Daftar Berita

Diet Sehat Tanpa Ribet Bersama Nutrice RSPAU

Diet Sehat Tanpa Ribet Bersama Nutrice RSPAU
Nutrice RSPAU dr. S. Hardjolukito menyediakan berbagai pilihan paket diet sehat yang disusun secara profesional untuk mendukung kebutuhan nutrisi para pelanggan. Setiap menu disiapkan dengan standar gizi yang terukur, higienis, dan sesuai rekomendasi medis.

Tersedia tiga pilihan paket:
Low Calorie Diet – menu rendah kalori untuk mendukung pengelolaan berat badan secara sehat.
Diabetes Diet – komposisi makanan yang dirancang untuk membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.
Low Fat and Salt Diet – paket khusus bagi individu yang membutuhkan pembatasan asupan lemak dan garam.

Nutrice RSPAU juga membuka layanan penyusunan menu diet lain sesuai permintaan dan kebutuhan khusus pelanggan.

Mari wujudkan pola hidup sehat melalui pilihan nutrisi yang tepat bersama RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Nutrice RSPAU dr. S. Hardjolukito menyediakan berbagai pilihan paket diet sehat yang disusun secara profesional untuk mendukung kebutuhan nutrisi para pelanggan. Setiap menu disiapkan dengan standar gizi yang terukur, higienis, dan sesuai rekomendasi medis.

Tersedia tiga pilihan paket:
Low Calorie Diet – menu rendah kalori untuk mendukung pengelolaan berat badan secara sehat.
Diabetes Diet – komposisi makanan yang dirancang untuk membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.
Low Fat and Salt Diet – paket khusus bagi individu yang membutuhkan pembatasan asupan lemak dan garam.

Nutrice RSPAU juga membuka layanan penyusunan menu diet lain sesuai permintaan dan kebutuhan khusus pelanggan.

Mari wujudkan pola hidup sehat melalui pilihan nutrisi yang tepat bersama RSPAU dr. S. Hardjolukito.

RSPAU Laksanakan Rekredensialing FKTRL Tahun 2025 Oleh BPJS Kesehatan

RSPAU dr. S. Hardjolukito melaksanakan kegiatan Rekredensialing Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Lanjut (FKRTL) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta pada Selasa (18/11/25). Kegiatan ini merupakan proses penilaian ulang yang wajib dilakukan sebelum berakhirnya masa Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan.
Tim Rekredensialing dipimpin oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta beserta jajaran, dan turut melibatkan unsur Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, serta PERSI DIY. Kegiatan supervisi lapangan dilakukan langsung bersama manajemen RSPAU, dipimpin oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, didampingi Waka RSPAU dr. S. Hardjolukito, serta jajaran pejabat struktural dan fungsional terkait.

Proses penilaian mencakup pemeriksaan sarana tempat tidur di unit perawatan kritis dan rawat inap, evaluasi fasilitas IGD, kamar operasi, ruang tindakan kebidanan, laboratorium, radiologi, unit pengelolaan limbah, CSSD, ambulans, instalasi farmasi, hingga sistem proteksi kebakaran. Selain itu, tim juga meninjau layanan khusus yang tersedia di RSPAU seperti hemodialisa, kemoterapi, radioterapi, serta layanan kateterisasi jantung.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan menetapkan empat kategori kelayakan hasil rekredensialing, yaitu Kategori A (sangat direkomendasikan), B (direkomendasikan), C (kurang direkomendasikan), dan D (tidak direkomendasikan).

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Rekredensialing menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus melakukan transformasi, inovasi, dan peningkatan kualitas layanan sehingga RSPAU senantiasa mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, profesional, serta memenuhi standar yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan maupun Kementerian Kesehatan.

Beliau juga menyampaikan harapan besar bahwa kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat terus berlanjut pada tahun 2026 dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas layanan kepada seluruh peserta JKN. Selain itu, beliau turut mengungkapkan apresiasi atas dukungan BPJS Kesehatan yang selama ini terjalin dengan baik dan menjadi bagian penting dalam pengembangan pelayanan di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito.
RSPAU menyambut kegiatan ini dengan kesiapan penuh melalui penyusunan dokumen pemberkasan, pendampingan tim teknis, serta penataan sarana-prasarana sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui rekredensialing ini, RSPAU menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat keselamatan pasien, serta memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Humas RSPAU

Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2025

Selamat Hari Anak Sedunia.
Di setiap langkah kecil mereka, tersimpan mimpi yang besar.
Di setiap tawa mereka, ada harapan untuk dunia yang lebih baik.

