Daftar Berita

RSPAU Gelar Rapat Dewas, Tegaskan Komitmen pada Tata Kelola dan Keselamatan Pasien.

RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar Rapat Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) yang berlangsung secara luring (offline) dan daring (online), Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini membahas terkait kegiatan komite mutu RSPAU yang dihadiri oleh Perwakilan Dewan Pengawas dari unsur Kemhan TNI/Tenaga Ahli  dan Kemenkeu RI.  Hadir dalam rapat tersebut Kapuskesau yang diwakili oleh Dirbinyankes Puskesau Kolonel Kes dr. Tjatur Budi Winarko, Sp. B., MARS, FINACS., Kepala KPPN Yogyakarta Ibu Arvi Risnawati, SE., Ak., dan Kepala Rumah Sakit beserta seluruh pejabat RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Dalam sambutannya, Kepala RSPAU Marsma TNI dr. Margono Gator, Sp.JP,  menyampaikan bahwa mutu dan keselamatan pasien merupakan inti dari eksistensi rumah sakit. Ia menegaskan bahwa keberhasilan rumah sakit tidak hanya diukur dari banyaknya pasien yang dilayani, tetapi juga dari tingkat keamanan dan efektivitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Seluruh jajaran RSPAU terus memperkuat penerapan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) dan memperkokoh budaya patient safety sebagai nilai dasar dalam setiap tindakan medis maupun administrasi,” ujar Ka RSPAU.

Lebih lanjut, Ka RSPAU menjelaskan bahwa RSPAU berupaya menciptakan budaya kerja kolaboratif, inovatif, dan terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien hanya dapat terwujud dengan dukungan sistem manajemen yang kuat, SDM yang kompeten, serta komitmen dari seluruh civitas hospitalia,

DIRGAHAYU POLISI MILITER

Kepala RSPAU dr S.Hardjolukito beserta segenap Civitas Hospitalia RSPAU mengucapkan :

DIRGAHAYU POLISI MILITER
TNI ANGKATAN UDARA

Dengan dilandasi semangat Wira Waskita POMAU siap berbakti dalam keadilan mengabdi dengan kehormatan menjaga TNI AU yang AMPUH menuju Indonesia emas.

Perkuat Budaya Keselamatan, RSPAU dr. S. Hardjolukito Terima Inspeksi BAPETEN di Unit Radioterapi

Sebagai rumah sakit rujukan TNI Angkatan Udara yang senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dan aman, RSPAU dr. S. Hardjolukito kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga standar keselamatan radiasi. Komitmen ini diwujudkan melalui penerimaan Tim Inspeksi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang melaksanakan Inspeksi Keselamatan Radiasi dalam Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion (SRP) di lingkungan rumah sakit, mulai 29 Oktober hingga 2 November 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan budaya keselamatan dan peningkatan mutu layanan radioterapi serta radiologi yang dimiliki RSPAU. Melalui kegiatan inspeksi ini, rumah sakit berkesempatan untuk memastikan bahwa seluruh prosedur pemanfaatan sumber radiasi telah sesuai dengan regulasi, aman bagi pasien, tenaga kerja, dan lingkungan sekitar.

Sambutan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito , yang dibacakan Waka RSPAU dr. S. Hardjolukito Kolonel Kes dr. Dedy dr. Dedy Afandi C. N., Sp. A., MSc. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Tim BAPETEN atas kehadirannya di RSPAU.
“Kegiatan ini bukan sekadar inspeksi, tetapi merupakan bentuk pembinaan dan evaluasi bersama demi peningkatan mutu keselamatan radiasi di fasilitas kami. Kami sangat terbuka terhadap setiap arahan dan rekomendasi dari tim inspeksi,” Ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa RSPAU telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung seperti Laporan Keselamatan Fasilitas (LKF), dokumen perizinan, data sumber daya manusia, catatan pemantauan dosis, hingga program jaminan mutu sebagai bukti kesiapan dalam memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan BAPETEN.

RSPAU dr. S. Hardjolukito memandang inspeksi ini sebagai langkah positif dalam menjaga kepercayaan publik, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan pasien dan tenaga kesehatan. “Kami optimis pemanfaatan radiasi di RSPAU senantiasa mengedepankan prinsip as low as reasonably achievable (ALARA),” tambahnya.
Inspeksi oleh BAPETEN ini melibatkan tim yang dipimpin oleh Zulkarnain, ST, MT, dengan anggota yang meninjau langsung berbagai aspek seperti administrasi perizinan, sistem keselamatan radiasi, fasilitas kerja, serta kompetensi sumber daya manusia.

