Daftar Berita

Siap Hadapi Penilaian Nasional PEKPP 2025, RSPAU Laksanakan Monev dari Puskesau

RSPAU dr. S. Hardjolukito menerima kunjungan Tim Survei Penilaian Mandiri Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2025 dari Pusat Kesehatan TNI Angkatan Udara (Puskesau), Kamis (14/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Garuda 1 ini menjadi momentum penting bagi RSPAU untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu pelayanan publik. Kegiatan dihadiri oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Wakil Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Tim Sruvei yang terdiri dari Dirbinum Puskesau, Dirbinyakes Puskesau dan Sahli Puskesau, Evaluator Internal PEKPPP RSPAU, Ketua dan Wakil Pokja PEKPPP Beserta Tim PEKPPP RSPAU.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., yang menegaskan kesiapan RSPAU sebagai Unit Lokus Evaluasi (ULE) serta komitmen rumah sakit dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang prima, unggul, profesional, dan berintegritas. Dalam sambutannya, beliau juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan RSPAU dalam menghadapi Penilaian Mandiri oleh PUS RB TNI maupun penilaian nasional oleh Kementerian PANRB, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bersama guna memperoleh masukan, arahan, dan rekomendasi konstruktif demi tercapainya pelayanan yang semakin prima, profesional, dan berintegritas.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kapuskesau, yang pada kesempatan ini dibacakan oleh Dirbinum Puskesau, Kolonel Kes Dr. Ari Hermawan, SKM., MM.CHRA. Beliau memberikan apresiasi atas kesiapan RSPAU serta menegaskan pentingnya kolaborasi dan konsistensi dalam mewujudkan pelayanan publik yang sesuai standar evaluasi nasional.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Ketua Pokja PEKPPP RSPAU beserta Wakil Ketua Pokja, yang mempresentasikan capaian, progres, serta beragam pembenahan yang telah dilakukan. Paparan ini mencakup penyempurnaan dokumen, perbaikan sarana dan prasarana, serta upaya penguatan tata kelola pelayanan publik.

Sesi diskusi interaktif berlangsung dinamis, di mana Tim Survei Puskesau memberikan sejumlah masukan, koreksi, dan rekomendasi teknis sebagai upaya bersama meningkatkan kesiapan RSPAU menghadapi penilaian mandiri dan nasional.
Sebagai rangkaian penutup, rombongan Tim Survei mengikuti hospital tour, meninjau langsung area-area pelayanan, inovasi layanan, serta fasilitas pendukung yang telah dikembangkan RSPAU untuk menunjang pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Melalui kegiatan ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito berharap pendampingan dan evaluasi dari Puskesau menjadi pendorong kuat dalam memantapkan langkah menuju Penilaian Mandiri PEKPPP 2025 oleh PUS RB TNI serta penilaian nasional oleh Kementerian PANRB, sekaligus memperkuat budaya pelayanan prima di lingkungan rumah sakit. Humas RSPAU

“Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI Laksanakan Pemantauan, Evaluasi serta Validasi Data INM dan IKP di RSPAU dr S Hardjolukito”

RSPAU dr. S. Hardjolukito menerima kunjungan Tim Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam rangka kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan serta Validasi Data Indikator Nasional Mutu (INM) dan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) di Ruang Garuda Satu RSPAU pada Kamis (13/11/25).

Kegiatan ini menjadi istimewa karena RSPAU dr. S. Hardjolukito merupakan satu-satunya rumah sakit di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipilih oleh Kementerian Kesehatan RI untuk dilakukan pemantauan dan evaluasi mutu pelayanan kesehatan. Pemilihan ini didasarkan pada kepatuhan RSPAU yang konsisten selama enam bulan berturut-turut tanpa putus dalam mengirimkan laporan INM dan IKP, sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, yang dalam kesempatan ini dibacakan oleh Wakil Kepala RSPAU, Kolonel Kes dr. Dedy Afandi C.N., Sp.A., M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim dari Kementerian Kesehatan serta menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana peningkatan mutu layanan dan evaluasi berkelanjutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan company profile RSPAU dr. S. Hardjolukito.