Mari hadir sebagai pelindung, pendengar, dan sahabat bagi setiap anak,
agar mereka tumbuh dengan cinta, keamanan, dan kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri.

“My Day, My Rights” – 20 November 2025

Bersama RSPAU Hardjolukito, kita jaga hak dan kebahagiaan mereka hari ini, esok, dan selamanya.

Hadiri Peluncuran Uji Klinis Vaksin TBC Inhalasi RSPAU Siap Gelar ACF Tuberkulosis di Jantung Kota Yogyakarta

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., turut hadir dalam kegiatan nasional peluncuran Uji Klinis Fase 1 Vaksin TBC Inhalasi yang digagas oleh Kementerian Kesehatan RI di Jakarta (13/11/25). Terobosan pertama di dunia ini menjadi langkah penting dalam akselerasi eliminasi TBC tahun 2030. Peluncuran uji klinis tersebut menandai dimulainya era baru inovasi pencegahan TBC melalui metode inhalasi yang dinilai lebih mudah diberikan, lebih nyaman bagi masyarakat, serta berpotensi meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap penyakit yang hingga kini masih menjadi tantangan besar kesehatan publik di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, RSPAU hadir sebagai institusi kesehatan militer yang memiliki komitmen kuat untuk mendukung penuh penelitian, pengembangan, dan implementasi vaksinasi TBC inhalasi. Pada kesempatan itu, Kementerian Kesehatan RI juga menyampaikan bahwa RSPAU akan dilibatkan dalam Uji Klinis Fase 2 dan Fase 3, sebagai bagian dari jejaring fasilitas kesehatan strategis yang siap mendukung pengujian lanjutan vaksin inovatif ini. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kapasitas RSPAU sebagai rumah sakit rujukan TNI AU yang memiliki sarana, prasarana, dan kompetensi sumber daya manusia yang memadai dalam mendukung riset kesehatan berskala nasional.

Kehadiran Kepala RSPAU juga menegaskan bahwa RSPAU tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan bagi prajurit dan keluarga besar TNI AU semata, tetapi juga berperan aktif dalam upaya nasional meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi lintas lembaga di tingkat pusat dan daerah.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta, RSPAU segera menindaklanjuti agenda tersebut dengan memperkuat koordinasi bersama Laboratorium Kesehatan Masyarakat DIY (Labkesmas DIY) untuk melaksanakan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis bagi masyarakat umum di kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada 29 November 2025 mendatang.

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito menyampaikan bahwa keterlibatan RSPAU dalam program ini adalah bentuk nyata pengabdian rumah sakit TNI AU untuk menjaga kesehatan prajurit, keluarga besar TNI AU, dan masyarakat umum. Beliau menegaskan bahwa sinergi antara institusi kesehatan pusat, pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, serta masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam mempercepat upaya eliminasi TBC di Indonesia.
Melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan Labkesmas DIY, RSPAU berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh kolaborasi sipil dan militer dalam memberikan pelayanan kesehatan publik yang inovatif, responsif, dan dekat dengan masyarakat. RSPAU juga mengajak seluruh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis sebagai langkah preventif dan protektif dalam menekan penyebaran TBC, sekaligus sebagai kontribusi bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan bebas TBC. Humas RSPAU

Dari Kota Pelajar untuk Generasi Bersih Narkoba: RSPAU dan BNNP DIY Teguhkan Komitmen P4GN

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., melakukan audiensi strategis dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP DIY) dalam rangka memperkuat kolaborasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat BNNP DIY ini dihadiri pimpinan serta jajaran kedua institusi dalam suasana diskusi yang konstruktif dan penuh keseriusan terhadap isu narkotika yang semakin kompleks. Dalam kesempatan tersebut, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito turut didampingi oleh jajaran pejabat RSPAU yakni Kabidum, Kabid Dukkes, Kabid Yankes, Paaahli Bidang K3 dan Waspada Bencana, Kadep Keswa, Ka Komed, serta Ka Humas.

