Daftar Berita

RSPAU Gelar Apel Luar Biasa Tahun Baru 2026

RSPAU dr. S. Hardjolukito menyelenggarakan Apel Luar Biasa dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 yang digelar di Lapangan RSPAU (2/1/26). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., selaku Inspektur Upacara dan diikuti oleh seluruh civitas hospitalia RSPAU.

Pada kesempatan tersebut, Inspektur Upacara membacakan Amanat Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) pada Apel Luar Biasa Tahun Baru 2026. Dalam amanatnya, Kasau mengajak seluruh personel TNI Angkatan Udara untuk kembali melihat perjalanan selama tahun 2025, yang penuh dinamika sekaligus berbagai capaian membanggakan. Kasau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas beragam prestasi yang berhasil diraih TNI Angkatan Udara, mulai dari keberhasilan mempertahankan zero accident, kontribusi pada program nasional, penanggulangan bencana, hingga keberhasilan prajurit dalam mengharumkan nama bangsa di berbagai bidang.

Kasau menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil dari dedikasi, profesionalisme, dan kerja keras seluruh prajurit dan ASN TNI AU di berbagai satuan, termasuk di lingkungan pelayanan kesehatan. Momentum tahun baru diharapkan menjadi energi baru untuk terus meningkatkan kinerja, disiplin, dan soliditas dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Dalam amanatnya, Kasau juga kembali menekankan lima prioritas TNI Angkatan Udara, yaitu modernisasi alpalhankam, validasi organisasi, pengembangan perangkat lunak, peningkatan kualitas SDM, serta partisipasi aktif dalam mendukung kebijakan nasional. Seluruh prioritas tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan operasional dan menjaga profesionalisme TNI Angkatan Udara.

Selain itu, Kasau juga menyampaikan Perintah Harian sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh personel TNI Angkatan Udara. Di antaranya menekankan peningkatan keimanan dan ketakwaan, menjunjung tinggi disiplin dan kehormatan prajurit, menumbuhkan budaya keselamatan kerja dan terbang, meningkatkan kesadaran keamanan siber, memperkuat transformasi TNI AU yang adaptif dan modern, membangun SDM yang unggul, serta memperkokoh sinergi nasional dalam mewujudkan Indonesia Maju.

Pelaksanaan Apel Luar Biasa Tahun Baru 2026 di RSPAU berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas hospitalia RSPAU untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik, sekaligus berkontribusi mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Udara di tahun 2026. Humas RSPAU

Selamat Tahun Baru 2026

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito dan Ketua PIA AG Ranting 01-12 RSPAU dr. S. Hardjolukito Gabungan Mabesau beserta Civitas Hospitalia RSPAU mengucapkan :

"Selamat Tahun Baru 2026"

Semoga tahun ini membawa kesehatan, harapan, dan semangat baru bagi kita semua.

Dalam Doa dan Kebersamaan RSPAU Mantapkan Langkah Menyongsong Tahun 2026

RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar kegiatan doa bersama dalam rangka menyambut malam pergantian Tahun Baru 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa malam (31/12/25) bertempat di Gedung Siaga Bencana RSPAU dr. S. Hardjolukito, dan diikuti oleh jajaran pimpinan, pejabat, serta civitas hospitalia RSPAU.

Acara diawali dengan sambutan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan seluruh keluarga besar RSPAU dalam menyongsong Tahun Baru 2026, sekaligus mengajak seluruh insan RSPAU menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana refleksi dan penguatan komitmen pengabdian.

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito juga menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan, termasuk situasi kebencanaan dan kondisi darurat yang masih dihadapi bangsa, insan kesehatan dituntut untuk selalu siap siaga, profesional, dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kebersamaan pada malam pergantian tahun ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk saling menguatkan serta meneguhkan harapan dalam menjalankan tugas kemanusiaan ke depan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah dan doa bersama, sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa bagi seluruh keluarga besar RSPAU dan masyarakat luas.