“Kami bertekad menjadikan hasil monitoring dan evaluasi ini sebagai bahan evaluasi konstruktif untuk meningkatkan mutu rumah sakit secara berkesinambungan. Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan umpan balik yang komprehensif agar RSPAU semakin tangguh, adaptif, dan unggul dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh prajurit TNI AU, keluarga, serta masyarakat luas,” kata Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Turut memberikan sambutan, Riana Indriasari, SKM., MKM., perwakilan Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, yang menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen RSPAU dalam mendukung kegiatan pemantauan dan validasi data INM serta dalam menjaga kualitas pelayanan rumah sakit yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan paparan oleh Ketua Komite Mutu RSPAU, Kolonel Kes dr. Aries Alpendri, Sp.U., yang menjelaskan mekanisme pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) dan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) di lingkungan RSPAU. Beliau juga memaparkan strategi rumah sakit dalam menjaga konsistensi mutu pelayanan berbasis data dan bukti lapangan, termasuk inovasi digitalisasi pelaporan yang mendukung transparansi dan akurasi data mutu.
Selanjutnya, masing-masing PIC Indikator Nasional Mutu (INM) turut memberikan penjelasan terkait capaian indikator di unitnya masing-masing, disertai pemaparan data, analisis kendala, serta upaya perbaikan yang telah dilakukan. Sesi ini diikuti dengan diskusi interaktif antara Tim Kementerian Kesehatan, jajaran RSPAU, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, yang berlangsung dinamis dan konstruktif.
Kegiatan pemantauan dan evaluasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dan koordinasi antara rumah sakit rujukan, instansi daerah, dan pemerintah pusat dalam membangun sistem mutu pelayanan kesehatan nasional yang terintegrasi. Seluruh hasil evaluasi akan menjadi masukan berharga dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di RSPAU bagi prajurit TNI AU, keluarga besar TNI, PNS, dan masyarakat luas. Humas RSPAU

RSPAU Menjadi Ruang Teduh Bagi Penguatan Spriritual Pejabat dan Aparat DIY

RSPAU dr. S. Hardjolukito kembali mendapat kehormatan menjadi tuan rumah kegiatan Pengajian Pejabat dan Aparat Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Biro Mental Spiritual Sekretariat Daerah (Setda) DIY. (12/11/25). Kegiatan ini berlangsung di Masjid At-Taqwa RSPAU dengan dihadiri sekitar 158 peserta ini dari berbagai instansi, diantaranya Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.

Suasana kebersamaan semakin terasa hangat dengan kehadiran sejumlah pejabat penting, di antaranya, Kepala Istana Kepresidenan DIY, Kepala Biro Kesra Sekda DIY, perwakilan Gubernur Akademi Angkatan Udara, Kapolda DIY, Danlanud Adisutjipto, Danrem 072/Pamungkas, Kajati DIY, Ketua BAZNAS DIY, Danlanal Yogyakarta, serta para pejabat RSPAU dr. S. Hardjolukito dan pimpinan instansi vertikal lainnya. Kehadiran lintas institusi ini mencerminkan eratnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun harmoni antara tugas pengabdian, kebersamaan, dan pembinaan spiritual demi terciptanya kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat.

Acara diawali dengan lantunan Kalam Ilahi yang dibacakan oleh Bapak H. Mahfudin, S.Ag., dilanjutkan dengan pembacaan Kalimah Thayyibah oleh Bapak K.H. Nurhuda, S.Ag., M.Si., yang menambah kekhidmatan suasana pengajian. Selanjutnya, pimpinan BAZNAS DIY menyampaikan laporan kegiatan sebagai bentuk sinergi antara lembaga dan pemerintah daerah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penuh makna ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kabidum RSPAU dr. S. Hardjolukito Kolonel Kes Ariyanto, S.Gz, membacakan sambutan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai sebagai wadah memperkuat nilai spiritual, moral, dan kebersamaan antarpemimpin dan aparat di wilayah Yogyakarta.
“Kami menyambut baik kegiatan ini, karena tidak hanya menjadi sarana untuk menumbuhkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antarpejabat dan aparat di lingkungan Forkopimda DIY,” ujar Kepala RSPAU dalam sambutannya