Dalam sambutanya, Ketua Tim Inspeksi BAPETEN, Zulkarnain, ST, MT, mengapresiasi kesiapan dan keseriusan RSPAU dr. S. Hardjolukito dalam menjalankan seluruh aspek proteksi radiasi.
Kami melihat RSPAU memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga standar keselamatan. Kesiapan dokumen, sistem pengawasan dosis, serta keterlibatan aktif Petugas Proteksi Radiasi menjadi indikator positif bahwa manajemen keselamatan di rumah sakit ini berjalan dengan baik,” ujar Zulkarnain.


Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konstruktif dan menjadi momentum penting bagi RSPAU dr. S. Hardjolukito untuk memperkuat tata kelola keselamatan radiasi dan menumbuhkan budaya keselamatan di seluruh lini pelayanan, serta mewujudkan sakit rujukan nasional yang unggul dalam pelayanan radioterapi dan radiologi yang aman, bermutu, serta berstandar tinggi. Humas RSPAU

Wujudkan Pengawasan Obat Aman, RSPAU dr. S. Hardjolukito Sabet Penghargaan e-MESO dari BBPOM.

Upaya meningkatkan keselamatan pasien bukan hanya diwujudkan melalui pelayanan medis yang optimal, tetapi juga dengan memastikan penggunaan obat yang aman dan terpantau dengan baik. Salah satu mekanisme penting dalam menjaga keamanan obat di Indonesia adalah pelaporan Efek Samping Obat (ESO) dan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) melalui sistem E-MESO (Electronic Monitoring Efek Samping Obat).

E-MESO merupakan sistem pelaporan elektronik resmi milik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berfungsi mencatat dan memantau setiap kejadian efek samping obat yang dialami pasien setelah penggunaan suatu terapi. Fasilitas pelayanan kesehatan dapat melaporkan kejadian tersebut secara cepat, akurat, dan transparan. Sistem ini menggantikan metode manual Form Kuning dan menjadi bagian penting dari program farmakovigilans nasional, yang bertujuan untuk meminimalkan risiko obat serta memastikan keselamatan pasien di seluruh Indonesia.

Dalam konteks upaya tersebut, RSPAU dr. S. Hardjolukito kembali menorehkan prestasi membanggakan. RSPAU dr. S. Hardjolukito menerima apresiasi dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dengan pelaporan Efek Samping Obat (ESO) terbanyak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui sistem e-MESO. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen RSPAU dalam mendukung sistem pengawasan obat nasional serta menjaga keselamatan pasien melalui pelaporan yang transparan, berkelanjutan, dan berbasis data

Apresiasi tersebut diserahkan dalam kegiatan Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Farmakovigilans Tahun 2025 serta Pengkajian Kausalitas Kejadian Tidak Diinginkan (KTD)/ESO Serius, yang diselenggarakan di El Hotel Malioboro Yogyakarta pada Selasa, 28 Oktober 2025.. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BBPOM Yogyakarta Ani Fatimah Isfarjanti, S.Si., Apt., MH, perwakilan dari berbagai Fasyankes se-DIY, tenaga farmasi, evaluator, serta praktisi farmakovigilans dari sejumlah institusi kesehatan di Yogyakarta.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Kepala BBPOM Yogyakarta, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Setelah pembukaan, dilaksanakan paparan evaluasi kegiatan farmakovigilans tahun 2025 dan rencana kegiatan tahun 2026, yang kemudian diikuti oleh penyerahan piagam penghargaan kepada Fasyankes dengan pelaporan ESO terbanyak.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBPOM Yogyakarta Ani Fatimah Isfarjanti menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif fasilitas kesehatan di wilayah DIY, “Keaktifan rumah sakit dalam pelaporan e-MESO merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat sistem farmakovigilans nasional. Laporan yang akurat dan konsisten membantu kami dalam memastikan keamanan obat yang beredar di masyarakat. Partisipasi aktif fasilitas kesehatan ini juga berperan penting dalam menekan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) dan Efek Samping Obat (ESO)” ujarnya.