Menjelang detik-detik pergantian Tahun Baru 2026, RSPAU dr. S. Hardjolukito juga melaksanakan kegiatan Sapa Nusantara, sebagai wujud kebersamaan dan solidaritas tanpa batas jarak. Melalui kegiatan ini, pimpinan dan keluarga besar RSPAU menyapa serta memberikan dukungan moril kepada para personel kesehatan yang tengah bertugas di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari wilayah barat, tengah, hingga timur Nusantara.
Selain itu, sapaan dan doa juga disampaikan kepada personel RSPAU yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan di daerah penugasan, termasuk di Aceh serta wilayah misi kemanusiaan internasional di Gaza. Momen ini menjadi ungkapan rasa bangga, empati, dan penghormatan atas dedikasi para tenaga kesehatan yang tetap mengabdikan diri demi kemanusiaan, meski jauh dari keluarga di malam pergantian tahun.

Setelah itu, seluruh anggota RSPAU yang hadir bersama-sama menunggu detik-detik pergantian Tahun Baru 2026 dalam suasana khidmat, sederhana, dan penuh kebersamaan. Momen ini menjadi simbol kesiapan RSPAU dr. S. Hardjolukito untuk melangkah ke tahun yang baru dengan semangat baru, harapan yang lebih kuat, serta komitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang adaptif, profesional, unggul, dan humanis.
Melalui kegiatan ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito berharap nilai kebersamaan dan solidaritas yang terbangun dapat semakin memperkokoh peran rumah sakit dalam mendukung tugas-tugas kesehatan dan kemanusiaan di tahun 2026. Humas RSPAU

Promo Spesial Hari Ibu

Masih ada waktu untuk memberikan hadiah terbaik bagi Ibu 
Dalam rangka Peringatan Hari Ibu, Promo Spesial Hari Ibu untuk layanan Secretome masih berlangsung hingga 31 Desember, dengan diskon 13% untuk terapi yang membantu regenerasi sel lebih cepat, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mengurangi peradangan.

Jangan lewatkan kesempatan ini, karena merawat kesehatan Ibu adalah wujud cinta yang paling bermakna 

Perkuat Respons Kegawatdaruratan, RSPAU Resmikan Tim Pelayanan Stroke Terpadu

Stroke merupakan kondisi yang sering datang tanpa peringatan, membawa kepanikan bagi pasien dan keluarga, serta menuntut respons yang cepat dan tepat dari tenaga kesehatan. Dalam situasi genting seperti ini, pelayanan yang terintegrasi, terstandar, dan penuh empati menjadi kunci utama keselamatan dan pemulihan pasien. Kesadaran akan pentingnya sistem pelayanan stroke yang kuat inilah yang melatarbelakangi pembentukan Tim Pelayanan Stroke Terpadu di RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Sebagai wujud komitmen tersebut, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., secara resmi meresmikan Tim Pelayanan Stroke Terpadu RSPAU dr. S. Hardjolukito, Senin (22/12/2025). Peresmian ini menjadi langkah strategis rumah sakit dalam memperkuat sistem pelayanan stroke yang cepat, terkoordinasi, dan berkesinambungan.

Dalam sambutannya, Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito menegaskan bahwa pembentukan Tim Pelayanan Stroke Terpadu merupakan komitmen RSPAU untuk menghadirkan pelayanan yang terintegrasi, terstandar, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Seluruh unsur yang terlibat harus bekerja sebagai satu kesatuan, disiplin terhadap alur dan standar pelayanan medis, serta terus melakukan evaluasi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan,” ungkap Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Ketua Tim Pelayanan Stroke Terpadu RSPAU Kolonel Kes dr. Mohamad Daiman Mukidin SpN, FMIN, FINA., menyampaikan bahwa pembentukan tim ini bertujuan untuk menyatukan seluruh potensi layanan stroke di RSPAU dalam satu sistem yang terstruktur dan terstandar. Melalui kerja sama lintas profesi dan lintas unit, diharapkan setiap pasien stroke dapat memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan sejak fase akut hingga rehabilitasi.

Sementara itu, Ka Tim Supervisi dr. Tis’a Collassum, Sp.N., KFR menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan alur pelayanan dan kepatuhan terhadap standar pelayanan medis. Supervisi akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan mutu pelayanan tetap terjaga, sekaligus mendorong perbaikan berkesinambungan melalui evaluasi rutin dan penguatan koordinasi antarunit.
Pelayanan stroke terpadu di RSPAU dirancang sebagai sebuah sistem pelayanan menyeluruh yang menitikberatkan pada kecepatan respons dan kesinambungan perawatan. Pelayanan dimulai sejak penanganan awal di Instalasi Gawat Darurat, dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang yang cepat dan akurat, tindakan medis lanjutan sesuai indikasi klinis, perawatan intensif, hingga rehabilitasi yang terintegrasi. Seluruh proses tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas profesi dan lintas unit dalam satu alur pelayanan yang jelas dan terstandar.
Selain aspek klinis, pelayanan stroke terpadu di RSPAU juga mengedepankan pendekatan humanis dengan menghadirkan komunikasi yang baik, empati, serta pendampingan kepada pasien dan keluarga yang tengah menghadapi kondisi penuh kecemasan. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan pasien selama proses perawatan berlangsung.