Mengusung tema “Menjaga Kesehatan Lahir dan Batin Berbasis Bio-Psiko-Sosio-Spiritual,” kegiatan pengajian menghadirkan penceramah Dr. dr. Zaenal Muttaqin Sofro, AIFM, yang memberikan tausiyah tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan kesehatan jiwa. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa kesehatan sejati tidak hanya diukur dari kondisi tubuh semata, tetapi juga dari ketenangan batin dan kualitas hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Pesan tersebut selaras dengan semangat pelayanan di RSPAU dr. S. Hardjolukito, yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik pasien, tetapi juga mengedepankan pendekatan holistik berbasis bio-psiko-sosio-spiritual, yaitu menjaga tubuh, menenangkan pikiran, memperkuat hubungan sosial, dan menumbuhkan kedekatan spiritual.
Kegiatan pengajian yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antar instansi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain memperkuat iman dan takwa, acara ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh aparat dan pejabat untuk senantiasa menjaga keseimbangan lahir dan batin dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. Humas RSPAU

Selamat Memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-61

Sehat hari ini, hebat di masa depan. Dalam semangat Hari Kesehatan Nasional ke-61, mari jadikan gaya hidup sehat sebagai pilihan, bukan sekadar kewajiban. Karena di setiap napas yang dijaga, di setiap langkah yang penuh kesadaran, tersimpan kekuatan untuk membangun Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Ceramah Kesehatan Preventif: Dukkes RSPAU Bekali Prajurit Denhanud 474 Kropasgat Tetap Sehat Dan Tangguh Di Medan Tugas

Menjaga negeri bukan hanya soal kekuatan fisik dan strategi tempur, tetapi juga kesiapan tubuh dan mental yang prima. Dengan semangat itu, Bidang Dukungan Kesehatan RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar Ceramah Kesehatan Preventif bagi para prajurit Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 474 Korpasgat di Aula Denhanud 474 Kropasgat, Selasa (11/11/25).

Ceramah disampaikan oleh Kolonel Kes dr. Ketut Sutaendy, Sp.An-KIC, selaku Kabiddukkes RSPAU dr. S. Hardjolukito, dan diikuti dengan antusias oleh para prajurit. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komandan Denhanud 474 Korpasgat, Letkol Pas Rahayu, S.Pd., M.Han., beserta seluruh jajaran anggota satuan.

Dalam sambutannya, Letkol Pas Rahayu, S.Pd., M.Han menyampaikan apresiasi RSPAU karena telah memberikan pembekalan kesehatan yang bermanfaat bagi prajurit.

“Kami berterima kasih kepada tim Dukkes RSPAU atas kegiatan ini. Ceramah kesehatan preventif sangat penting, tidak hanya untuk kesiapan para prajurit di medan operasi, tetapi juga untuk menjaga kesehatan keluarga di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kolonel Kes dr. Ketut Sutaendy, Sp.An-KIC menegaskan bahwa keberhasilan misi tidak hanya ditentukan oleh peralatan dan taktik, tetapi juga oleh kesiapan fisik dan kebugaran setiap personel.

“Tugas yang berat menuntut prajurit yang kuat. Karena itu, menjaga kesehatan adalah bagian dari strategi pertahanan. Prajurit yang sakit berarti berkurangnya kekuatan satuan, dan itu bisa berdampak pada keberhasilan operasi,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara RSPAU dr. S. Hardjolukito dan Denhanud 474 Korpasgat dalam upaya membangun kesadaran pentingnya pencegahan penyakit di lingkungan militer. Melalui edukasi dan pembekalan kesehatan seperti ini, diharapkan para prajurit selalu siap melaksanakan tugas dengan tubuh yang sehat, jiwa yang tangguh, dan semangat juang yang menyala. Humas RSPAU

Selamat Hari Pahlawan

Mereka berjuang dengan darah dan air mata, kita melanjutkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian.
Semangat mereka tidak pernah padam, hanya berganti wujud dalam pelayanan dan karya nyata.

Selamat Hari Pahlawan 10 November 2025
Pahlawanku Teladanku — Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan

Semangat Pahlawan Menyala di RSPAU, Mengabdi dengan hati , melanjutkan perjuangan tanpa henti

Pagi yang teduh di langit Yogyakarta menjadi saksi khidmatnya Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 yang digelar di lapangan apel RSPAU dr. S. Hardjolukito. Dengan langkah tegap dan penuh rasa hormat, seluruh civitas hospitalia RSPAU berdiri dalam satu barisan, menundukkan kepala mengenang jasa para pahlawan bangsa.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara yaitu Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP, memimpin jalannya upacara dengan suasana penuh makna. Di hadapan seluruh peserta, beliau membacakan Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, yang mengingatkan bahwa semangat kepahlawanan tidak berhenti di masa lalu, melainkan harus terus hidup dalam pengabdian setiap anak bangsa hari ini.