Sementara itu, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Margono Gatot, Sp.JP. menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh civitas hospitalia, terutama tim farmasi dan focal point farmakovigilans, yang secara rutin dan teliti melakukan pelaporan setiap kejadian efek samping obat di lingkungan rumah sakit


“Kami memandang pelaporan e-MESO bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan profesional untuk melindungi keselamatan pasien, sesuai prinsip kehati-hatian dalam pelayanan kesehatan,” Ujarnya.
Capaian ini semakin menegaskan peran RSPAU dr. S. Hardjolukito sebagai rumah sakit rujukan nasional yang tidak hanya unggul dalam pelayanan medis, tetapi juga berkomitmen terhadap mutu, keselamatan pasien, dan tata kelola farmasi yang transparan. Diharapkan, semangat dan konsistensi RSPAU dalam mendukung pelaporan e-MESO dapat menjadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan lainnya di Indonesia untuk turut aktif memperkuat sistem pengawasan obat yang akurat, efektif, dan berkelanjutan demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih aman, bermutu, dan terpercaya.Humas RSPAU

Selamat memperingati World Stroke Day

Selamat memperingati "World Stroke Day" 29 Oktober 2025

Setiap menit sangat berarti untuk kehidupan.
Mari kenali gejala stroke, ambil tindakan cepat, dan lakukan pencegahan sejak dini.
Dengan kesadaran dan tindakan tepat, kita dapat menyelamatkan banyak nyawa.



Semangat Pemuda Menggema di RSPAU dr. S. Hardjolukito, kobarkan persatuan wujudkan Indonesia maju

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar Upacara Bendera di lapangan apel RSPAU (28/10/2025). Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme, diikuti oleh seluruh civitas hospitalia RSPAU. Upacara dipimpin langsung oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot, Sp., JP,  yang dalam kesempatan tersebut membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Adapun tema peringatan sumpah pemuda tahun 2025 ini yaitu  “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”

Amanat Menpora yang dibacakan oleh Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito  menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya momen sejarah, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan di tengah tantangan zaman.

“Ikrar yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 bukan sekadar kata-kata, melainkan semangat yang mengikat seluruh anak bangsa dalam satu tekad untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan bersatu,” demikian cuplikan sambutan Menpora.

Beliau menekankan bahwa generasi muda Indonesia harus terus bergerak, berkarya, dan berinovasi untuk mewujudkan kemajuan bangsa. “Kita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh perubahan. Di tengah perkembangan dunia digital, pemuda Indonesia harus mampu menjadi pelaku perubahan, bukan hanya penonton. Jadilah pemuda yang adaptif, kreatif, dan berintegritas,” lanjutnya.

Kepala RSPAU menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda menjadi refleksi penting bagi seluruh insan RSPAU untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai semangat perjuangan, dedikasi, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas di bidang kesehatan. “Semangat persatuan dan pengabdian harus kita wujudkan dalam pelayanan kesehatan yang tulus, profesional, dan berorientasi pada kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” menjadi pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan utama bangsa. Dengan semangat itu, seluruh civitas hospitalia RSPAU diharapkan terus berkontribusi nyata dalam bidang kesehatan, membangun negeri melalui karya, dan meneladani nilai-nilai perjuangan para pemuda 1928 yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Humas RSPAU

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito beserta seluruh Civitas Hospitalia RSPAU
mengucapkan:

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025
“Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”

Momentum Sumpah Pemuda mengingatkan kita akan semangat persatuan, perjuangan, dan pengabdian tanpa batas untuk bangsa dan negara.
Mari terus kobarkan semangat itu dalam setiap langkah dan karya,
bergerak bersama demi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan bersatu.

RSPAU Wujudkan Kolaborasi Global di IMEDIC 2025, Perkuat Integrasi Teknologi dan Kemanusiaan

Ajang internasional bergengsi 2ⁿᵈ International Military Medicine (IMEDIC) serta 8ᵗʰ IHIA & IHIE 2025 menjadi wadah strategis bagi para profesional medis militer, akademisi, dan praktisi kesehatan untuk bertukar pengetahuan serta memamerkan inovasi di bidang kedokteran dan informatika kesehatan.Kegiatan ini diselenggarakan di Aston Kartika Hotel, Grogol, Jakarta, pada 22–24 Oktober 2025, dan diikuti oleh berbagai perwakilan institusi kesehatan nasional maupun internasional.