Kegiatan peresmian dihadiri oleh Wakil Kepala RSPAU dr. S. hardjolukito, para pejabat RSPAU, Marsma TNI (Purn) dr. Wahyu W., Sp.S., M.Kes, dr. Ratih Wahyu N., Sp.N., FINA, dr. Tis’a Collassum, Sp.N., KFR, Mayjen TNI (Purn) DR. dr. Agus Yunianto, Sp.BS (K), Nining Indri Astuti, AMK, serta Aji Kiyat W., S.Kep., Ners.
Dengan diresmikannya Tim Pelayanan Stroke Terpadu, RSPAU dr. S. Hardjolukito semakin memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi medis, tetapi juga berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, terstandar, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Humas RSPAU

Selamat Hari Ibu

bu adalah cinta yang bekerja dalam diam.
Menguatkan tanpa diminta, mendoakan tanpa jeda,
dan tetap bertahan meski lelah tak pernah bercerita.

Di setiap langkah pengabdian kami,
ada nilai-nilai yang kami pelajari dari seorang ibu:
ketulusan, kesabaran, dan kasih yang tak bersyarat.

Selamat Hari Ibu
Terima kasih telah menjadi cinta yang selalu
ada ❤️

Laksanakan Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77: Refleksi Pengabdian RSPAU Dalam Meneguhkan Peran Pelayanan Kesehatan Sebagai Wujud Bela Negara

RSPAU dr. S. Hardjolukito memperingati Hari Bela Negara ke-77 dengan melaksanakan upacara pada 19 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh insan RSPAU untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian dalam melayani sesama sebagai wujud nyata bela negara di bidang kesehatan.

Upacara yang berlangsung khidmat di lapangan upacara RSPAU ini diikuti oleh seluruh civitas hospitalia RSPAU. Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, yang mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesiapsiagaan, ketangguhan, dan kepedulian satu sama lain.

Waka RSPAU dr. S. Hardjolukito Kolonel Kes dr. Dedy Afandi C.N., Sp.A., MSc., selaku Inspektur upacara membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, menyampaikan bahwa setiap tanggal 19 Desember bangsa Indonesia mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948. Peristiwa bersejarah ini menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan dan ancaman, semangat persatuan dan pengabdian mampu menjaga Indonesia tetap berdiri.

Presiden RI juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berbentuk ancaman fisik, tetapi juga hadir dalam wujud perang siber, disrupsi teknologi, penyebaran informasi yang menyesatkan, hingga bencana alam yang semakin sering terjadi dan kerap menguji rasa kemanusiaan kita. Pada momentum Hari Bela Negara ke-77 ini, Presiden turut mengajak seluruh bangsa untuk menaruh kepedulian kepada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana alam, sebagai panggilan moral untuk hadir, membantu, dan menguatkan satu sama lain. Dalam situasi tersebut, semangat bela negara harus hidup sebagai kesadaran kolektif untuk saling menjaga, saling membantu, dan saling menguatkan.

Bagi civitas hospitalia RSPAU, peringatan bela negara dimaknai sebagai panggilan untuk hadir memberikan pelayanan kesehatan yang tulus, cepat, dan penuh empati. Dalam konteks kebencanaan, RSPAU senantiasa menyiapkan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta sistem pelayanan yang siap digerakkan untuk mendukung penanganan darurat, evakuasi medis, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Setiap senyum, setiap sentuhan pelayanan, dan setiap upaya menyelamatkan nyawa merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa, sekaligus wujud kepedulian terhadap kemanusiaan.
Upacara ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar seluruh insan RSPAU dan bangsa Indonesia senantiasa diberikan kekuatan, keselamatan, dan keteguhan hati. Momentum Hari Bela Negara ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai ujian, semangat kemanusiaan, solidaritas, dan kehadiran nyata bagi sesama adalah wujud bela negara yang paling bermakna, demi Indonesia yang kuat, maju, dan berperikemanusiaan. Humas RSPAU

Selamat Hari Bela Negara

Selamat Hari Bela Negara 
19 Desember 2025
“Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”

Bela negara merupakan bentuk tanggung jawab dan pengabdian setiap warga negara dalam menjalankan peran dan tugasnya.