Pertemuan dibuka oleh Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono, SIK, M. Si, yang menyampaikan gambaran aktual situasi penyalahgunaan narkoba di DIY. Beliau menekankan bahwa Yogyakarta saat ini menempati posisi lima besar nasional dalam tingkat penyalahgunaan narkotika, sebuah tantangan besar mengingat karakteristik kota pelajar yang membuat peredaran zat terlarang lebih dinamis. BNNP DIY juga mengungkapkan berbagai tren yang patut diwaspadai, seperti meningkatnya New Psychoactive Substances (NPS), penyalahgunaan obat-obatan golongan penenang, hingga fenomena vape yang disisipi zat terlarang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala RSPAU memperkenalkan kapasitas layanan rumah sakit beserta jajaran dokter dari beragam spesialisasi yang berperan dalam penanganan kasus adiksi. RSPAU menegaskan kesiapan institusi dalam mendukung penanganan penyalahgunaan narkotika melalui layanan rehabilitasi rawat jalan yang telah berjalan, dilengkapi dengan SOP penggunaan antidot, sistem pencatatan yang kuat, serta pengalaman kerja sama rutin dengan BNNP DIY selama ini. RSPAU juga menyoroti kebutuhan tambahan sumber daya psikolog klinis untuk memperkuat pendampingan pasien, terutama karena meningkatnya kasus pada kelompok remaja dan pelajar.

Audiensi berlangsung hangat dengan pertukaran pandangan terkait tantangan teknis, termasuk urgensi peningkatan standar tes narkoba dari 3 ke 7 parameter, penguatan penanganan kasus ringan hingga berat, serta kewaspadaan terhadap metode baru yang dapat mengaburkan hasil pemeriksaan. BNNP DIY juga mengusulkan sejumlah bentuk kerja sama konkret, mulai dari pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan terkait narkotika dan NPS, pertukaran konten edukasi promotif, hingga penyusunan dan perluasan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua lembaga.

Di akhir pertemuan, baik RSPAU maupun BNNP DIY menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dalam upaya P4GN sebagai langkah penting melindungi keluarga besar TNI, Polri, serta masyarakat umum dari ancaman narkotika yang semakin beragam. Audiensi ditutup dengan optimisme bahwa kolaborasi yang lebih erat akan membawa dampak nyata bagi peningkatan ketahanan kesehatan dan keamanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Humas RSPAU

Latihan Menembak Semester II: RSPAU Asah Ketangkasan untuk Membentuk Prajurit yang Semakin Militan

Binjas RSPAU dr. S. Hardjolukito melaksanakan kegiatan latihan menembak pada 13–14 November 2025 di Lapangan Tembak Astra Krida Akademi Angkatan Udara (AAU). Kegiatan dua hari ini menjadi bagian dari evaluasi semester II TA 2025 sekaligus upaya menjaga ketangkasan dan disiplin personel RSPAU dalam kemampuan dasar militer. Sejak pagi, para peserta sudah mengikuti pengarahan dari instruktur pelatih Peltu Purwanto, yang menekankan pentingnya prosedur keselamatan, kewaspadaan dalam setiap tindakan, serta kewajiban mendengarkan instruksi secara penuh. Ia juga mengingatkan bahwa apabila terdapat kendala, peserta harus segera meminta bantuan kepada instruktur untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Pada hari pertama, para peserta menjalani latihan menembak menggunakan pistol Glock 19 laras pendek dengan jarak tembak 20 meter. Sebanyak 12 lajur disiapkan dan setiap peserta mendapatkan 23 butir peluru, terdiri dari 3 butir percobaan dan 20 butir penilaian. Latihan berlangsung intens namun tertib, dengan para peserta fokus mengikuti setiap tahapan yang diarahkan instruktur. Kegiatan kemudian berlanjut pada hari kedua dengan materi menembak menggunakan senapan SS2-V1 laras panjang. Pada sesi ini, disiapkan 15 jalur penembak, dan setiap peserta menerima 33 butir peluru, meliputi 3 butir percobaan dan 30 butir untuk penilaian. Suasana latihan terasa lebih dinamis dengan penggunaan senapan panjang, namun tetap dalam pengawasan ketat instruktur untuk memastikan keamanan.

