinasi dengan baik.
Melalui keterlibatan aktif dalam ACF TBC di Malioboro ini, RSPAU kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerintah mewujudkan Indonesia bebas TBC. RSPAU akan terus hadir dalam berbagai program kesehatan nasional dengan pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis demi tercapainya masyarakat yang lebih sehat dan terlindungi dari penyakit menular. Humas RSPAU