RSPAU dr. S. Hardjolukito berkomitmen mendukung Indonesia Maju melalui pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan humanis sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.

KUATKAN PERAN PEREMPUAN, RSPAU PERINGATI HARI IBU TAHUN 2025

RSPAU dr. S. Hardjolukito menyelenggarakan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini menjadi wujud penghormatan terhadap peran strategis perempuan sekaligus komitmen RSPAU dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan perempuan secara berkelanjutan.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) yang diwakili oleh Seslem AAU Marsma TNI Harry Sofian E, S.IP., M.H., serta sambutan Kepala RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi kesehatan perempuan yang disampaikan oleh para narasumber dari RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, diantaranya edukasi tentang kanker serviks oleh dr. Diana Fitri, Sp.OG, yang menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan. Selanjutnya, dr. Lidwina Tika Trisnawati, Sp.Pd., menyampaikan edukasi mengenai stem cell sebagai salah satu inovasi dalam dunia kesehatan. Materi terakhir disampaikan oleh Mayor Kes (W) dr. Gusti Ayu Anggawati, Sp.DVE, yang membahas edukasi tentang kecantikan dan perawatan kesehatan kulit. Seluruh materi dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab bersama peserta.

Sebagai rangkaian kegiatan sebelumnya, RSPAU dr. S. Hardjolukito telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan (rikkes) berupa skrining HPV DNA dan Mamografi yang dilaksanakan pd tgl 11, 12 dan 16 Desember 2025. Kegiatan tersebut diikuti oleh 74 peserta yang terdiri dari 37 anggota PIA Ardhya Garini, 15 WARA, 17 PNS, dan 5 PPPK, sebagai bentuk nyata upaya promotif dan preventif dalam mendukung deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Pemeriksaan kesehatan kembali dilanjutkan setelah seluruh rangkaian acara edukasi selesai dilaksanakan.

Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 ini dihadiri oleh Kamuspussirla Kolonel Kal Christian Tri Aryono, S.Sos., Danlanud Adi Sutjipto yang diwakili oleh Kadispers Lanud Adisutjipto Kolonel Pnb Ruli Surya PS , PIA AG Bakorda DIY yang terdiri dari PIA AG CBS AAU, PIA AG Cab 8/D.II Lanud Adisutjipto, PIA AG Ranting 01-12 RSPAU dr. S. Hardjolukito Gab Mabesau, PIA AG Anak Ranting 001-02-3 Yon Arhanud 21 G Kopasgat, PIA AG Ranting 04-5 Satrad 404/K.IV D Koopsau Congot dan PIA AG Ranting 01-2 Wingdik 100/Ter G Kodiklatau, Dinkes Prov DIY, Dinkes Kabupaten Bantul, Dinkes Kabupaten Sleman, serta anggota dan pejabat RSPAU dr. S. Hardjolukito

Melalui peringatan Hari Ibu Tahun 2025 ini, RSPAU menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang promotif, preventif, profesional, dan humanis, sekaligus mendorong perempuan Indonesia untuk senantiasa menjaga kesehatan, meningkatkan kapasitas diri, dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Humas RSPAU

Perkuat Tata Kelola Maternal dan Neonatal, RSPAU Sambut Technical Assistant KIMB Kemenkes RI

RSPAU dr. S. Hardjolukito menerima kunjungan Technical Assistant Pengkajian Kematian Ibu dan Bayi (KIMB) jejaring Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSPAD Gatot Soebroto dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak. (15/12/25)

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan dalam melakukan pengkajian kematian ibu dan bayi secara komprehensif, sistematis, dan berkelanjutan, guna mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional.

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam perbaikan mutu layanan.