Selama dua hari pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan sesuai prosedur. Latihan menembak ini bukan hanya menjadi sarana untuk mengasah kemampuan teknis dalam menggunakan senjata, tetapi juga membangun sikap disiplin, konsentrasi, serta ketenangan dalam mengambil keputusan di situasi krusial. Binjas RSPAU menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelatihan yang profesional dan berkelanjutan, sehingga personel RSPAU meski berdinas di lingkungan rumah sakit tetap siap menjalankan peran militernya kapan pun dibutuhkan. Humas RSPAU

Siap Hadapi Penilaian Nasional PEKPP 2025, RSPAU Laksanakan Monev dari Puskesau

RSPAU dr. S. Hardjolukito menerima kunjungan Tim Survei Penilaian Mandiri Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2025 dari Pusat Kesehatan TNI Angkatan Udara (Puskesau), Kamis (14/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Garuda 1 ini menjadi momentum penting bagi RSPAU untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu pelayanan publik. Kegiatan dihadiri oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Wakil Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Tim Sruvei yang terdiri dari Dirbinum Puskesau, Dirbinyakes Puskesau dan Sahli Puskesau, Evaluator Internal PEKPPP RSPAU, Ketua dan Wakil Pokja PEKPPP Beserta Tim PEKPPP RSPAU.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., yang menegaskan kesiapan RSPAU sebagai Unit Lokus Evaluasi (ULE) serta komitmen rumah sakit dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang prima, unggul, profesional, dan berintegritas. Dalam sambutannya, beliau juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan RSPAU dalam menghadapi Penilaian Mandiri oleh PUS RB TNI maupun penilaian nasional oleh Kementerian PANRB, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bersama guna memperoleh masukan, arahan, dan rekomendasi konstruktif demi tercapainya pelayanan yang semakin prima, profesional, dan berintegritas.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kapuskesau, yang pada kesempatan ini dibacakan oleh Dirbinum Puskesau, Kolonel Kes Dr. Ari Hermawan, SKM., MM.CHRA. Beliau memberikan apresiasi atas kesiapan RSPAU serta menegaskan pentingnya kolaborasi dan konsistensi dalam mewujudkan pelayanan publik yang sesuai standar evaluasi nasional.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Ketua Pokja PEKPPP RSPAU beserta Wakil Ketua Pokja, yang mempresentasikan capaian, progres, serta beragam pembenahan yang telah dilakukan. Paparan ini mencakup penyempurnaan dokumen, perbaikan sarana dan prasarana, serta upaya penguatan tata kelola pelayanan publik.

Sesi diskusi interaktif berlangsung dinamis, di mana Tim Survei Puskesau memberikan sejumlah masukan, koreksi, dan rekomendasi teknis sebagai upaya bersama meningkatkan kesiapan RSPAU menghadapi penilaian mandiri dan nasional.
Sebagai rangkaian penutup, rombongan Tim Survei mengikuti hospital tour, meninjau langsung area-area pelayanan, inovasi layanan, serta fasilitas pendukung yang telah dikembangkan RSPAU untuk menunjang pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Melalui kegiatan ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito berharap pendampingan dan evaluasi dari Puskesau menjadi pendorong kuat dalam memantapkan langkah menuju Penilaian Mandiri PEKPPP 2025 oleh PUS RB TNI serta penilaian nasional oleh Kementerian PANRB, sekaligus memperkuat budaya pelayanan prima di lingkungan rumah sakit. Humas RSPAU

“Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI Laksanakan Pemantauan, Evaluasi serta Validasi Data INM dan IKP di RSPAU dr S Hardjolukito”

RSPAU dr. S. Hardjolukito menerima kunjungan Tim Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam rangka kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan serta Validasi Data Indikator Nasional Mutu (INM) dan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) di Ruang Garuda Satu RSPAU pada Kamis (13/11/25).

Kegiatan ini menjadi istimewa karena RSPAU dr. S. Hardjolukito merupakan satu-satunya rumah sakit di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipilih oleh Kementerian Kesehatan RI untuk dilakukan pemantauan dan evaluasi mutu pelayanan kesehatan. Pemilihan ini didasarkan pada kepatuhan RSPAU yang konsisten selama enam bulan berturut-turut tanpa putus dalam mengirimkan laporan INM dan IKP, sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, yang dalam kesempatan ini dibacakan oleh Wakil Kepala RSPAU, Kolonel Kes dr. Dedy Afandi C.N., Sp.A., M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim dari Kementerian Kesehatan serta menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana peningkatan mutu layanan dan evaluasi berkelanjutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan company profile RSPAU dr. S. Hardjolukito.