Dalam amanat tersebut, tersirat pesan yang menyentuh hati: perjuangan masa kini bukan lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan kerja tulus.

“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” ucap Kepala RSPAU membacakan amanat dari Menteri Sosial.

Upacara berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Deru angin pagi seolah menjadi lantunan doa bagi arwah para pahlawan, sementara para peserta menunduk dalam hening, mengenang pengorbanan yang telah menegakkan merah putih di bumi pertiwi.

Dengan semangat “Pahlawanku Teladanku – Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” RSPAU dr. S. Hardjolukito meneguhkan tekad untuk terus bertransformasi dan berinovasi, memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi prajurit, keluarga besar TNI AU, dan masyarakat luas. Karena di setiap pengabdian yang tulus, di sanalah jiwa kepahlawanan tetap hidup dan menyala. Humas RSPAU

Memahami Prosedur Naik Kelas Rawat Inap Pasien BPJS

Dalam perjalanan menuju kesembuhan, kenyamanan sering kali menjadi kebutuhan yang baru terasa penting ketika seseorang berada di ruang perawatan. Banyak pasien yang kemudian ingin memilih ruang rawat dengan fasilitas lebih baik demi ketenangan, kualitas istirahat, hingga percepatan penyembuhan. Yang sering tak diketahui masyarakat adalah bahwa BPJS Kesehatan sebenarnya memberi ruang bagi peserta untuk mendapatkan layanan yang lebih nyaman melalui mekanisme selisih biaya atau upgrade kelas rawat (sebuah opsi legal yang diatur oleh pemerintah).

Pada dasarnya, selisih biaya diperbolehkan karena tarif layanan kesehatan sudah ditetapkan dalam sistem INA CBG. Jika peserta BPJS ingin naik kelas rawat, mereka hanya perlu menanggung selisih antara tarif hak kelasnya dan tarif kelas yang dipilih. Untuk rawat jalan eksekutif pun mekanisme serupa berlaku, dengan batas tambahan biaya tertentu sesuai kebijakan rumah sakit, umumnya hingga Rp400.000. Mekanisme ini memberikan fleksibilitas tanpa mengubah hak dasar peserta dalam program Jaminan Kesehatan Nasional.

Prosedur kenaikan kelas pun sebenarnya cukup mudah dipahami. Peserta BPJS kelas 2 dapat naik ke kelas 1, dan peserta kelas 1 dapat naik ke kelas VIP bahkan VVIP. Peserta kelas 2 juga diperbolehkan langsung naik ke kelas di atas kelas 1, dengan ketentuan bahwa ada penambahan maksimal 75?ri tarif INA CBG kelas 1 sebagai penyetaraan. Semua aturan ini dibuat untuk menjaga proporsionalitas biaya dan agar tidak membebani sistem. Namun, peserta kelas 3 belum bisa melakukan upgrade melalui mekanisme selisih biaya; jika ingin naik kelas, statusnya berubah menjadi pasien umum dan seluruh biaya ditanggung sendiri.

Misalnya tarif INA CBG kelas 2 berada pada angka Rp5.000.000 dan kelas 1 pada Rp6.000.000. Jika peserta kelas 2 ingin naik ke kelas 1, selisih yang perlu dibayar hanyalah Rp1.000.000. Jika peserta kelas 1 ingin ke VIP, maka penyetaraan biayanya maksimal 75?ri tarif INA CBG kelas 1, yaitu Rp4.500.000. Bagi peserta kelas 2 yang naik langsung ke VIP, selisihnya menjadi Rp5.500.000. Walaupun angka ini hanya contoh, perhitungan tersebut menunjukkan bagaimana logika biaya sebenarnya bekerja.

Rumah sakit memiliki kewajiban untuk menyampaikan rincian selisih biaya sebelum pelayanan diberikan. Tagihan pun wajib dibuat dalam satu dokumen tagihan selisih biaya, bukan dipisah-pisahkan, demi menjaga transparansi. Menariknya, selisih biaya ini tidak harus dibayar peserta sendiri. Pemberi kerja, asuransi tambahan, maupun pihak lain dapat membantu membayar biaya tersebut, selama ada kesepakatan.