Dalam forum ilmiah bergengsi ini, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., tampil sebagai narasumber secara daring pada 23 Oktober 2025, dengan membawakan materi berjudul “StemShield: An AI-Driven Platform for Ethical Oversight and Dual-Use Risk Detection in Stem Cell Research.”
Dalam pemaparannya, Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., menguraikan bahwa riset stem cell merupakan pilar penting dalam pengobatan regeneratif dan berkembang pesat di Indonesia, baik di universitas, lembaga riset, maupun klinik swasta. Namun, tingginya volume proposal penelitian dan publikasi menimbulkan tantangan baru dalam pengawasan etika dan keamanan riset biomedis, terutama terhadap potensi Dual-Use Research of Concern (DURC) yaitu kemungkinan hasil penelitian dimanfaatkan di luar tujuan medis yang semestinya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkanlah StemShield, sebuah platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk memantau aspek etika penelitian dan deteksi risiko ganda (dual-use risk detection) dalam riset stem cell.Platform ini bekerja melalui beberapa tahap: mulai dari pengumpulan data penelitian dari berbagai sumber daring, pemrosesan dan normalisasi data, hingga pelatihan model AI menggunakan machine learning dan deep learning untuk menilai kepatuhan etis serta mendeteksi potensi penyalahgunaan riset.

Marsma TNI dr. Margono Gator S, Sp.JP menjelaskan bahwa sistem ini tidak hanya mampu menilai penelitian pada satu waktu, tetapi juga memungkinkan pemantauan berkelanjutan seiring perkembangan riset. “Dengan integrasi AI, proses penilaian etika menjadi lebih akurat, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya


Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa penerapan teknologi AI di bidang riset biomedis perlu diimbangi dengan kebijakan dan regulasi nasional yang kuat agar keamanan data dan nilai kemanusiaan tetap terlindungi.
“Teknologi tanpa etika adalah langkah yang pincang. Melalui StemShield, kami ingin memastikan setiap kemajuan riset berpijak pada tanggung jawab moral dan kemanusiaan,” ujarnya.
Selain menjadi narasumber, RSPAU dr. S. Hardjolukito juga berpartisipasi dalam pameran kesehatan yang dikoordinasikan oleh Kolonel Kes Rahaju Kusdarini, S.Kep. pameran kesehatan ini berlangsung dari tanggal 22–24 Oktober 2025.
Melalui booth pameran tersebut, RSPAU menampilkan berbagai layanan unggulan, antara lain Pelayanan Stem Cell Therapy, Cathlab, Radioterapi Linac, serta Modernisasi Alat Kesehatan Berteknologi Tinggi.
Booth RSPAU menjadi salah satu daya tarik bagi para peserta konferensi. Banyak pengunjung yang antusias mendapatkan informasi mengenai perkembangan layanan medis di lingkungan TNI Angkatan Udara, khususnya inovasi pelayanan berbasis teknologi yang kini telah diterapkan di RSPAU.


Partisipasi RSPAU dalam ajang 2ⁿᵈ IMEDIC dan 8ᵗʰ IHIA & IHIE 2025 ini bukan sekadar bentuk kehadiran simbolik di forum internasional, melainkan wujud nyata kontribusi RSPAU dalam mendorong transformasi digital dan penguatan riset etis di bidang kesehatan militer Indonesia.
Melalui semangat kolaborasi global, RSPAU terus menegaskan eksistensinya sebagai pusat layanan medis militer yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kemanusiaan serta masa depan. Humas RSPAU

Hari Dokter Nasional 2025

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito beserta seluruh Civitas Hospitalia RSPAU mengucapkan:

Selamat Hari Dokter Nasional 2025
“75 Tahun IDI Berkarya, Membangun Kesehatan Bangsa”

Terima kasih kepada seluruh dokter atas pengabdian dan ketulusan hati dalam menunaikan tugas mulia ini.
Mari terus melangkah bersama, membawa harapan dan kesehatan untuk Bangsa

RSPAU Berbagi Semangat Perbaikan Berkelanjutan melalui Webinar HFMEA dan Manajemen Risiko

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, RSPAU dr. S. Hardjolukito menyelenggarakan Webinar Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dengan tema “Health Care Failure Mode and Effect Analysis (HFMEA) dan Manajemen Risiko dalam Peningkatan Mutu di Fasyankes.” (23/10/25). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang profesi dan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., menegaskan bahwa peningkatan mutu dan keselamatan pasien merupakan proses yang berkelanjutan dan memerlukan kesadaran kolektif dari seluruh tenaga kesehatan.

“HFMEA bukan hanya alat analisis, tetapi filosofi kerja yang mengajarkan kita untuk berpikir preventif, membangun sistem yang tangguh, dan menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan di setiap lini pelayanan,” kata Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman yang memberikan paparan komprehensif terkait strategi penerapan HFMEA dan manajemen risiko di fasilitas pelayanan kesehatan. Narasumber pertama, dr. Dion Sulistyo, M.P.H., selaku Direktur SDM dan Umum RS Panti Rapih Yogyakarta, menyampaikan materi berjudul “Analisis HFMEA dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien.”

Dalam paparannya, dr. Dion menjelaskan langkah-langkah sistematis dalam pelaksanaan HFMEA, mulai dari identifikasi proses kritis, penilaian risiko potensial, hingga penentuan prioritas perbaikan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dan dukungan manajemen dalam membangun budaya keselamatan pasien yang kuat. Menurutnya, keberhasilan HFMEA tidak hanya bergantung pada metode, tetapi juga pada komitmen organisasi untuk menjadikan keselamatan pasien sebagai nilai utama.

Selanjutnya, Letkol Kes Anang Yulianto, S.Kep., SKM., SH., MM., CRM., FISQua, seorang Surveyor Akreditasi Puskesmas dan Klinik, membawakan materi “Manajemen Risiko dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien serta Implementasi HFMEA dan Manajemen Risiko di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Beliau memaparkan bahwa manajemen risiko yang efektif harus terintegrasi dalam seluruh proses pelayanan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dengan menggunakan pendekatan HFMEA, fasilitas kesehatan dapat mengantisipasi potensi kegagalan layanan sebelum terjadi, sehingga mencegah insiden keselamatan pasien. Letkol Kes Anang juga berbagi contoh nyata implementasi HFMEA di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk strategi untuk memastikan keberlanjutan proses perbaikan melalui pelibatan seluruh staf dan monitoring yang konsisten.
Kegiatan ini dipandu oleh Letkol Kes drg. Enny Yuliati, Sp.KG., selaku Kasub Komite Mutu RSPAU dr. S. Hardjolukito, yang berperan sebagai moderator dan berhasil mengarahkan diskusi secara interaktif serta menggali berbagai perspektif dari peserta.

Peserta yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mendalam terkait penerapan HFMEA dalam konteks pelayanan kesehatan masing-masing. Sebagian besar peserta merupakan tenaga medis, paramedis, dan pengelola mutu dari rumah sakit, puskesmas, dan klinik yang berkomitmen memperkuat budaya keselamatan pasien di instansinya.
Melalui kegiatan ini, RSPAU dr. S. Hardjolukito menegaskan perannya sebagai rumah sakit pusat TNI AU yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tetapi juga aktif dalam pendidikan dan pengembangan sistem mutu kesehatan nasional. Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan nilai-nilai AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) yang selalu menjadi dasar dalam setiap langkah pengabdian RSPAU. Humas RSPAU

Unbreakable, A Thousand Is Better Than One: RSPAU Rayakan 13 Tahun dalam Satu Irama Pengabdian

Ada suasana yang berbeda di lingkungan RSPAU dr. S. Hardjolukito pada pekan peringatan hari jadinya yang ke-13. Tidak hanya sekadar merayakan bertambahnya usia, tetapi juga meneguhkan semangat kebersamaan dan rasa syukur atas perjalanan panjang penuh pengabdian dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi prajurit udara, keluarga besar TNI, dan masyarakat umum. Tahun ini, RSPAU mengangkat tema “Unbreakable: A Thousand Is Better Than One” — sebuah pesan kuat tentang arti kebersamaan, ketangguhan, dan solidaritas dalam melangkah maju. Melalui tema ini, RSPAU menegaskan bahwa kekuatan sejati tidak lahir dari satu individu, tetapi dari ribuan insan yang bekerja dengan satu semangat dan satu tujuan.

Rangkaian peringatan dimulai dengan “Malam Sambung Rasa” yang digelar pada Selasa malam (21/10) di Grand Rohan Hotel Yogyakarta. Acara yang dikemas dalam suasana hangat dan penuh keakraban ini dihadiri oleh Kepala Pusat Kesehatan TNI Angkatan Udara (Kapuskesau), Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, para pejabat Puskesau, jajaran pejabat RSPAU, serta tamu undangan lainnya.

Dalam malam yang penuh kehangatan itu, tawa dan cerita bersatu dalam satu makna: rasa syukur dan kebanggaan atas kiprah RSPAU selama 13 tahun terakhir. Malam sambung rasa ini bukan sekadar jamuan makan malam, melainkan juga ruang kebersamaan untuk mempererat silaturahmi, membangun kolaborasi, dan meneguhkan semangat satu hati dalam melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Keesokan harinya, Rabu (22/10), suasana penuh khidmat menyelimuti lapangan RSPAU. Seluruh civitas hospitalia RSPAU berdiri tegap mengikuti upacara puncak peringatan HUT ke-13, yang dipimpin langsung oleh Kapuskesau selaku inspektur upacara.

Turut hadir Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) beserta Ibu, Danlanud Adisutjipto beserta Ibu, Kamuspusdirla Disjarahau beserta Ibu, para pejabat Puskesau, para Kalaknis jajaran Puskesau beserta Ibu, Kepala RSPAU dr. S.  hardjolukito dari masa ke masa, para tamu undangan serta keluarga dari almarhum dr. Soehardi Hardjoloekito, sosok yang menjadi inspirasi dan teladan dalam nama besar rumah sakit ini.

Dalam amanatnya, Kapuskesau menyampaikan rasa bangga atas capaian dan dedikasi RSPAU yang terus berkembang menjadi rumah sakit rujukan TNI AU yang modern, inovatif, dan berkarakter. “RSPAU telah tumbuh menjadi salah satu kebanggaan TNI AY, yang tidak hanya memberikan pelayanan Kesehatan terbaik bagi prajurit dan keluarganya tetapi juga mengabdi untuk bangsa dan Masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai penutup upacara, suasana semakin meriah dengan penampilan parade pemeriksaan kerapian dan yel-yel penuh semangat dari para anggota PPPK Tahun 2025. Dengan langkah tegap dan teriakan penuh energi, mereka menampilkan kekompakan dan kebanggaan menjadi bagian dari keluarga besar RSPAU. Tepuk tangan mengalun meriah, menjadi simbol regenerasi semangat dan loyalitas insan kesehatan di lingkungan TNI AU.

Dihari yang sama, semangat kebersamaan berlanjut dalam acara syukuran yang digelar di Gedung Siaga Bencana (GSB) RSPAU. Seluruh civitas hospitalia berkumpul dalam suasana penuh keakraban, diawali dengan menyanyikan Mars RSPAU, dilanjutkan sambutan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, serta pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito beserta Ketua PIA AG Anak Ranting 001-05-3 RSPAU dr. S. Hardjolukito. Potongan tumpeng pertama diberikan kepada anggota tertua dan termuda sebagai simbol kesinambungan semangat dan pengabdian lintas generasi.

Suasana syukuran terasa hidup dan penuh tawa. Iringan musik dan penampilan RSPAU Band menambah semarak suasana. Tayangan video ucapan selamat dari pejabat TNI AU, tokoh masyarakat, dan public figure menambah kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar RSPAU.

Momen paling ditunggu-tunggu datang saat pengundian door prize dengan berbagai hadiah menarik, mulai dari peralatan rumah tangga, motor listrik, hingga paket umroh. Sorak bahagia dari peserta yang beruntung menyempurnakan kegembiraan hari itu.

Sebagai penutup, diumumkan pemenang lomba konten kreator dan kebersihan lingkungan, bentuk penghargaan bagi insan RSPAU yang kreatif dan peduli terhadap lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan inspiratif.

Selamat ulang tahun ke-13 RSPAU dr. S. Hardjolukito, rumah besar yang telah menjadi saksi dari dedikasi, pengabdian, dan cinta tanpa batas dalam pelayanan. Tiga belas tahun bukan hanya perjalanan waktu, melainkan kisah tentang semangat yang tak pernah padam, tentang tangan-tangan yang menolong dengan tulus, dan hati-hati yang bekerja dengan cinta untuk sesama. Semoga di usia yang ke-13 ini, RSPAU terus tumbuh menjadi rumah sakit kebanggaan TNI Angkatan Udara dan bangsa, yang unbreakable dalam kebersamaan, kuat dalam pengabdian, dan terus berinovasi untuk melayani yang terbaik.

Turut berduka cita atas wafatnya Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un
Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito dan Ketua PIA AG Anak Ranting 001-05-3 RSPAU dr. S. Hardjolukito, beserta seluruh Civitas Hospitalia RSPAU mengucapkan :

Turut berduka cita atas wafatnya
Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko

Semoga amal ibadah, pengabdian, dan karya Almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.