“Kami menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola mutu layanan maternal dan neonatal. Kolaborasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan, lintas profesi, dan lintas lembaga adalah kunci dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, tim Technical Assistant Kemenkes RI bersama jejaring KIA RSPAD Gatot Soebroto melakukan pendampingan teknis, diskusi, serta evaluasi terhadap pelaksanaan pengkajian dan pelaporan kematian ibu dan bayi di RSPAU, termasuk penguatan proses analisis dan tindak lanjut berbasis rekomendasi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengkajian kematian ibu dan bayi di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito. Melalui pendampingan teknis dan penguatan jejaring, RSPAU berkomitmen menjadikan setiap proses evaluasi sebagai pijakan nyata untuk perbaikan berkelanjutan, demi terwujudnya pelayanan maternal dan neonatal yang semakin bermutu, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Humas RSPAU

Hadapi Transformasi sistem pembiayaan iDRG, RSPAU gelar Workshop Penyusunan Unit Cost, Tarif dan Pola Remunerasi bagi RSAU se-Indonesia.

RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar Workshop Unit Cost, Tarif, dan Remunerasi Tahun 2025 yang dilaksanakan secara luring di Ruang Garuda I serta daring melalui platform Zoom (10/12/25). Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari  ini dibuka secara daring oleh Kapuskesau Marsda TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes., dan diikuti oleh perwakilan rumah sakit TNI Angkatan Udara (RSAU) dari seluruh wilayah di Indonesia.

Dalam sambutannya Kapuskesau menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan keuangan rumah sakit TNI AU, khususnya dalam rencana penerapan skema pembayaran iDRG yang menuntut transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. RSAU jajaran Puskesau diharapkan mampu memperkuat visibilitas keuangan rumah sakit serta menjadi dasar penerapan sistem remunerasi yang berkeadilan di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Workshop diawali dengan paparan Keynote Speaker Direktur PPK BLU Kementerian Keuangan Meirijal Nur, S.E., MBA., yang menegaskan bahwa pengelolaan rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. Perhitungan unit cost yang akurat serta penetapan tarif layanan yang rasional dinilai menjadi fondasi utama keberlanjutan operasional rumah sakit, sekaligus instrumen penyelarasan kebijakan keuangan di lingkungan RSAU secara nasional.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Yos Hendra, S.E., M.M., Kepala Divisi DVC FKKMK Universitas Gadjah Mada, yang mengulas secara komprehensif tentang unit cost dan tarif rumah sakit. Disampaikan bahwa karakteristik layanan rumah sakit yang tidak homogen menuntut metode penghitungan biaya yang tepat. RSAU yang mayoritas melayani pasien JKN dituntut menghadirkan pelayanan bernilai melalui pengendalian biaya tanpa mengorbankan mutu, dengan pemahaman yang seragam terhadap struktur biaya tetap, biaya variabel, serta biaya langsung dan tidak langsung.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Wawan, S.Kom, M.M dari RSUP dr. Sardjito yang memaparkan penerapan pola remunerasi pada rumah sakit BLU. Remunerasi dipahami sebagai imbalan atas kontribusi pegawai yang harus berbasis kinerja, produktivitas, dan tingkat kesulitan pelayanan. 

Aspek sistem informasi diperkuat melalui materi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang disampaikan oleh Muhammad Amir Rosyidi, S.Kom. dari RSUP dr. Sardjito. Pengembangan SIMRS dinilai perlu memiliki masterplan yang selaras agar mampu mendukung integrasi data, keamanan sistem, serta pengambilan keputusan berbasis data secara terstandar di lingkungan RSAU.

Penguatan teknis disampaikan oleh Dirbinyankes Puskesau, Kolonel Kes dr. Tjatur Budi, Sp.B., melalui simulasi unit cost tindakan berbiaya tinggi. Dirbinyankes menekankan bahwa unit cost merupakan dasar penetapan tarif pelayanan dan menjadi kewajiban bagi rumah sakit TNI AU berstatus BLU maupun Non BLU. Pemanfaatan sistem informasi manajemen rumah sakit juga dinilai strategis dalam mengendalikan potensi kerugian, mendukung kebijakan subsidi silang, serta memastikan keseragaman pengelolaan layanan di seluruh RSAU.

Memasuki hari kedua, Kabag Minadamat RSPAU dr. S. Hardjolukito Letkol Kal Nannag Sopyan menyampaikan materi pengantar penyusunan pedoman dan analisa penghitungan unit cost. Materi ini membahas secara teknis metode perhitungan unit cost menggunakan pendekatan Activity Based Costing (ABC) dan metode hybrid, serta memberikan pelatihan tahapan dalam menghitung unit cost layanan kesehatan RS secara praktis dengan metode ABC maupun hibryd kepada peserta  sebagai dasar evaluasi efisiensi dan penetapan tarif layanan rumah sakit.