Semua mekanisme ini memiliki landasan hukum yang jelas. Dasar penerapan selisih biaya dan kenaikan kelas rawat mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, yang kemudian diperbarui melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024. Lebih rinci lagi, teknis pelaksanaannya dijabarkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan, serta Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 yang mengatur mekanisme pelayanan peserta dalam program JKN. Keseluruhan regulasi inilah yang memastikan bahwa kenaikan kelas rawat memiliki batasan, kejelasan, dan perlindungan hukum, baik bagi peserta maupun fasilitas kesehatan.

Pada akhirnya, memahami aturan selisih biaya bukan hanya soal angka, tetapi tentang memberi kesempatan bagi peserta untuk menentukan kenyamanan yang mereka butuhkan. Rumah sakit seperti RSPAU dr. S. Hardjolukito berupaya memastikan setiap peserta dapat mengambil keputusan dengan tenang dan penuh informasi. Dengan memahami hak dan prosedurnya, peserta BPJS dapat memilih perawatan terbaik bagi diri mereka—dengan hati yang lebih tenang, informasi yang lengkap, dan keyakinan bahwa semuanya berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Humas RSPAU

Kapan Gigi Membutuhkan Perawatan Behel?

Memiliki susunan gigi yang rapi tidak hanya membuat senyum terlihat lebih indah, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kesehatan mulut dan kualitas hidup. Banyak orang tidak menyadari bahwa posisi gigi yang tidak tepat bisa mengganggu cara mengunyah, membuat bicara kurang jelas, memicu nyeri rahang, hingga menurunkan rasa percaya diri. Susunan gigi yang kurang teratur juga berisiko menyulitkan proses pembersihan, sehingga plak mudah menumpuk dan memicu gigi berlubang maupun peradangan gusi. Karena itulah perawatan orthodonsi atau behel bukan sekadar pilihan estetika, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan jangka panjang.

Ada beberapa kondisi yang menjadi tanda bahwa seseorang membutuhkan pemeriksaan orthodonsi. Salah satunya adalah gigi berjejal, yaitu ketika gigi tumbuh berhimpitan karena ruang rahang yang sempit. Kondisi ini membuat kebersihan mulut sulit dijaga dan sering menyebabkan karies. Selain itu, ada juga gigi berjarak atau memiliki celah yang cukup lebar antar gigi, yang dapat mengganggu fungsi pengunyahan dan memengaruhi tampilan senyum. Overbite atau posisi gigi atas yang terlalu maju sering menyebabkan gigi depan mudah patah, sementara underbite, ketika rahang bawah lebih maju daripada rahang atas dapat membuat aktivitas menggigit terasa tidak nyaman. Kondisi lain seperti gigitan terbuka (open bite), gigitan silang (crossbite), hingga perubahan struktur rahang akibat kebiasaan buruk pada masa kecil, seperti mengisap jempol atau penggunaan dot terlalu lama, juga menjadi pertanda perlunya pemeriksaan orthodonsi lebih lanjut.

Untuk membantu masyarakat mendapatkan solusi yang aman dan profesional, Poli Orthodonsi RSPAU dr. S. Hardjolukito hadir dengan pelayanan yang lengkap dan nyaman. Pasien akan ditangani oleh dokter gigi spesialis orthodonsi berpengalaman yang memberikan penilaian menyeluruh mengenai kondisi rahang dan susunan gigi. Proses perawatan dimulai dari konsultasi, foto rontgen gigi, pencetakan rahang, hingga penyusunan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Setelah itu, pasien akan menjalani pemasangan behel serta kontrol rutin untuk memastikan pergeseran gigi berjalan secara aman, bertahap, dan efektif. Dengan standar layanan rumah sakit TNI AU yang mengutamakan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan, perawatan orthodonsi di RSPAU memberikan pengalaman yang tenang sekaligus hasil yang optimal.