“Kami bertekad menjadikan hasil monitoring dan evaluasi ini sebagai bahan evaluasi konstruktif untuk meningkatkan mutu rumah sakit secara berkesinambungan. Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan umpan balik yang komprehensif agar RSPAU semakin tangguh, adaptif, dan unggul dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh prajurit TNI AU, keluarga, serta masyarakat luas,” kata Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Turut memberikan sambutan, Riana Indriasari, SKM., MKM., perwakilan Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, yang menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen RSPAU dalam mendukung kegiatan pemantauan dan validasi data INM serta dalam menjaga kualitas pelayanan rumah sakit yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan paparan oleh Ketua Komite Mutu RSPAU, Kolonel Kes dr. Aries Alpendri, Sp.U., yang menjelaskan mekanisme pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) dan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) di lingkungan RSPAU. Beliau juga memaparkan strategi rumah sakit dalam menjaga konsistensi mutu pelayanan berbasis data dan bukti lapangan, termasuk inovasi digitalisasi pelaporan yang mendukung transparansi dan akurasi data mutu.
Selanjutnya, masing-masing PIC Indikator Nasional Mutu (INM) turut memberikan penjelasan terkait capaian indikator di unitnya masing-masing, disertai pemaparan data, analisis kendala, serta upaya perbaikan yang telah dilakukan. Sesi ini diikuti dengan diskusi interaktif antara Tim Kementerian Kesehatan, jajaran RSPAU, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, yang berlangsung dinamis dan konstruktif.
Kegiatan pemantauan dan evaluasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dan koordinasi antara rumah sakit rujukan, instansi daerah, dan pemerintah pusat dalam membangun sistem mutu pelayanan kesehatan nasional yang terintegrasi. Seluruh hasil evaluasi akan menjadi masukan berharga dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di RSPAU bagi prajurit TNI AU, keluarga besar TNI, PNS, dan masyarakat luas. Humas RSPAU

RSPAU Menjadi Ruang Teduh Bagi Penguatan Spriritual Pejabat dan Aparat DIY

RSPAU dr. S. Hardjolukito kembali mendapat kehormatan menjadi tuan rumah kegiatan Pengajian Pejabat dan Aparat Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Biro Mental Spiritual Sekretariat Daerah (Setda) DIY. (12/11/25). Kegiatan ini berlangsung di Masjid At-Taqwa RSPAU dengan dihadiri sekitar 158 peserta ini dari berbagai instansi, diantaranya Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.

Suasana kebersamaan semakin terasa hangat dengan kehadiran sejumlah pejabat penting, di antaranya, Kepala Istana Kepresidenan DIY, Kepala Biro Kesra Sekda DIY, perwakilan Gubernur Akademi Angkatan Udara, Kapolda DIY, Danlanud Adisutjipto, Danrem 072/Pamungkas, Kajati DIY, Ketua BAZNAS DIY, Danlanal Yogyakarta, serta para pejabat RSPAU dr. S. Hardjolukito dan pimpinan instansi vertikal lainnya. Kehadiran lintas institusi ini mencerminkan eratnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun harmoni antara tugas pengabdian, kebersamaan, dan pembinaan spiritual demi terciptanya kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat.

Acara diawali dengan lantunan Kalam Ilahi yang dibacakan oleh Bapak H. Mahfudin, S.Ag., dilanjutkan dengan pembacaan Kalimah Thayyibah oleh Bapak K.H. Nurhuda, S.Ag., M.Si., yang menambah kekhidmatan suasana pengajian. Selanjutnya, pimpinan BAZNAS DIY menyampaikan laporan kegiatan sebagai bentuk sinergi antara lembaga dan pemerintah daerah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penuh makna ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kabidum RSPAU dr. S. Hardjolukito Kolonel Kes Ariyanto, S.Gz, membacakan sambutan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai sebagai wadah memperkuat nilai spiritual, moral, dan kebersamaan antarpemimpin dan aparat di wilayah Yogyakarta.
“Kami menyambut baik kegiatan ini, karena tidak hanya menjadi sarana untuk menumbuhkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antarpejabat dan aparat di lingkungan Forkopimda DIY,” ujar Kepala RSPAU dalam sambutannya