Pada sesi lanjutan, Kolonel Kes Dr. Ari Hermawan, S.K.M., S.M., M.M., CHRA, memaparkan keterkaitan strategis antara unit cost, tarif, dan remunerasi dalam tata kelola rumah sakit TNI Angkatan Udara. Ditekankan bahwa efisiensi unit cost akan berdampak langsung pada kemampuan rumah sakit dalam membayarkan remunerasi. Sesuai PMK Nomor 202/PMK.05/2022, belanja pegawai termasuk remunerasi dibatasi maksimal 40 persen dari total pendapatan BLU, sehingga dibutuhkan kesamaan visi dan komitmen seluruh RSAU dalam mengelola biaya secara disiplin dan berkelanjutan.

Melalui workshop ini, RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito menegaskan perannya dalam mendorong kesamaan visi, kebijakan, dan standar pengelolaan keuangan rumah sakit TNI Angkatan Udara di seluruh Indonesia, guna mendukung pelayanan kesehatan yang profesional, efisien, dan berkelanjutan. Humas RSPAU

Serunya Si Kecil PAUD Jabal Rahma Menjelajah Dunia Dokter di RSPAU

Suasana ceria langsung terasa begitu derai tawa dan langkah kecil para murid PAUD Jabal Rahma Banguntapan memasuki halaman RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito. Dengan wajah lucu dan mata yang berbinar penuh rasa ingin tahu, 30 anak yang didampingi 7 guru tersebut siap memulai petualangan belajar mereka di dunia kesehatan (11/12/25). Kunjungan ini dibuka oleh Kasubbag PKRS RSPAU dr. S. Hardjolukito Mayor Kes drg. Astin Murlina, M.H., yang menyambut hangat dan memperkenalkan RSPAU dengan cara yang sederhana, ringan, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Pada kesempatan ini, turut hadir Koordinator Acara, dr. Citra Tarannita, Sp.A, M.Biomed, yang memastikan rangkaian kegiatan berjalan ramah anak dan penuh edukasi. Beliau juga mengenalkan beberapa dokter yang sehari-hari bertugas, sehingga anak-anak dapat melihat langsung siapa saja sosok pahlawan kesehatan di balik layanan rumah sakit.

Pada momen berikutnya, Kepala Sekolah PAUD Jabal Rahma, Ibu Lilik Asyrofah, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan berharga ini. Dengan penuh apresiasi, beliau menyerahkan cinderamata kepada pihak rumah sakit sebagai simbol kerja sama dan dukungan terhadap edukasi kesehatan sejak dini. Setelah itu, para murid dipandu berkeliling dan dibagi menjadi tiga kelompok menuju Instalasi Gizi, Poli Gigi, dan Poli Anak. Di Instalasi Gizi, anak-anak diajak melihat bagaimana makanan sehat disiapkan. Kemudian di Poli Gigi, mereka belajar cara menjaga gigi tetap bersih sambil melihat alat-alat kedokteran gigi. Sedangkan di Poli Anak, mereka merasakan suasana ruang pemeriksaan yang ramah, penuh warna, dan tidak menakutkan, bahkan beberapa anak tampak sangat antusias ingin mempraktekkan bbrp alat seperti stetoskop anak, alat pengukur saturasi oksigen dll.

Setelah menjelajahi semua poli, wajah ceria anak-anak makin bertambah ketika mereka menerima souvenir sebagai hadiah kecil yang membuat pengalaman hari itu semakin berkesan. Kegiatan kunjungan ini bukan hanya memberikan edukasi kesehatan yang menyenangkan, tetapi juga membantu menanamkan keberanian dan pemahaman bahwa rumah sakit adalah tempat yang aman dan ramah bagi siapa pun, termasuk anak-anak.
RSPAU dr. S. Hardjolukito berharap kunjungan seperti ini dapat terus berlanjut, menjadi jembatan antara dunia kesehatan dan pendidikan, serta menginspirasi anak-anak sejak usia dini untuk hidup sehat dan berani mengenal lingkungan medis dengan rasa nyaman. Humas RSPAU