Poli Orthodonsi RSPAU menyediakan berbagai pilihan jenis behel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pasien, mulai dari behel metal, behel estetik, hingga pilihan lain yang lebih nyaman. Semua informasi terkait perawatan, durasi, dan biaya dijelaskan secara transparan agar pasien merasa aman dan memahami setiap tahap prosesnya. Selain itu, lingkungan klinis yang tertata, fasilitas lengkap, dan pelayanan yang ramah menjadikan RSPAU tempat yang tepat bagi Anda maupun anak untuk memulai perjalanan mendapatkan susunan gigi yang lebih baik.

Jika Anda merasa sulit mengunyah, sering tidak percaya diri saat tersenyum, atau melihat tanda-tanda ketidakteraturan susunan gigi pada anak, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan awal. Semakin cepat ditangani, hasil perawatan biasanya semakin baik. Poli Orthodonsi RSPAU siap memberikan pendampingan profesional dan solusi komprehensif untuk membantu Anda mencapai senyum yang sehat, rapi, dan penuh percaya diri.
Mulailah langkah pertama menuju senyum terbaik Anda cukup dengan datang ke RSPAU dr. S. Hardjolukito. Humas RSPAU

Nutrice by Instalasi Gizi RSPAU: Teman Sehat untuk Keluarga Pasien yang Menunggu

Menunggu anggota keluarga yang sedang dirawat bukanlah hal mudah. Ada rasa cemas, lelah, dan pikiran yang tak berhenti bekerja. Di tengah situasi seperti itu, sering kali kita lupa bahwa tubuh kita juga perlu dijaga. Padahal, menjaga kesehatan diri sendiri adalah bagian dari menjaga orang yang kita sayangi. Salah satu cara sederhana untuk tetap kuat adalah dengan memilih makanan yang bergizi.

Mengonsumsi makanan sehat adalah perhatian kecil yang punya dampak besar. Tubuh terasa lebih ringan, pikiran lebih tenang, dan energi tetap terjaga untuk mendampingi keluarga sepanjang waktu. Sesederhana itu sebenarnya cara kita menguatkan diri dimulai dari apa yang kita makan.

Untuk itulah Nutrice by Instalasi Gizi RSPAU hadir sebagai sahabat bagi keluarga pasien. Nutrice menyediakan pilihan makanan sehat, bergizi, dan lezat yang diracik langsung oleh tenaga gizi profesional RSPAU. Setiap menu dibuat dengan komposisi yang seimbang dan bahan baku yang higienis, sehingga aman dikonsumsi dan tetap menggugah selera.

Saat menunggu di rumah sakit, kita membutuhkan makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberi energi sekaligus kenyamanan. Nutrice menghadirkan semuanya dalam pilihan menu yang lengkap, mulai dari makanan utama, camilan sehat, hingga paket nutrisi khusus bagi Anda yang butuh asupan cepat dan bernutrisi.

 

Lezatnya bikin hepi.

Sehatnya bikin percaya diri.

Harganya bikin gak mikir dua kali.

 Dengan harga yang terjangkau, keluarga pasien bisa menikmati makanan berkualitas tanpa harus keluar jauh dari area rumah sakit. Ini membantu Anda tetap dekat dengan keluarga yang sedang dirawat, tanpa perlu mengorbankan waktu, tenaga, atau kesehatan.

Nutrice juga memahami bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, tersedia pula menu pilihan rendah garam, tinggi protein, atau khusus bagi Anda yang sedang menjaga pola makan tertentu. Semua disiapkan dengan standar mutu RSPAU, sehingga Anda tidak hanya mendapatkan makanan, tetapi juga ketenangan.

Bagi keluarga pasien, dukungan terbaik adalah hadir sepenuh hati dan untuk bisa hadir, tubuh dan pikiran Anda harus tetap kuat. Nutrice ingin menjadi bagian kecil dari kekuatan itu.

Ayo manjakan diri Anda dengan pilihan menu sehat, hangat, dan menenangkan dari Nutrice by Instalasi Gizi RSPAU. Humas RSPAU

Dari Komunikasi Jadi Soluisi : RSPAU Ajak Nakes Ubah Cara Melayani Pasien

Suasana antusias menyelimuti ruang virtual ketika ratusan tenaga kesehatan dari seluruh Indonesia bergabung dalam Webinar Nasional bertajuk “Komunikasi Efektif dan Service Excellent dalam Pelayanan Kesehatan” yang diselenggarakan oleh RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Kegiatan bergengsi ini menjadi ajang berbagi ilmu dan inspirasi tentang bagaimana menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga penuh empati dan berorientasi pada kepuasan pasien.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber profesional yang berhasil memikat perhatian ratusan peserta. Yang pertama, Dr. I Made Winarta, SKM., M.Epid., seorang Master Trainer Penanggulangan Penyakit Tropis dan Surveillan, memaparkan materi penuh makna tentang pentingnya komunikasi efektif sebagai “jantung” dari pelayanan kesehatan yang bermutu. Ia menekankan bahwa komunikasi yang baik bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan antara tenaga kesehatan dan pasien.

Sementara itu, Anang Rakhmatdi, S.E., CEST, CTEC., seorang Trainer Service Excellent berpengalaman, membagikan strategi membangun budaya pelayanan prima yang mampu menjadi game changer bagi setiap fasilitas kesehatan. Dengan gaya penyampaian yang inspiratif, ia mengajak peserta untuk melihat pelayanan bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud pengabdian dan nilai kemanusiaan yang harus dihidupkan dalam setiap interaksi dengan pasien. Acara dipandu oleh Arifa Kurnia Putri, S.Kep., perawat VIP RSPAU dr. S. Hardjolukito, yang sukses menjaga jalannya diskusi tetap dinamis dan inspiratif.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., menegaskan bahwa pelayanan prima tidak hanya soal prosedur medis, tetapi juga tentang ketulusan dalam berkomunikasi dan empati kepada pasien.

Webinar yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai profesi kesehatan mulai dari dokter, perawat, fisioterapis, hingga psikolog klinis ini juga memberikan nilai SKP serta wawasan aplikatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, RSPAU kembali menegaskan komitmennya untuk bertransformasi dan berinovasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi prajurit TNI AU/TNI, PNS dan keluarga serta masyarakat luas.
Webinar yang berlangsung interaktif ini menjadi bukti nyata bahwa RSPAU tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga pusat inspirasi bagi tenaga medis di seluruh Indonesia. Humas RSPAU

5 Kriteria pelayanan dan kedaruratan di Instalasi Gawat Darurat yang dijamin BPJS Kesehatan dan KIS

Kami memahami bahwa setiap pasien yang datang ke IGD sedang berada dalam situasi panik. Agar pelayanan berjalan tepat dan sesuai ketentuan, BPJS Kesehatan dapat digunakan bila pasien memenuhi kriteria kegawatdaruratan. Mari bersama memahami aturan ini demi keamanan dan keselamatan pasien. lima kriteria pelayanan kegawatdaruratan yang dijamin oleh BPJS Kesehatan dan KIS, sesuai Perpres No. 82 Tahun 2018 dan PMK No. 47 Tahun 2018:

1. Mengancam nyawa, membahayakan diri dan orang lain/lingkungan

Kondisi medis yang dapat menyebabkan kematian atau risiko cedera berat bila tidak segera ditangani.
Contohnya: nyeri dada hebat, perdarahan masif, keracunan, kejang tak berhenti, atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi orang sekitar.

2. Adanya gangguan pada jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi (ABC)

Gangguan ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau tidak mampu mempertahankan fungsi vital.
Contoh: sesak napas berat, sumbatan jalan napas, denyut nadi sangat lemah atau tidak teratur, maupun tekanan darah sangat rendah.

3. Adanya penurunan kesadaran

Kondisi ketika pasien mengalami perubahan tingkat kesadaran, mulai dari mengantuk berat hingga tidak responsif.
Contoh: pingsan, tidak bisa dibangunkan, bingung berat, atau penurunan kesadaran akibat stroke, trauma kepala, dan gangguan metabolik.

4. Adanya gangguan hemodinamik

Hemodinamik adalah kondisi stabilnya aliran darah tubuh. Jika terganggu, organ-organ vital tidak mendapat suplai darah yang cukup.
Contoh: syok, tekanan darah sangat rendah, detak jantung tidak stabil, atau tanda-tanda kegagalan organ akibat perfusi yang buruk.

5. Memerlukan tindakan segera (pada kasus trauma)

Cedera atau trauma yang memerlukan tindakan cepat untuk mencegah cacat permanen atau kematian.
Contoh: patah tulang terbuka, luka dalam dan perdarahan aktif, trauma kepala berat, kecelakaan lalu lintas, atau cedera yang membutuhkan tindakan segera oleh dokter.