Mengusung tema “Menjaga Kesehatan Lahir dan Batin Berbasis Bio-Psiko-Sosio-Spiritual,” kegiatan pengajian menghadirkan penceramah Dr. dr. Zaenal Muttaqin Sofro, AIFM, yang memberikan tausiyah tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan kesehatan jiwa. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa kesehatan sejati tidak hanya diukur dari kondisi tubuh semata, tetapi juga dari ketenangan batin dan kualitas hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Pesan tersebut selaras dengan semangat pelayanan di RSPAU dr. S. Hardjolukito, yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik pasien, tetapi juga mengedepankan pendekatan holistik berbasis bio-psiko-sosio-spiritual, yaitu menjaga tubuh, menenangkan pikiran, memperkuat hubungan sosial, dan menumbuhkan kedekatan spiritual.
Kegiatan pengajian yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antar instansi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain memperkuat iman dan takwa, acara ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh aparat dan pejabat untuk senantiasa menjaga keseimbangan lahir dan batin dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. Humas RSPAU

Selamat Memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-61

Sehat hari ini, hebat di masa depan. Dalam semangat Hari Kesehatan Nasional ke-61, mari jadikan gaya hidup sehat sebagai pilihan, bukan sekadar kewajiban. Karena di setiap napas yang dijaga, di setiap langkah yang penuh kesadaran, tersimpan kekuatan untuk membangun Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Ceramah Kesehatan Preventif: Dukkes RSPAU Bekali Prajurit Denhanud 474 Kropasgat Tetap Sehat Dan Tangguh Di Medan Tugas

Menjaga negeri bukan hanya soal kekuatan fisik dan strategi tempur, tetapi juga kesiapan tubuh dan mental yang prima. Dengan semangat itu, Bidang Dukungan Kesehatan RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar Ceramah Kesehatan Preventif bagi para prajurit Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 474 Korpasgat di Aula Denhanud 474 Kropasgat, Selasa (11/11/25).

Ceramah disampaikan oleh Kolonel Kes dr. Ketut Sutaendy, Sp.An-KIC, selaku Kabiddukkes RSPAU dr. S. Hardjolukito, dan diikuti dengan antusias oleh para prajurit. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komandan Denhanud 474 Korpasgat, Letkol Pas Rahayu, S.Pd., M.Han., beserta seluruh jajaran anggota satuan.

Dalam sambutannya, Letkol Pas Rahayu, S.Pd., M.Han menyampaikan apresiasi RSPAU karena telah memberikan pembekalan kesehatan yang bermanfaat bagi prajurit.

“Kami berterima kasih kepada tim Dukkes RSPAU atas kegiatan ini. Ceramah kesehatan preventif sangat penting, tidak hanya untuk kesiapan para prajurit di medan operasi, tetapi juga untuk menjaga kesehatan keluarga di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kolonel Kes dr. Ketut Sutaendy, Sp.An-KIC menegaskan bahwa keberhasilan misi tidak hanya ditentukan oleh peralatan dan taktik, tetapi juga oleh kesiapan fisik dan kebugaran setiap personel.

“Tugas yang berat menuntut prajurit yang kuat. Karena itu, menjaga kesehatan adalah bagian dari strategi pertahanan. Prajurit yang sakit berarti berkurangnya kekuatan satuan, dan itu bisa berdampak pada keberhasilan operasi,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara RSPAU dr. S. Hardjolukito dan Denhanud 474 Korpasgat dalam upaya membangun kesadaran pentingnya pencegahan penyakit di lingkungan militer. Melalui edukasi dan pembekalan kesehatan seperti ini, diharapkan para prajurit selalu siap melaksanakan tugas dengan tubuh yang sehat, jiwa yang tangguh, dan semangat juang yang menyala. Humas RSPAU

Selamat Hari Pahlawan

Mereka berjuang dengan darah dan air mata, kita melanjutkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian.
Semangat mereka tidak pernah padam, hanya berganti wujud dalam pelayanan dan karya nyata.

Selamat Hari Pahlawan 10 November 2025
Pahlawanku Teladanku — Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan