Daftar Berita

Dari Komunikasi Jadi Soluisi : RSPAU Ajak Nakes Ubah Cara Melayani Pasien

Suasana antusias menyelimuti ruang virtual ketika ratusan tenaga kesehatan dari seluruh Indonesia bergabung dalam Webinar Nasional bertajuk “Komunikasi Efektif dan Service Excellent dalam Pelayanan Kesehatan” yang diselenggarakan oleh RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Kegiatan bergengsi ini menjadi ajang berbagi ilmu dan inspirasi tentang bagaimana menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga penuh empati dan berorientasi pada kepuasan pasien.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber profesional yang berhasil memikat perhatian ratusan peserta. Yang pertama, Dr. I Made Winarta, SKM., M.Epid., seorang Master Trainer Penanggulangan Penyakit Tropis dan Surveillan, memaparkan materi penuh makna tentang pentingnya komunikasi efektif sebagai “jantung” dari pelayanan kesehatan yang bermutu. Ia menekankan bahwa komunikasi yang baik bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan antara tenaga kesehatan dan pasien.

Sementara itu, Anang Rakhmatdi, S.E., CEST, CTEC., seorang Trainer Service Excellent berpengalaman, membagikan strategi membangun budaya pelayanan prima yang mampu menjadi game changer bagi setiap fasilitas kesehatan. Dengan gaya penyampaian yang inspiratif, ia mengajak peserta untuk melihat pelayanan bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud pengabdian dan nilai kemanusiaan yang harus dihidupkan dalam setiap interaksi dengan pasien. Acara dipandu oleh Arifa Kurnia Putri, S.Kep., perawat VIP RSPAU dr. S. Hardjolukito, yang sukses menjaga jalannya diskusi tetap dinamis dan inspiratif.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., menegaskan bahwa pelayanan prima tidak hanya soal prosedur medis, tetapi juga tentang ketulusan dalam berkomunikasi dan empati kepada pasien.

Webinar yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai profesi kesehatan mulai dari dokter, perawat, fisioterapis, hingga psikolog klinis ini juga memberikan nilai SKP serta wawasan aplikatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, RSPAU kembali menegaskan komitmennya untuk bertransformasi dan berinovasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi prajurit TNI AU/TNI, PNS dan keluarga serta masyarakat luas.
Webinar yang berlangsung interaktif ini menjadi bukti nyata bahwa RSPAU tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga pusat inspirasi bagi tenaga medis di seluruh Indonesia. Humas RSPAU

5 Kriteria pelayanan dan kedaruratan di Instalasi Gawat Darurat yang dijamin BPJS Kesehatan dan KIS

Kami memahami bahwa setiap pasien yang datang ke IGD sedang berada dalam situasi panik. Agar pelayanan berjalan tepat dan sesuai ketentuan, BPJS Kesehatan dapat digunakan bila pasien memenuhi kriteria kegawatdaruratan. Mari bersama memahami aturan ini demi keamanan dan keselamatan pasien. lima kriteria pelayanan kegawatdaruratan yang dijamin oleh BPJS Kesehatan dan KIS, sesuai Perpres No. 82 Tahun 2018 dan PMK No. 47 Tahun 2018:

1. Mengancam nyawa, membahayakan diri dan orang lain/lingkungan

Kondisi medis yang dapat menyebabkan kematian atau risiko cedera berat bila tidak segera ditangani.
Contohnya: nyeri dada hebat, perdarahan masif, keracunan, kejang tak berhenti, atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi orang sekitar.

2. Adanya gangguan pada jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi (ABC)

Gangguan ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau tidak mampu mempertahankan fungsi vital.
Contoh: sesak napas berat, sumbatan jalan napas, denyut nadi sangat lemah atau tidak teratur, maupun tekanan darah sangat rendah.

3. Adanya penurunan kesadaran

Kondisi ketika pasien mengalami perubahan tingkat kesadaran, mulai dari mengantuk berat hingga tidak responsif.
Contoh: pingsan, tidak bisa dibangunkan, bingung berat, atau penurunan kesadaran akibat stroke, trauma kepala, dan gangguan metabolik.

4. Adanya gangguan hemodinamik

Hemodinamik adalah kondisi stabilnya aliran darah tubuh. Jika terganggu, organ-organ vital tidak mendapat suplai darah yang cukup.
Contoh: syok, tekanan darah sangat rendah, detak jantung tidak stabil, atau tanda-tanda kegagalan organ akibat perfusi yang buruk.

5. Memerlukan tindakan segera (pada kasus trauma)

Cedera atau trauma yang memerlukan tindakan cepat untuk mencegah cacat permanen atau kematian.
Contoh: patah tulang terbuka, luka dalam dan perdarahan aktif, trauma kepala berat, kecelakaan lalu lintas, atau cedera yang membutuhkan tindakan segera oleh dokter.

 

Ka RSPAU Guncang FK-KMK UGM! Ratusan Mahasiswa Antusias Dalami Respons Jantung terhadap Perubahan Lingkungan

Ka RSPAU Guncang FK-KMK UGM! Ratusan Mahasiswa Antusias Dalami Respons Jantung terhadap Perubahan Lingkungan

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP, menjadi narasumber pada kegiatan diskusi panel akademik yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (5/11/25).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lt.1 FK-KMK UGM ini merupakan bagian dari pembelajaran Blok 1.2 (Cardiorespiratory System) Program Studi Kedokteran FK-KMK UGM Tahun Akademik 2025/2026. Dalam kesempatan tersebut, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP, membawakan materi berjudul “Cardiorespiratory Responses in Environmental Change.”

Dalam paparannya, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP, menjelaskan tentang mekanisme adaptasi jantung dan pembuluh darah manusia terhadap perubahan lingkungan, terutama pada kondisi ekstrem seperti hipoksia di ketinggian. Beliau juga menyoroti pentingnya pemahaman fisiologi penerbangan bagi tenaga medis, mengingat kondisi lingkungan udara yang bertekanan rendah dapat memengaruhi fungsi organ vital manusia.

Sebagai Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Udara, RSPAU dr. S. Hardjolukito memiliki peran penting dalam pelayanan dan penelitian di bidang kedokteran penerbangan dan lingkungan ekstrem. Kehadiran Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito sebagai narasumber menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan institusi pelayanan kesehatan militer dalam mendukung pengembangan ilmu kedokteran di Indonesia.

Pada kesempatan ini, hadir pula Mayor Pnb Barika “Wild Bee” Harma, seorang instruktur penerbang dari Lanud Adisutjipto, yang turut memberikan perspektif penerbangan dalam konteks adaptasi fisiologis terhadap lingkungan ekstrem.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa kedokteran FK-KMK UGM yang antusias menyimak penjelasan narasumber. Diskusi berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan yang mengupas aspek klinis dan fisiologis respons tubuh manusia terhadap perubahan lingkungan.

Sebagai rumah sakit militer yang adaptif dan visioner, RSPAU dr. S. Hardjolukito tidak hanya berfokus pada dukungan kesehatan (dukkes) dan pelayanan kesehatan (yankes), tetapi juga memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan kedokteran. Kepedulian terhadap bidang akademik ini menjadi bagian dari wujud pengabdian RSPAU dalam membentuk generasi tenaga medis yang unggul, tangguh, dan berwawasan luas demi kemajuan dunia kesehatan Indonesia.Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara FK-KMK UGM dan RSPAU dr. S. Hardjolukito dapat terus terjalin dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi di dunia kedokteran. Humas RSPAU

Live Talkshow Obrolan Pagi bersama dr. Christian Febriandri, Sp.P

Hai, Sobat Hardjo!
Pernah dengar tentang PPOK? Penyakit ini sering muncul diam-diam, tapi bisa bikin napas jadi berat kalau tidak dikenali sejak awal. Kenali tanda-tanda Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sejak dini!

Yuk, ikuti Live Talkshow Obrolan Pagi bersama dr. Christian Febriandri, Sp.P yang akan membahas topik menarik tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada :
???? Rabu, 19November 2025
???? Pukul 10.00 – 11.00 WIB
???? LIVE di RBTV Asli Jogja

RSPAU Gelar Rapat Dewas, Tegaskan Komitmen pada Tata Kelola dan Keselamatan Pasien.

RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar Rapat Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) yang berlangsung secara luring (offline) dan daring (online), Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini membahas terkait kegiatan komite mutu RSPAU yang dihadiri oleh Perwakilan Dewan Pengawas dari unsur Kemhan TNI/Tenaga Ahli  dan Kemenkeu RI.  Hadir dalam rapat tersebut Kapuskesau yang diwakili oleh Dirbinyankes Puskesau Kolonel Kes dr. Tjatur Budi Winarko, Sp. B., MARS, FINACS., Kepala KPPN Yogyakarta Ibu Arvi Risnawati, SE., Ak., dan Kepala Rumah Sakit beserta seluruh pejabat RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Dalam sambutannya, Kepala RSPAU Marsma TNI dr. Margono Gator, Sp.JP,  menyampaikan bahwa mutu dan keselamatan pasien merupakan inti dari eksistensi rumah sakit. Ia menegaskan bahwa keberhasilan rumah sakit tidak hanya diukur dari banyaknya pasien yang dilayani, tetapi juga dari tingkat keamanan dan efektivitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Seluruh jajaran RSPAU terus memperkuat penerapan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) dan memperkokoh budaya patient safety sebagai nilai dasar dalam setiap tindakan medis maupun administrasi,” ujar Ka RSPAU.

Lebih lanjut, Ka RSPAU menjelaskan bahwa RSPAU berupaya menciptakan budaya kerja kolaboratif, inovatif, dan terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien hanya dapat terwujud dengan dukungan sistem manajemen yang kuat, SDM yang kompeten, serta komitmen dari seluruh civitas hospitalia,

DIRGAHAYU POLISI MILITER

Kepala RSPAU dr S.Hardjolukito beserta segenap Civitas Hospitalia RSPAU mengucapkan :

DIRGAHAYU POLISI MILITER
TNI ANGKATAN UDARA

Dengan dilandasi semangat Wira Waskita POMAU siap berbakti dalam keadilan mengabdi dengan kehormatan menjaga TNI AU yang AMPUH menuju Indonesia emas.

Perkuat Budaya Keselamatan, RSPAU dr. S. Hardjolukito Terima Inspeksi BAPETEN di Unit Radioterapi

Sebagai rumah sakit rujukan TNI Angkatan Udara yang senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dan aman, RSPAU dr. S. Hardjolukito kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga standar keselamatan radiasi. Komitmen ini diwujudkan melalui penerimaan Tim Inspeksi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang melaksanakan Inspeksi Keselamatan Radiasi dalam Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion (SRP) di lingkungan rumah sakit, mulai 29 Oktober hingga 2 November 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan budaya keselamatan dan peningkatan mutu layanan radioterapi serta radiologi yang dimiliki RSPAU. Melalui kegiatan inspeksi ini, rumah sakit berkesempatan untuk memastikan bahwa seluruh prosedur pemanfaatan sumber radiasi telah sesuai dengan regulasi, aman bagi pasien, tenaga kerja, dan lingkungan sekitar.

Sambutan Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito , yang dibacakan Waka RSPAU dr. S. Hardjolukito Kolonel Kes dr. Dedy dr. Dedy Afandi C. N., Sp. A., MSc. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Tim BAPETEN atas kehadirannya di RSPAU.
“Kegiatan ini bukan sekadar inspeksi, tetapi merupakan bentuk pembinaan dan evaluasi bersama demi peningkatan mutu keselamatan radiasi di fasilitas kami. Kami sangat terbuka terhadap setiap arahan dan rekomendasi dari tim inspeksi,” Ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa RSPAU telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung seperti Laporan Keselamatan Fasilitas (LKF), dokumen perizinan, data sumber daya manusia, catatan pemantauan dosis, hingga program jaminan mutu sebagai bukti kesiapan dalam memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan BAPETEN.

RSPAU dr. S. Hardjolukito memandang inspeksi ini sebagai langkah positif dalam menjaga kepercayaan publik, sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan pasien dan tenaga kesehatan. “Kami optimis pemanfaatan radiasi di RSPAU senantiasa mengedepankan prinsip as low as reasonably achievable (ALARA),” tambahnya.
Inspeksi oleh BAPETEN ini melibatkan tim yang dipimpin oleh Zulkarnain, ST, MT, dengan anggota yang meninjau langsung berbagai aspek seperti administrasi perizinan, sistem keselamatan radiasi, fasilitas kerja, serta kompetensi sumber daya manusia.

Dalam sambutanya, Ketua Tim Inspeksi BAPETEN, Zulkarnain, ST, MT, mengapresiasi kesiapan dan keseriusan RSPAU dr. S. Hardjolukito dalam menjalankan seluruh aspek proteksi radiasi.
Kami melihat RSPAU memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga standar keselamatan. Kesiapan dokumen, sistem pengawasan dosis, serta keterlibatan aktif Petugas Proteksi Radiasi menjadi indikator positif bahwa manajemen keselamatan di rumah sakit ini berjalan dengan baik,” ujar Zulkarnain.


Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konstruktif dan menjadi momentum penting bagi RSPAU dr. S. Hardjolukito untuk memperkuat tata kelola keselamatan radiasi dan menumbuhkan budaya keselamatan di seluruh lini pelayanan, serta mewujudkan sakit rujukan nasional yang unggul dalam pelayanan radioterapi dan radiologi yang aman, bermutu, serta berstandar tinggi. Humas RSPAU

Wujudkan Pengawasan Obat Aman, RSPAU dr. S. Hardjolukito Sabet Penghargaan e-MESO dari BBPOM.

Upaya meningkatkan keselamatan pasien bukan hanya diwujudkan melalui pelayanan medis yang optimal, tetapi juga dengan memastikan penggunaan obat yang aman dan terpantau dengan baik. Salah satu mekanisme penting dalam menjaga keamanan obat di Indonesia adalah pelaporan Efek Samping Obat (ESO) dan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) melalui sistem E-MESO (Electronic Monitoring Efek Samping Obat).

E-MESO merupakan sistem pelaporan elektronik resmi milik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang berfungsi mencatat dan memantau setiap kejadian efek samping obat yang dialami pasien setelah penggunaan suatu terapi. Fasilitas pelayanan kesehatan dapat melaporkan kejadian tersebut secara cepat, akurat, dan transparan. Sistem ini menggantikan metode manual Form Kuning dan menjadi bagian penting dari program farmakovigilans nasional, yang bertujuan untuk meminimalkan risiko obat serta memastikan keselamatan pasien di seluruh Indonesia.

Dalam konteks upaya tersebut, RSPAU dr. S. Hardjolukito kembali menorehkan prestasi membanggakan. RSPAU dr. S. Hardjolukito menerima apresiasi dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dengan pelaporan Efek Samping Obat (ESO) terbanyak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui sistem e-MESO. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen RSPAU dalam mendukung sistem pengawasan obat nasional serta menjaga keselamatan pasien melalui pelaporan yang transparan, berkelanjutan, dan berbasis data

Apresiasi tersebut diserahkan dalam kegiatan Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Farmakovigilans Tahun 2025 serta Pengkajian Kausalitas Kejadian Tidak Diinginkan (KTD)/ESO Serius, yang diselenggarakan di El Hotel Malioboro Yogyakarta pada Selasa, 28 Oktober 2025.. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BBPOM Yogyakarta Ani Fatimah Isfarjanti, S.Si., Apt., MH, perwakilan dari berbagai Fasyankes se-DIY, tenaga farmasi, evaluator, serta praktisi farmakovigilans dari sejumlah institusi kesehatan di Yogyakarta.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Kepala BBPOM Yogyakarta, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Setelah pembukaan, dilaksanakan paparan evaluasi kegiatan farmakovigilans tahun 2025 dan rencana kegiatan tahun 2026, yang kemudian diikuti oleh penyerahan piagam penghargaan kepada Fasyankes dengan pelaporan ESO terbanyak.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBPOM Yogyakarta Ani Fatimah Isfarjanti menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif fasilitas kesehatan di wilayah DIY, “Keaktifan rumah sakit dalam pelaporan e-MESO merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat sistem farmakovigilans nasional. Laporan yang akurat dan konsisten membantu kami dalam memastikan keamanan obat yang beredar di masyarakat. Partisipasi aktif fasilitas kesehatan ini juga berperan penting dalam menekan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) dan Efek Samping Obat (ESO)” ujarnya.

Sementara itu, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito Marsma TNI dr. Margono Gatot, Sp.JP. menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh civitas hospitalia, terutama tim farmasi dan focal point farmakovigilans, yang secara rutin dan teliti melakukan pelaporan setiap kejadian efek samping obat di lingkungan rumah sakit


“Kami memandang pelaporan e-MESO bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan profesional untuk melindungi keselamatan pasien, sesuai prinsip kehati-hatian dalam pelayanan kesehatan,” Ujarnya.
Capaian ini semakin menegaskan peran RSPAU dr. S. Hardjolukito sebagai rumah sakit rujukan nasional yang tidak hanya unggul dalam pelayanan medis, tetapi juga berkomitmen terhadap mutu, keselamatan pasien, dan tata kelola farmasi yang transparan. Diharapkan, semangat dan konsistensi RSPAU dalam mendukung pelaporan e-MESO dapat menjadi inspirasi bagi fasilitas kesehatan lainnya di Indonesia untuk turut aktif memperkuat sistem pengawasan obat yang akurat, efektif, dan berkelanjutan demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih aman, bermutu, dan terpercaya.Humas RSPAU

Selamat memperingati World Stroke Day

Selamat memperingati "World Stroke Day" 29 Oktober 2025

Setiap menit sangat berarti untuk kehidupan.
Mari kenali gejala stroke, ambil tindakan cepat, dan lakukan pencegahan sejak dini.
Dengan kesadaran dan tindakan tepat, kita dapat menyelamatkan banyak nyawa.



Semangat Pemuda Menggema di RSPAU dr. S. Hardjolukito, kobarkan persatuan wujudkan Indonesia maju

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, RSPAU dr. S. Hardjolukito menggelar Upacara Bendera di lapangan apel RSPAU (28/10/2025). Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme, diikuti oleh seluruh civitas hospitalia RSPAU. Upacara dipimpin langsung oleh Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot, Sp., JP,  yang dalam kesempatan tersebut membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Adapun tema peringatan sumpah pemuda tahun 2025 ini yaitu  “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”

Amanat Menpora yang dibacakan oleh Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito  menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya momen sejarah, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan di tengah tantangan zaman.

“Ikrar yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 bukan sekadar kata-kata, melainkan semangat yang mengikat seluruh anak bangsa dalam satu tekad untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan bersatu,” demikian cuplikan sambutan Menpora.

Beliau menekankan bahwa generasi muda Indonesia harus terus bergerak, berkarya, dan berinovasi untuk mewujudkan kemajuan bangsa. “Kita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh perubahan. Di tengah perkembangan dunia digital, pemuda Indonesia harus mampu menjadi pelaku perubahan, bukan hanya penonton. Jadilah pemuda yang adaptif, kreatif, dan berintegritas,” lanjutnya.

Kepala RSPAU menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda menjadi refleksi penting bagi seluruh insan RSPAU untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai semangat perjuangan, dedikasi, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas di bidang kesehatan. “Semangat persatuan dan pengabdian harus kita wujudkan dalam pelayanan kesehatan yang tulus, profesional, dan berorientasi pada kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” menjadi pengingat bahwa persatuan adalah kekuatan utama bangsa. Dengan semangat itu, seluruh civitas hospitalia RSPAU diharapkan terus berkontribusi nyata dalam bidang kesehatan, membangun negeri melalui karya, dan meneladani nilai-nilai perjuangan para pemuda 1928 yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia. Humas RSPAU

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025

Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito beserta seluruh Civitas Hospitalia RSPAU
mengucapkan:

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025
“Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”

Momentum Sumpah Pemuda mengingatkan kita akan semangat persatuan, perjuangan, dan pengabdian tanpa batas untuk bangsa dan negara.
Mari terus kobarkan semangat itu dalam setiap langkah dan karya,
bergerak bersama demi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan bersatu.

RSPAU Wujudkan Kolaborasi Global di IMEDIC 2025, Perkuat Integrasi Teknologi dan Kemanusiaan

Ajang internasional bergengsi 2ⁿᵈ International Military Medicine (IMEDIC) serta 8ᵗʰ IHIA & IHIE 2025 menjadi wadah strategis bagi para profesional medis militer, akademisi, dan praktisi kesehatan untuk bertukar pengetahuan serta memamerkan inovasi di bidang kedokteran dan informatika kesehatan.Kegiatan ini diselenggarakan di Aston Kartika Hotel, Grogol, Jakarta, pada 22–24 Oktober 2025, dan diikuti oleh berbagai perwakilan institusi kesehatan nasional maupun internasional.

Dalam forum ilmiah bergengsi ini, Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., tampil sebagai narasumber secara daring pada 23 Oktober 2025, dengan membawakan materi berjudul “StemShield: An AI-Driven Platform for Ethical Oversight and Dual-Use Risk Detection in Stem Cell Research.”
Dalam pemaparannya, Marsma TNI dr. Margono Gatot S, Sp.JP., menguraikan bahwa riset stem cell merupakan pilar penting dalam pengobatan regeneratif dan berkembang pesat di Indonesia, baik di universitas, lembaga riset, maupun klinik swasta. Namun, tingginya volume proposal penelitian dan publikasi menimbulkan tantangan baru dalam pengawasan etika dan keamanan riset biomedis, terutama terhadap potensi Dual-Use Research of Concern (DURC) yaitu kemungkinan hasil penelitian dimanfaatkan di luar tujuan medis yang semestinya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkanlah StemShield, sebuah platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk memantau aspek etika penelitian dan deteksi risiko ganda (dual-use risk detection) dalam riset stem cell.Platform ini bekerja melalui beberapa tahap: mulai dari pengumpulan data penelitian dari berbagai sumber daring, pemrosesan dan normalisasi data, hingga pelatihan model AI menggunakan machine learning dan deep learning untuk menilai kepatuhan etis serta mendeteksi potensi penyalahgunaan riset.

Marsma TNI dr. Margono Gator S, Sp.JP menjelaskan bahwa sistem ini tidak hanya mampu menilai penelitian pada satu waktu, tetapi juga memungkinkan pemantauan berkelanjutan seiring perkembangan riset. “Dengan integrasi AI, proses penilaian etika menjadi lebih akurat, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya


Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa penerapan teknologi AI di bidang riset biomedis perlu diimbangi dengan kebijakan dan regulasi nasional yang kuat agar keamanan data dan nilai kemanusiaan tetap terlindungi.
“Teknologi tanpa etika adalah langkah yang pincang. Melalui StemShield, kami ingin memastikan setiap kemajuan riset berpijak pada tanggung jawab moral dan kemanusiaan,” ujarnya.
Selain menjadi narasumber, RSPAU dr. S. Hardjolukito juga berpartisipasi dalam pameran kesehatan yang dikoordinasikan oleh Kolonel Kes Rahaju Kusdarini, S.Kep. pameran kesehatan ini berlangsung dari tanggal 22–24 Oktober 2025.
Melalui booth pameran tersebut, RSPAU menampilkan berbagai layanan unggulan, antara lain Pelayanan Stem Cell Therapy, Cathlab, Radioterapi Linac, serta Modernisasi Alat Kesehatan Berteknologi Tinggi.
Booth RSPAU menjadi salah satu daya tarik bagi para peserta konferensi. Banyak pengunjung yang antusias mendapatkan informasi mengenai perkembangan layanan medis di lingkungan TNI Angkatan Udara, khususnya inovasi pelayanan berbasis teknologi yang kini telah diterapkan di RSPAU.


Partisipasi RSPAU dalam ajang 2ⁿᵈ IMEDIC dan 8ᵗʰ IHIA & IHIE 2025 ini bukan sekadar bentuk kehadiran simbolik di forum internasional, melainkan wujud nyata kontribusi RSPAU dalam mendorong transformasi digital dan penguatan riset etis di bidang kesehatan militer Indonesia.
Melalui semangat kolaborasi global, RSPAU terus menegaskan eksistensinya sebagai pusat layanan medis militer yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kemanusiaan serta masa depan. Humas RSPAU